Para Raja Gol Sundulan: Siapa yang Lebih Hebat, Edinson Cavani atau Cristiano Ronaldo?
Yaumil Azis | 13 Oktober 2020 13:31
Bola.net - Menggunakan kaki bukanlah satu-satunya cara untuk mencetak gol dalam permainan sepak bola. Terkadang, seorang pemain harus memanfaatkan kepalanya untuk menjebol gawang lawan.
Sebagian besar orang berpendapat bahwa seorang pemain harus mengikuti arah bola untuk bisa menghasilkan sundulan yang maksimal. Sementara yang lain berkata kalau pemain harus bisa mengatur posisi untuk menyambut bola.
Terlepas dari metode mana yang dipilih, terpenting adalah seberapa baik lompatan dan waktu Anda sang eksekutor sundulan.
Karena itu, menyundul bola untuk mencetak gol adalah keterampilan yang rumit dan tidak banyak yang mampu menguasainya. Gol-gol model ini biasanya tercipta memanfaatkan situasi bola mati.
Postur amat berpengaruh. Pesepak bola yang memiliki tinggi menjulang biasanya punya kekuatan dalam duel-duel udara.
Publik sepak bola masa lampau belum lupa bagaimana hebatnya Oliver Bierhoff melakukan pekerjaan ini. Mayoritas gol yang dicetak striker Timnas Jerman itu berasal dari sundulan. Begitupula kerja hebat seorang Rio Ferdinand atau Sol Campbell, bek Timnas Inggris yang amat mengerikan jika sudah ada di area kotak penalti menanti corner atau tendangan bebas.
Tanpa basa-basi lagi, yuk intip lima pemain dengan header terbaik saat ini.
Edinson Cavani

Akuisisi terbaru Manchester United, Edinson Cavani diyakini bakal memberi efek pembeda kepada tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer. Cavani adalah pencetak gol alami dan telah mencetak banyak gol di klub-klub sebelumnya yang ia bela.
Cavani sangat baik dengan bola di kakinya dan jagoan melakukan shooting terarah. Tapi apa yang membuatnya menjadi sosok menakutkan bagi pertahanan lawan adalah bahwa kemampuannya dalam menguasai bola dilengkapi dengan kehebatan duel udara. Cavani telah mencetak sebagian besar golnya melalui sundulan.
Saat bermain untuk Napoli, Cavani mencetak hattrick sundulan yang istimewa, ia mencontohkan keahlian poaching dan heading dengan sangat ciamik. United juga telah mengontrak Alex Telles dari Porto. Bek kiri Brasil ini terkenal karena kemapuannya memberikan umpan ke kotak penalti. Ia bisa melakukan kerja sama yang hebat dengan Cavani.
Virgil Van Dijk

Virgil Van Dijk tidak hanya menjadi kolosal di lini belakang Liverpool, ia juga merupakan figur pengganggu berbahaya di dalam kotak penalti lawan saat situasi bola mati. Pemain asal Belanda itu memiliki kekuatan luar biasa dan menyundul bola selain hebat dalam melakukan tekel dan operan.
Van Dijk telah mencetak banyak gol sundulan di Premier League dan secara konsisten menyumbang gol dari lini belakang.
Dia memulai musim ini dengan gol sundulan ke gawang Leeds United di pertandingan pertama Liga Inggris dan tampaknya akan terus menjadi ancaman dalam duel udara. Sosok Virgil sumber gol dari eksekusi bola mati yang konsisten untuk kubu Merseysider.
Olivier Giroud

Salah satu pemain berkualitas yang sering diremehkan di generasinya, Olivier Giroud, striker yang unik.
Giroud bukanlah striker yang banyak mencetak gol. Dia adalah pemain yang diberkahi kemampuan teknis hebat berkat fisik dan kemampuannya menahan bola di area kotak penalti. Dengan postur tinggi menjulang 192 cm, Girou amat jagoan header yang tak terkalahkan.
Sebagian besar golnya di Arsenal dan Chelsea berasal dari sundulan. Faktanya, Giroud tidak hanya menawarkan stabilitas yang lebih bagi timnya di sepertiga akhir, ia juga bisa menjadi aktor kunci Plan B yang hebat, kapan pun timnya sangat membutuhkan gol di menit-menit akhir laga. Percaya atau tidak, Girud selalu menemukan cara mencetak gol lewat sundulan.
Sergio Ramos

Sergio Ramos adalah pencetak gol terbanyak kedua Real Madrid musim lalu. Mayoritas golnya berasal dari eksekusi penalti plus sundulan yang luar biasa.
Ramos seakan tahu ke mana bola akan meluncur saat eksekusi bola mati dilakukan dekat area kotak penalti. Kapten Real Madrid melakukan lompatan yang luar biasa dan lebih sering melakukan sundulan kepala dengan sempurna.
Dalam hal bola mati menyerang, dia hampir selalu dimulai dari tepi area penalti dan kemudian menggunakan otot lehernya yang kuat dan momentum yang dia hasilkan dari berputar ke tengah kotak untuk mencetak gol sundulan yang hampir selalu bersarang di atas atau sudut gawang.
Cristiano Ronaldo

Sundulan salah satu aspek langka dari permainan Cristiano Ronaldo yang bahkan Lionel Messi tidak punya peluang untuk menyamainya. CR7 telah mencetak lebih dari 100 gol dari sundulan dan itu adalah hasil dari jam-jam yang dihabiskan di tempat latihan untuk berlatih dan menyempurnakan tekniknya.
Bermain di posisi striker di Juventus, membuat lebih banyak gol ciptaan Ronaldo yang berasal dari sundulan dibandingkan sebelumnya ketika dia akan beroperasi dalam peran yang lebih luas di sisi melebar. Tidak ada pemain di lapangan sepak bola yang bisa melompat setinggi Cristiano Ronaldo.
Terkadang terlihat seperti manusia super dan dia juga mengatur waktu lompatannya dengan sempurna. Ketika Cristiano Ronaldo sedang menunggu untuk mengambil bola udara di dalam kotak, selalu ada alasan bagi lawan untuk panik dan kehilangan ketenangan. Penyerang asal Portugal tersebut sangat cerdik membaca arah bola. Penempatan posisinya juga selalu bagus.
Sumber: Sportskeeda
Disadur dari: Bola.com (Ario Yosia)
Diunggah pada: 13 Oktober 2020
Baca Juga:
- 'Tidak Ada yang Bisa Hentikan Cristiano Ronaldo'
- Fantastis! Gaji Cristiano Ronaldo Semusim Lebih Besar dari 5 Klub Serie A
- Andrea Pirlo: Sudah Berusia 35 Tahun, Cristiano Ronaldo Tetap Terlihat Seperti Pemain Muda
- Menebak Isi Obrolan Ronaldo dengan Mbappe di Laga Prancis vs Portugal
- Betapa Nyarisnya Arsenal Dapatkan Cristiano Ronaldo: Sudah Makan Siang Bareng Wenger!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lawan Arsenal, Inter Kebobolan Tiga Gol Terlalu Mudah
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:36
-
Mikel Arteta Benarkan Wonderkid Arsenal Ini Segera Cabut dari Emirates Stadium
Liga Inggris 21 Januari 2026, 11:28
-
Ingin Cetak Sejarah Baru, Vinicius Junior Pastikan akan Bertahan di Real Madrid!
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:07
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06


