Premier League Terapkan Aturan Baru Kiper, Begini Cara Kerjanya

Gia Yuda Pradana | 28 Juli 2026 19:18
Premier League Terapkan Aturan Baru Kiper, Begini Cara Kerjanya
Pemain Manchester United, Bryan Mbeumo, melewati kiper Arsenal, David Raya, untuk mencetak gol pertama timnya dalam laga Premier League melawan Arsenal, Minggu (25/1/2026). (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Bola.net - Premier League akan memasuki musim 2026-27 dengan aturan baru yang mengubah cara penanganan kiper yang dianggap membuang waktu. Regulasi ini memaksa sebuah tim mengurangi jumlah pemain selama satu menit setelah kiper menerima perawatan medis di lapangan.

Perubahan tersebut menjadi langkah terbaru dalam upaya sepak bola Inggris mengurangi jeda pertandingan yang disengaja. Aturan ini dirancang untuk menutup celah yang sebelumnya masih memungkinkan kiper menghentikan laga tanpa konsekuensi besar.

Advertisement

Mulai musim depan, manajer harus memilih satu pemain non-kiper yang keluar sementara setelah wasit memanggil tim medis untuk menangani penjaga gawang. Kebijakan ini membuat strategi memperlambat tempo pertandingan melalui cedera palsu menjadi lebih berisiko.

Regulasi tersebut tidak hanya berlaku di kasta tertinggi Inggris, tetapi juga akan diterapkan dalam berbagai kompetisi nasional. Premier League menjadi salah satu kompetisi besar yang akan menjalankan aturan ini setelah mendapat persetujuan dari otoritas pembuat aturan sepak bola.

1 dari 4 halaman

Cara Kerja Hukuman Baru untuk Kiper

Aturan baru ini memberikan waktu 10 detik kepada manajer untuk memberi tahu ofisial keempat mengenai pemain non-kiper yang akan keluar sementara. Jika keputusan tidak diberikan tepat waktu, kapten tim yang harus meninggalkan pertandingan selama satu menit.

Jika kiper juga menjabat sebagai kapten, pemain non-kiper yang telah ditunjuk untuk berkomunikasi dengan wasit sebelum laga akan menjadi pemain yang terkena sanksi. Mekanisme ini dibuat agar tidak ada tim yang bisa menghindari pengurangan pemain.

Selama bertahun-tahun, beberapa pemain mendapat kritik karena memperlama pertandingan dengan meminta perawatan medis di momen tertentu. Celah tersebut semakin terlihat ketika kiper masih dapat kembali bermain setelah menerima tindakan medis ringan.

Manajer Leeds United, Daniel Farke, pernah mengkritik praktik tersebut saat membahas masalah sportivitas dalam pertandingan. “Kami tahu ini terjadi, tetapi jika kami tidak mendidik pemain dalam sepak bola tentang fair play, sportivitas dan hanya mencoba memanfaatkan aturan, Anda bahkan bisa melakukan cedera palsu untuk mendapatkan tambahan instruksi tim,” ujar Farke.

2 dari 4 halaman

Kondisi yang Membuat Tim Tidak Kehilangan Pemain

Tidak semua situasi perawatan medis untuk kiper akan langsung membuat tim kehilangan satu pemain. Ada beberapa pengecualian dalam penerapan aturan baru ini, yaitu:

  • Kiper menolak bantuan tim medis setelah berbeda pendapat dengan wasit.
  • Kiper mengalami pelanggaran tepat sebelum pertandingan dihentikan.
  • Terjadi benturan antara kiper dan pemain non-kiper, meski kejadian tersebut bukan pelanggaran.
  • Kiper mengalami pendarahan yang terlihat jelas.
  • Kiper mengalami cedera serius yang membutuhkan pergantian pemain atau mengalami gegar otak.

Pengecualian ini dibuat agar aturan tetap mempertimbangkan aspek keselamatan pemain. Wasit tetap memiliki ruang untuk menilai kondisi yang terjadi sebelum memberikan keputusan.

3 dari 4 halaman

Jadwal Penerapan dan Kompetisi yang Menggunakan Aturan

International Football Association Board (IFAB) telah memberikan persetujuan untuk penerapan uji coba aturan tersebut di Inggris. Laga Tranmere Rovers melawan Rochdale pada babak awal Carabao Cup menjadi pertandingan pertama yang menggunakan kebijakan ini pada 1 Agustus.

Di Premier League, pertandingan pembuka Arsenal melawan Coventry City pada 21 Agustus akan menjadi laga pertama yang menerapkan aturan tersebut. Kompetisi lain seperti Women’s Super League, FA Cup, Carabao Cup, Championship, League One, League Two, dan National League juga akan mengikuti aturan ini.

4 dari 4 halaman

Dampak Taktis bagi Klub Inggris

Perubahan ini berpotensi memengaruhi strategi klub, terutama ketika kiper mencoba menghentikan alur permainan. Namun, pengalaman dari aturan anti-membuang waktu sebelumnya menunjukkan bahwa penerapan keras biasanya membuat pemain lebih berhati-hati.

Kasus kiper memegang bola terlalu lama yang berujung hukuman tendangan sudut pernah menjadi perhatian besar. Setelah satu kasus mendapat hukuman, kejadian serupa jarang muncul karena pemain mulai memahami risiko dari tindakan tersebut.

Aturan baru Premier League ini kemungkinan tidak sering terlihat dalam pertandingan, tetapi efek pencegahannya menjadi tujuan utama. Klub harus menyesuaikan perilaku pemain agar tidak kehilangan satu pemain hanya karena mencoba mengulur waktu.

Sumber: Sports Illustrated

LATEST UPDATE