Rapor Pemain Manchester United di Paruh Pertama Musim 2025/2026: Senne Lammens Gacor, Benjamin Sesko Amsyong

Ari Prayoga | 1 Januari 2026 18:37
Rapor Pemain Manchester United di Paruh Pertama Musim 2025/2026: Senne Lammens Gacor, Benjamin Sesko Amsyong
Pemain Manchester United Matheus Cunha tampak kecewa di lapangan seusai pertandingan Premier League melawan Wolverhampton, Rabu (31/12/2025). (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Manchester United menutup paruh pertama Premier League musim 2025/2026 di posisi keenam klasemen. Catatan delapan kemenangan, lima kekalahan, dan enam hasil imbang menunjukkan stabilitas yang belum sepenuhnya berbuah maksimal. Enam kali United gagal mempertahankan keunggulan 1-0 menjadi alasan utama Setan Merah tertahan di luar zona Liga Champions.

Dengan peluang meraih trofi praktis hanya tersisa di Piala FA. di mana mereka akan menjamu Brighton pada putaran ketiga, ada kekhawatiran musim ini bisa berakhir tanpa gelar.

Advertisement

Jika itu terjadi, United akan mencatatkan musim nir-trofi paling awal sejak 1988. Di tengah situasi tersebut, performa individu pemain asuhan Ruben Amorim menjadi sorotan.

Paruh musim ini menggambarkan Manchester United yang berada di antara harapan dan realita. Ada fondasi yang mulai terbentuk di bawah Ruben Amorim, namun lubang besar masih terlihat di beberapa sektor kunci.

Dengan jadwal padat dan tekanan tinggi di paruh kedua musim, konsistensi dan ketajaman akan menentukan apakah United mampu menyelamatkan musim, atau kembali menelan pil pahit tanpa trofi.

Berikut rapor paruh musim Manchester United selengkapnya.

1 dari 5 halaman

Kiper

Kiper

Kiper Manchester United, Senne Lammens (c) MUFC Official

Senne Lammens – 8
Kiper muda ini tampil meyakinkan sejak dipercaya sebagai starter. Refleks tajam dan ketenangan saat ditekan membuat United jarang kebobolan karena kesalahan sendiri. Nilai transfer yang masuk akal membuat performanya terasa semakin impresif.

Altay Bayindir – 3
Kesempatan emas gagal dimanfaatkan. Serangkaian blunder membuatnya kehilangan kepercayaan pelatih dan publik. Penampilannya justru menimbulkan keraguan di sektor penjaga gawang.

2 dari 5 halaman

Bek

Bek

Bek Manchester United, Harry Maguire (c) Premier League Official

Diogo Dalot – 5
Sempat melewati periode terburuknya bersama United. Performa membaik setelah mendapat kritik langsung dari Amorim, tetapi kontribusinya sepanjang paruh musim masih tergolong biasa.

Noussair Mazraoui – 4
Cedera dan tugas internasional membuat musim keduanya terganggu. Fleksibilitas posisi memang membantu, namun perannya kini lebih sering sebagai pelapis.

Harry Maguire – 5
Cedera panjang membatasi kontribusinya. Meski demikian, gol-gol krusial di laga besar tetap membuat namanya dikenang fans United musim ini.

Matthijs de Ligt – 6
Bek paling konsisten sebelum cedera punggung. Kehadirannya terasa saat absen, termasuk gol penting yang menyelamatkan United dari kekalahan.

Lisandro Martinez – 6
Baru kembali dari cedera panjang, namun langsung menunjukkan jiwa pemimpin. Diprediksi bakal menjadi pilihan utama jika kebugaran terjaga.

Ayden Heaven – 6
Awalnya kesulitan dan kerap menjadi titik lemah, tetapi perlahan bangkit. Penampilan solid di beberapa laga terakhir menaikkan nilainya.

Leny Yoro – 5
Sempat mencuri perhatian di awal musim, namun rotasi membuat ritmenya terganggu. Konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah.

Luke Shaw – 7
Ironisnya, pemain yang dikenal rentan cedera justru tampil paling stabil. Perannya di bek tengah maupun kiri sangat vital bagi skema Amorim.

Patrick Dorgu – 4
Mulai menunjukkan peningkatan setelah kritik keras pelatih. Namun performa buruk di awal musim menurunkan nilai keseluruhan.

3 dari 5 halaman

Gelandang

Gelandang

Selebrasi Bruno Fernandes usai membobol gawang Wolverhampton (c) MUFC Official

Bruno Fernandes – 8
Jantung permainan United. Kreativitas, visi, dan kepemimpinannya membuatnya tetap menjadi pemain paling berpengaruh di skuad.

Casemiro – 6
Masih berguna lewat pengalaman dan gol-gol penting. Namun usia mulai memengaruhi agresivitas dan konsistensi permainannya.

Manuel Ugarte – 3
Belum memberi dampak signifikan. Adaptasi dengan sistem Amorim berjalan lambat, bahkan kerap dikaitkan dengan hasil negatif tim.

Kobbie Mainoo – 3
Kesempatan bermain minim dan gagal dimanfaatkan. Cedera serta isu di luar lapangan turut memengaruhi penilaiannya.

4 dari 5 halaman

Penyerang

Penyerang

Striker Manchester United, Benjamin Sesko (c) MUFC Official

Mason Mount – 7
Saat fit, selalu memberi dampak positif. Kontribusi gol dan etos kerja tinggi membuatnya perlahan menepis “kutukan nomor 7” di Old Trafford.

Bryan Mbeumo – 7
Top skor tim sejauh ini. Kolaborasinya dengan Amad di sisi kanan menjadi senjata paling berbahaya United.

Matheus Cunha – 6
Tampil menonjol di laga besar dan cepat merebut hati fans. Sayangnya, produktivitas gol belum sebanding dengan kualitas permainannya.

Amad – 7
Lebih dari sekadar statistik gol. Konsistensinya di sisi kanan dan chemistry dengan Mbeumo menjadikannya aset penting sebelum berangkat ke AFCON.

Benjamin Sesko – 3
Produktivitas jauh dari harapan untuk striker berharga mahal. Kegagalan memaksimalkan peluang menjadi sorotan utama.

Joshua Zirkzee – 3
Kerja keras tak sebanding dengan dampak di lapangan. Masa “pemain favorit dadakan” telah berlalu dan masa depannya di United dipertanyakan.

Sumber: The Sun

LATEST UPDATE