Pesan Menohok Roy Keane untuk Declan Rice: Arsenal Butuh Pemimpin, Bukan Bestie!

Afdholud Dzikry | 14 April 2026 18:00
Pesan Menohok Roy Keane untuk Declan Rice: Arsenal Butuh Pemimpin, Bukan Bestie!
Gelandang Arsenal, Declan Rice usai laga final Carabao Cup melawan Manchester City. The Gunners kalah 0-2 pada laga di Wembley tersebut. (c) AP Photo/Richard Pelham

Bola.net - Arsenal sedang goyah. Kekalahan mengejutkan dari Bournemouth akhir pekan lalu membuat posisi Declan Rice dan kolega di puncak klasemen Liga Inggris kini terancam oleh Manchester City.

Jarak enam poin memang masih terlihat cukup aman bagi armada Mikel Arteta. Namun, Man City memiliki satu tabungan pertandingan yang bisa memangkas selisih tersebut dalam sekejap saja.

Advertisement

Situasi makin panas menjelang laga krusial di Etihad Stadium akhir pekan nanti. Roy Keane menilai performa The Gunners saat ini menunjukkan tanda-tanda kecemasan yang sangat berbahaya.

Legenda Manchester United itu secara khusus menyoroti peran sentral Declan Rice. Ia menganggap sang gelandang belum maksimal dalam membimbing rekan setimnya di saat-saat penuh tekanan seperti sekarang.

1 dari 3 halaman

Sorotan Tajam untuk Declan Rice

Sorotan Tajam untuk Declan Rice

Selebrasi gelandang Arsenal, Declan Rice merayakan golnya ke gawang Leverkusen di leg kedua 16 besar Liga Champions, 18 Maret 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Para pemain Arsenal tampil jauh di bawah standar terbaik mereka saat bertamu ke markas Bournemouth. Keane merasa Rice perlu segera meningkatkan level pengaruhnya di dalam lapangan hijau agar tim tetap solid.

Gelandang Timnas Inggris tersebut dituntut untuk tampil lebih vokal dan berani. Ia harus mampu mengendalikan ritme serta mentalitas tim ketika rekan-rekannya mulai terlihat kehilangan fokus dalam pertandingan besar.

"Di sinilah Rice harus menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang sedikit lebih banyak. Saya tahu dia sudah melakukan yang terbaik di lapangan, tetapi dia harus bisa memegang kendali atas orang-orang di sekitarnya," ujar Keane melalui Sky Sports.

"Itu adalah performa yang gugup. Tidak masalah merasa gugup di olahraga level atas, tetapi ini soal bagaimana Anda menghadapinya, serta bagaimana pengambilan keputusan dan bahasa tubuh dari pemain tertentu," tambah Keane.

2 dari 3 halaman

Tanggung Jawab Pemain, Bukan Arteta

Tanggung Jawab Pemain, Bukan Arteta

Skuad Arsenal berkumpul sebelum duel lawan Bournemouth di Liga Inggris, Sabtu (11/04/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Mikel Arteta kini mulai mendapatkan tekanan besar dari para pendukung yang merasa khawatir. Akan tetapi, Keane justru membela sang manajer dan mengalihkan tanggung jawab sepenuhnya kepada para pemain di lapangan.

Pelatih asal Spanyol tersebut dinilai sudah berhasil membangun skuad yang sangat luar biasa. Kini, segalanya bergantung pada bagaimana para pemain mengeksekusi rencana tersebut tanpa membiarkan rasa takut merusak permainan.

"Di Arsenal, banyak masukan dalam beberapa hari terakhir yang menyudutkan Arteta karena fans merasa gugup. Tidak, ini adalah tanggung jawab para pemain," tegas pria asal Irlandia tersebut.

"Fans tidak akan melakukannya untuk Anda, manajer hanya bisa melakukan hal-hal tertentu saja. Dia sudah menyatukan skuad yang brilian, kalian berada di posisi yang bagus, jangan biarkan ini terlepas begitu saja," lanjutnya.

3 dari 3 halaman

Risiko Penyesalan Seumur Hidup

Risiko Penyesalan Seumur Hidup

Eberechi Eze merayakan gol pembuka bersama rekan-rekan setimnya dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Arsenal vs Leverkusen di Emirates Stadium, 18 Maret 2026 (c) AP Photo/Ian Walton

Keane memperingatkan para pemain Arsenal untuk tidak bermain terlalu rumit saat sedang merasa tertekan. Ia menyarankan strategi yang lebih lugas agar mereka tidak melakukan kesalahan konyol yang justru menguntungkan pihak lawan.

Ketegangan di internal tim harus segera dikelola dengan cara yang lebih tegas. Hubungan pertemanan di luar lapangan jangan sampai menghalangi keberanian untuk saling mengkritik demi menjaga peluang meraih gelar juara musim ini.

"Saat ini mereka membiarkan rasa gugup menguasai diri mereka. Anda harus menghadapi itu karena ini hanyalah soal keputusan dalam sepak bola," ungkap Keane memberikan peringatan keras.

"Saling tantang satu sama lain, jangan hanya menjadi teman baik bagi semua orang hingga berujung pada perselisihan. Jika mereka terpeleset di sini, mereka tidak akan pernah memaafkan diri mereka sendiri," tutupnya.

LATEST UPDATE