
Bola.net - Hong Myung-bo resmi mengundurkan diri dari jabatan pelatih Korea Selatan. Keputusan itu diambil kurang dari 24 jam setelah kegagalan Taegeuk Warriors melaju ke fase gugur Piala Dunia 2026 dipastikan.
Hong Myung-bo meninggalkan kursi pelatih di tengah kekecewaan besar publik Korea Selatan. Tim yang pernah mencapai semifinal Piala Dunia 2002 itu gagal memenuhi ekspektasi dalam turnamen di Amerika Utara.
Kegagalan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, bahkan meminta investigasi menyeluruh terkait penyebab tersingkirnya tim nasional.
Perjalanan Korea Selatan Berakhir di Fase Grup

Korea Selatan memulai turnamen dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Republik Ceko. Hasil itu sempat membuka harapan untuk melangkah jauh di kompetisi.
Namun, mereka kemudian kalah dari Meksiko dan Afrika Selatan pada dua pertandingan berikutnya. Rentetan hasil buruk tersebut membuat posisi mereka sangat bergantung pada klasemen peringkat ketiga terbaik.
Harapan untuk lolos akhirnya pupus setelah Korea Selatan gagal masuk delapan besar tim peringkat ketiga terbaik. Mereka terpaut dua posisi dari batas akhir kelolosan menuju babak gugur.
Hong Myung-bo Kembali Tinggalkan Jabatan

Menurut laporan Yonhap News Agency, Hong langsung mengakhiri masa tugasnya setelah kegagalan tersebut, padahal kontraknya masih berlaku hingga Piala Asia AFC 2027.
Pelatih berusia 57 tahun itu menangani Korea Selatan sejak 2024. Ini merupakan periode kedua Hong memimpin tim nasional setelah sebelumnya bertugas pada 2013 hingga 2014.
Situasi yang terjadi kali ini memiliki kemiripan dengan pengalamannya 12 tahun lalu. Saat Korea Selatan gagal melewati fase grup Piala Dunia 2014 di Brasil, Hong juga memilih mundur dari jabatannya.
Kekecewaan publik terlihat jelas setelah kekalahan dari Afrika Selatan. Stasiun televisi KBS bahkan mengaburkan wajah Hong dalam tayangan konferensi pers pascapertandingan.
Presiden Lee Jae Myung Tuntut Pemeriksaan

Presiden Lee Jae Myung mengaku sulit memahami hasil yang diraih tim nasional. Ia menilai persoalan kepemimpinan dan pengambilan keputusan menjadi faktor penting dalam kegagalan tersebut.
"Saya bukan hanya terkejut dengan hasil yang tidak terduga ini, tetapi juga benar-benar bingung," tulis Lee dalam pernyataannya. Ia kemudian menegaskan bahwa keputusan terkait personel sangat menentukan hasil akhir sebuah organisasi.
Lee juga meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata melakukan investigasi mendalam. Pemerintah ingin mengetahui penyebab pasti kegagalan tersebut sekaligus menyiapkan langkah pencegahan agar tidak terulang.
"Kami akan segera mendorong reformasi administrasi olahraga untuk memastikan hal seperti ini tidak pernah terjadi lagi," ujar Lee. Pernyataan itu menegaskan besarnya perhatian pemerintah terhadap performa tim nasional di ajang sepak bola terbesar dunia.
Sumber: talkSPORT
Advertisement
Berita Terkait
-
Asia 12 Agustus 2026 23:23Skandal Layanan 'Pijat' untuk Wasit Asing Guncang Federasi Sepak Bola Korea Selatan
-
Liga Spanyol 12 Agustus 2026 11:513 Alasan Rodri Tolak Real Madrid dan Pilih Barcelona
-
Piala Dunia 11 Agustus 2026 15:40Donald Trump Bela Gianni Infantino: Singgung Kesuksesan Piala Dunia 2026
-
Liga Spanyol 7 Agustus 2026 20:04Rodri Pilih Barcelona, Awal Keputusan Itu Ternyata Terjadi Saat Piala Dunia
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 13 Agustus 2026 01:13Marcus Rashford Lebih Pilih Tinggalkan Manchester United? Ini Situasi Terbarunya
-
Asia 12 Agustus 2026 23:23Skandal Layanan 'Pijat' untuk Wasit Asing Guncang Federasi Sepak Bola Korea Selatan
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 12 Agustus 2026 11:21Paolo Maldini Ungkap Pep Guardiola Nyaris Jadi Pelatih Timnas Italia
-
piala dunia 12 Agustus 2026 07:06Bukan Gaji, Ini Alasan Arne Slot Menolak Jadi Pelatih Timnas Belanda
-
piala dunia 11 Agustus 2026 15:40Donald Trump Bela Gianni Infantino: Singgung Kesuksesan Piala Dunia 2026
-
piala dunia 10 Agustus 2026 08:12Gianni Infantino Diserang Javier Tebas, Era Presiden FIFA Dinilai Sudah Berakhir
SOROT
-
Liputan6 13 Agustus 2026 02:00Nilai Obligasi Daerah Jakarta Naik Jadi Rp 5,6 Triliun
-
Liputan6 13 Agustus 2026 00:06
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi Calon Hakim Agung
-
Liputan6 12 Agustus 2026 22:36MK Tegaskan Hanya Presiden dan Wapres yang Bisa Laporkan Penghinaan
-
Liputan6 12 Agustus 2026 22:15Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Transfer Pricing PT TPL
-
Liputan6 12 Agustus 2026 21:56Nadiem Singgung Era Eks Jampidsus Febrie di Sidang Banding
-
Liputan6 12 Agustus 2026 20:29Tri Tito Karnavian Dorong Transformasi Posyandu Perkuat Pelayanan 6 Bidang SPM
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322634/original/060059600_1786544734-IMG_3602.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/2827786/original/043886600_1560420251-20190613-Kondisi-Gedung-MK-Jelang-Sidang-Perselisihan-Hasil-Pilpres-2019-TEBE-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322646/original/051037800_1786547740-73653.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322639/original/062213800_1786546611-IMG_2944.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322614/original/032290200_1786541358-WhatsApp_Image_2026-08-12_at_20.17.27.jpeg)
