Rahasia Simpel Michael Carrick Hancurkan Man City: Lupakan Taktik Rumit, Kembali ke 'United Way'!

Afdholud Dzikry | 18 Januari 2026 07:00
Rahasia Simpel Michael Carrick Hancurkan Man City: Lupakan Taktik Rumit, Kembali ke 'United Way'!
Skuad Manchester United merayakan gol Bryan Mbeumo ke gawang Manchester City, Sabtu (17/01/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Michael Carrick tidak butuh mantra rumit untuk menaklukkan Manchester City. Dalam duel panas bertajuk Derbi Manchester di Old Trafford, Sabtu (18/1/2026) malam WIB, Setan Merah tampil "kesetanan" dengan pendekatan yang justru sangat sederhana.

Skor akhir 2-0 menjadi bukti sahih dominasi tuan rumah atas rival sekotanya itu. Namun, angka di papan skor sejatinya tidak menceritakan kisah seutuhnya dari jalannya laga.

Advertisement

Pasukan Josep Guardiola dibuat tak berkutik, bukan karena kalah penguasaan bola, melainkan oleh efektivitas serangan MU. Tiga gol dianulir offside dan dua tembakan membentur tiang gawang menunjukkan betapa mengerikannya gempuran tuan rumah.

Kiper Man City, Gianluigi Donnarumma, harus jatuh bangun melakukan penyelamatan gemilang agar timnya tidak kalah dengan skor memalukan. Lantas, apa resep rahasia Carrick dalam debut besarnya ini?

1 dari 4 halaman

Matinya Taktik Rumit, Hidupnya Kecepatan

Matinya Taktik Rumit, Hidupnya Kecepatan

Michael Carrick pada laga pekan ke-22 Premier League antara Manchester United vs Man City di Old Trafford (c) AP Photo/Dave Thompson

Carrick seolah membuang jauh-jauh buku taktik rumit yang sempat diterapkan di era Ruben Amorim. Tidak ada lagi ketergantungan pada wing-back yang kaku atau struktur serangan yang lambat.

Sebagai gantinya, ia mengembalikan "United Way" yang telah lama hilang sejak era Sir Alex Ferguson: kecepatan, intensitas tinggi, dan serangan langsung (direct).

Meski membiarkan City mendominasi penguasaan bola, MU justru terlihat jauh lebih berbahaya setiap kali memegang bola. Transisi kilat mereka membuat pertahanan City yang sedang badai cedera kocar-kacir.

"Bukan kapasitas saya untuk membedah di depan umum. Kami hanya ingin bermain dengan kekuatan kami," ujar Carrick kepada Sky Sports usai laga.

2 dari 4 halaman

Transformasi Patrick Dorgu dan Amad Diallo

Transformasi Patrick Dorgu dan Amad Diallo

Winger Manchester United, Amad Diallo berusaha melewati hadangan bek Manchester City, Nathan Ake di Old Trafford, 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Kunci dari permainan agresif ini terletak pada lebar lapangan yang dieksploitasi dengan sempurna. Carrick menempatkan Amad Diallo dan Patrick Dorgu sebagai motor serangan di sisi sayap.

Dorgu, yang sejatinya seorang full-back, disulap menjadi penyerang sayap yang mematikan. Keputusan ini terbayar lunas saat ia mencetak gol kedua Man United, melengkapi gol pembuka dari Bryan Mbeumo yang baru kembali dari Piala Afrika.

Perubahan ini sangat kontras dibanding era sebelumnya yang kerap memaksakan penyerang sayap bermain lebih ke dalam. Carrick membiarkan pemainnya berlari bebas dan menusuk pertahanan lawan.

"Dua pemain sayap, Amad dan Dorgu, sangat fantastis baik saat menyerang maupun bertahan," puji Carrick.

"Mbeumo dan Bruno Fernandes, Matheus Cunha masuk dan membuat perbedaan, Mount hampir mencetak gol. Semuanya berjalan sesuai harapan kami," tambahnya.

3 dari 4 halaman

Pesan Sederhana: Gunakan Energi Suporter!

Pesan Sederhana: Gunakan Energi Suporter!

Duel Lisandro Martinez dengan Erling Haaland di laga Manchester United vs Manchester City, Sabtu (17/01/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Selain taktik, Carrick menyuntikkan aspek emosional yang vital ke dalam skuadnya. Hal ini diungkapkan oleh Lisandro Martinez, yang kembali berduet dengan Harry Maguire di jantung pertahanan untuk pertama kalinya dalam 11 bulan.

Tidak ada instruksi yang memusingkan kepala. Sang pelatih hanya meminta para pemain untuk menyerap atmosfer Old Trafford dan menjadikannya senjata.

"Saya pikir satu hal penting yang dikatakan Michael Carrick adalah 'gunakan energi dari orang-orang (suporter)' dan, hari ini, saya pikir kami melakukannya," ungkap Martinez.

Dampaknya instan. Kiper Man United, Senne Lammens, nyaris tidak mendapatkan ujian berarti sepanjang 90 menit. Martinez menyebut kekompakan tim menjadi kunci gawang mereka tetap perawan.

"Ketika kami bersatu seperti ini, mustahil untuk kalah di kandang sendiri," tegas bek asal Argentina tersebut.

4 dari 4 halaman

Pertahanan yang "Bernyawa"

Musim ini, Man United sempat bermasalah dengan lini belakang yang kerap membuang poin saat melawan tim seperti Burnley dan Nottingham Forest. Namun di laga ini, mereka tampil solid sebagai satu unit.

Martinez memuji rekan-rekannya yang berani memenangkan setiap duel. Sorot mata para pemain, menurutnya, memancarkan energi yang berbeda dari biasanya.

"Ketika Anda bermain melawan pemain-pemain ini , tim harus bertahan. Bukan hanya satu atau dua pemain. Hari ini, kami bertahan dengan sangat baik, kami kompak sepanjang waktu," tutup Martinez.

LATEST UPDATE