Ranking 5 Manajer Chelsea era BlueCo, Siapa Paling Buruk?
Richard Andreas | 5 Mei 2026 16:16
Bola.net - Kursi pelatih Chelsea semakin panas sejak klub diambil alih BlueCo pada 2022, yaitu di bawah Todd Boehly dan kolega. Dalam empat musim terakhir, pergantian pelatih terjadi begitu cepat, mencerminkan ketidakstabilan yang belum juga teratasi.
Berbeda dengan era Roman Abramovich yang identik dengan trofi, periode baru ini justru diwarnai inkonsistensi dan eksperimen yang belum sepenuhnya berhasil.
Terbaru, Liam Rosenior menjadi korban berikutnya dari tekanan besar di Stamford Bridge. Dengan demikian, Chelsea akan memasuki musim 2026/2027 bersama manajer permanen keenam di era BlueCo.
Dari sejumlah nama yang sempat memimpin lebih dari 10 laga, berikut ranking lima manajer Chelsea di era ini, dari yang paling mengecewakan hingga yang paling sukses menjaga reputasi.
Frank Lampard: Masa Interim yang Berakhir Pahit
- Jumlah pertandingan: 11
- Persentase kemenangan: 9.1%
- Trofi yang diraih: 0
Frank Lampard sebenarnya memiliki awal yang cukup menjanjikan pada periode pertamanya sebagai pelatih Chelsea. Ia mampu membawa tim lolos ke Liga Champions di tengah larangan transfer musim 2019/2020.
Namun, cerita berbeda terjadi saat ia kembali sebagai pelatih interim di akhir musim 2022/2023. Dalam dua bulan masa jabatannya, performa tim justru semakin memburuk.
Lampard bahkan mencatat rekor negatif dengan kalah dalam empat laga awalnya sebagai pelatih, sesuatu yang belum pernah terjadi dalam sejarah klub.
Satu-satunya kemenangan datang saat mengalahkan Bournemouth 3-1, yang sekaligus mengakhiri tren enam kekalahan beruntun. Chelsea menutup musim di peringkat ke-12, finis terburuk mereka di liga sejak 1994.
Liam Rosenior: Awal Menjanjikan, Akhir Memprihatinkan

- Jumlah pertandingan: 23
- Persentase kemenangan: 47.8%
- Trofi yang diraih: 0
Liam Rosenior sempat memberi harapan di awal masa jabatannya. Ia membawa Chelsea meraih empat kemenangan beruntun di Premier League serta dua kemenangan di Liga Champions yang memastikan tiket ke fase berikutnya.
Meski begitu, performa tim merosot drastis setelah itu. Dari 11 laga terakhir di semua kompetisi, Chelsea hanya meraih satu kemenangan di luar laga melawan tim kasta kedua di FA Cup.
Lebih buruk lagi, Chelsea gagal mencetak gol ke gawang tim papan atas dalam enam pertandingan terakhir di bawah Rosenior. Bahkan setelah gol penyeimbang dari Enzo Fernandez melawan PSG, Chelsea kebobolan total 17 gol tanpa balas sebelum akhirnya Rosenior dipecat.
Graham Potter: Awal Era yang Penuh Kegagalan

- Jumlah pertandingan: 31
- Persentase kemenangan: 38.7%
- Trofi yang diraih: 0
Graham Potter menjadi manajer permanen pertama di era BlueCo setelah menggantikan Thomas Tuchel. Harapannya besar, terutama setelah sukses bersama Brighton.
Sayangnya, realitas di lapangan berkata lain. Potter hanya mampu membawa Chelsea meraih tujuh kemenangan dari 22 pertandingan liga. Ia juga mencatat rata-rata poin per pertandingan sebesar 1,27, terendah dalam sejarah klub untuk pelatih dengan lebih dari 20 laga.
Ia dipecat pada April 2023 setelah hanya meraih empat kemenangan sepanjang awal tahun. Meski sempat membawa tim ke perempat final Liga Champions, performa domestik yang buruk membuat masa jabatannya dianggap gagal.
Mauricio Pochettino: Stabil, Tapi Kurang Meyakinkan

- Jumlah pertandingan: 51
- Persentase kemenangan: 52.9%
- Trofi yang diraih: 0
Mauricio Pochettino datang dengan harapan membangun ulang Chelsea setelah musim buruk 2022/2023.
Awal musim memang tidak berjalan mulus, ditambah latar belakangnya sebagai mantan pelatih Tottenham yang membuat sebagian fans ragu. Namun, performa tim membaik di paruh kedua musim.
Chelsea hanya kalah sekali dalam 15 laga terakhir liga dan berhasil finis di posisi keenam, mengamankan tiket ke kompetisi Eropa. Selain itu, Pochettino juga membawa tim ke final Carabao Cup, meski kalah dari Liverpool.
Ia juga dianggap sukses mengoptimalkan performa Cole Palmer. Meski demikian, masa jabatannya tetap dinilai belum cukup untuk mengembalikan Chelsea ke level elite.
Enzo Maresca: Standar Baru di Era BlueCo

- Jumlah pertandingan: 92
- Persentase kemenangan: 59.7%
- Trofi yang diraih: 2
Enzo Maresca menjadi manajer paling sukses Chelsea di era BlueCo sejauh ini. Ditunjuk menjelang musim 2024/2025, ia langsung memberi dampak signifikan.
Chelsea sempat disebut sebagai kandidat juara di awal musim, sebelum akhirnya finis di posisi keempat dan mengamankan tiket Liga Champions yang pertama di era BlueCo.
Di level Eropa, Chelsea menjuarai UEFA Conference League dengan relatif mudah. Selain itu, mereka juga menjuarai Piala Dunia Antarklub 2025 dengan mengalahkan PSG secara meyakinkan.
Meski sempat mengalami penurunan performa dan akhirnya berpisah pada awal 2026, warisan Maresca tetap kuat. Ia menjadi satu-satunya pelatih yang memberikan dua trofi dalam satu musim penuh di era ini, sebuah pencapaian yang belum bisa ditandingi pendahulunya.
Jangan sampai ketinggalan infonya
Arne Slot Samai Rekor Buruk Rodgers Usai Liverpool Tumbang di Old Trafford, Alarm Bahaya Menyala?
Manchester United Incar Wonderkid Southampton Ini: Penerus Jangka Panjang Casemiro!
Dua Manuver Maut MU untuk Tikung Transfer Bintang Serie A ini ke Atletico Madrid
Gokil! Lolos UCL, MU Anggarkan Rp3,53 Triliun untuk Belanja Gelandang Baru
Bukan Rafael Leao, Manchester United Justru Kepincut dengan Bintang AC Milan Ini
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cole Palmer Bangkit di Bawah Xabi Alonso, Kini Kembali ke Timnas Inggris
Liga Inggris 18 September 2026, 19:07
-
Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Masih Bisa Tampil Lebih Baik
Liga Inggris 18 September 2026, 17:22
-
Todd Boehly Lepas Saham Chelsea, Begini Reaksi Xabi Alonso
Liga Inggris 18 September 2026, 16:47
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 19-20 September 2026
Liga Inggris 18 September 2026, 16:33
-
Jadwal Premier League 2026/27 Pekan Ke-5: Head-to-Head Beberapa Laga Menarik di Vidio
Liga Inggris 18 September 2026, 16:13
LATEST UPDATE
-
Raphinha Ingin Perpanjang Kontrak dan Pensiun di Barcelona
Liga Spanyol 19 September 2026, 00:15
-
Link Live Streaming Brentford vs Chelsea 19 September 2026
Liga Inggris 18 September 2026, 23:40
-
MU Terpuruk, Michael Carrick Tegaskan Tak Pikirkan Masa Depannya
Liga Inggris 18 September 2026, 23:25
-
Mikel Arteta Bicara Kontrak Baru di Arsenal: Tidak Perlu Khawatir
Liga Inggris 18 September 2026, 22:50
-
Persaingan Asian Games 2026 Womens Basketball: Jepang Mendominasi Grup B Saksikan di Vidio
Basket 18 September 2026, 22:38
-
Dibandingkan Sir Alex Ferguson, Begini Respons Mikel Arteta
Liga Inggris 18 September 2026, 21:40
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Isenmulang 19 September 2026
Bola Indonesia 18 September 2026, 21:14
-
Hasil Madura United vs PSIM: Laskar Sape Kerrab Comeback dan Menang 2-1
Bola Indonesia 18 September 2026, 21:02
-
Wajah Baru Timnas Belanda di Era Xavi Hernandez, Memphis Depay Tidak Dipanggil
Piala Eropa 18 September 2026, 20:34
-
Cristiano Ronaldo Kembali Dipanggil Portugal untuk Nations League
Piala Eropa 18 September 2026, 20:26
-
Daftar Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Jay Idzes Absen
Tim Nasional 18 September 2026, 20:18
-
Link Live Streaming Opening Ceremony Asian Games 2026 di Vidio
Olahraga Lain-Lain 18 September 2026, 19:42
-
Hasil Voli Putri Asian Games 2026: Indonesia Tunduk dari Jepang, Lolos sebagai Runner-up
Voli 18 September 2026, 19:33
-
Cole Palmer Bangkit di Bawah Xabi Alonso, Kini Kembali ke Timnas Inggris
Liga Inggris 18 September 2026, 19:07
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

