Rasanya Jadi Pemain Tottenham Meski Selamat dari Degradasi: Musim Ini Memalukan!

Richard Andreas | 25 Mei 2026 13:02
Rasanya Jadi Pemain Tottenham Meski Selamat dari Degradasi: Musim Ini Memalukan!
Skuad Tottenham merayakan gol Richarlison ke gawang Liverpool, Minggu (15/3/2026) (c) Tottenham Official

Bola.net - Tottenham akhirnya memastikan diri tetap bertahan di Premier League setelah meraih kemenangan krusial 1-0 atas Everton pada laga terakhir musim. Hasil itu menyelamatkan Spurs dari degradasi setelah menjalani musim yang penuh kekacauan.

Kebangkitan Tottenham di akhir musim tidak lepas dari peran Roberto De Zerbi. Pelatih asal Italia tersebut datang ketika situasi klub sedang terpuruk dan berhasil membawa Spurs keluar dari zona berbahaya.

Advertisement

Meski berhasil bertahan, bek sekaligus kapten sementara Tottenham, Micky van de Ven, tetap meluapkan rasa frustrasinya. Ia menilai performa tim sepanjang musim sama sekali tidak pantas untuk klub dengan kualitas pemain seperti Tottenham.

1 dari 3 halaman

Van de Ven Sebut Musim Tottenham Memalukan

Van de Ven Sebut Musim Tottenham Memalukan

Bek Tottenham, Micky van de Ven (c) Tottenham Official

Tottenham hanya mampu memenangkan tujuh pertandingan dari 31 laga pertama mereka musim ini. Situasi itu membuat klub terjebak dalam persaingan menghindari degradasi hingga pekan terakhir.

Kedatangan De Zerbi memberi perubahan penting bagi Spurs. Dalam tujuh pertandingan pertamanya, Tottenham mencatat tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan untuk memastikan tetap berada di kasta tertinggi.

Meski begitu, Van de Ven menegaskan bahwa pencapaian itu tidak cukup untuk menutupi buruknya perjalanan musim mereka. Saat berbicara kepada BBC Match of the Day, bek asal Belanda itu menyampaikan kritik tajam terhadap performa tim.

“Tidak bisa diterima bahwa pertandingan terakhir musim ini kami bermain untuk menghindari degradasi,” ujar Van de Ven.

"Klub ini memiliki pemain-pemain luar biasa. Sangat memalukan membiarkannya sampai ke hari terakhir, tetapi kami melakukannya, dan itu yang terpenting."

2 dari 3 halaman

Van de Ven Akui Musim Ini Sangat Berat

Van de Ven juga mengaku merasakan emosi besar setelah peluit akhir pertandingan melawan Everton. Ia menyebut musim ini menjadi salah satu periode paling sulit dalam kariernya.

Bek berusia 25 tahun itu hampir selalu tampil sepanjang musim dan menjadi salah satu pemain paling konsisten Tottenham. Absennya Cristian Romero membuat Van de Ven juga beberapa kali dipercaya mengenakan ban kapten.

“Sejujurnya, saya lebih merasa emosional setelah peluit akhir berbunyi. Ini juga menjadi musim yang sulit bagi saya secara pribadi,” lanjutnya.

"Saya bermain hampir di setiap pertandingan, dan saya sangat menderita. Emosinya benar-benar bahagia, dan kami tidak boleh membiarkan hal ini terjadi lagi."

3 dari 3 halaman

Perbaikan Besar Tottenham

Di tengah performa buruk Tottenham secara kolektif, Van de Ven justru menikmati musim individu yang solid. Ia tampil dalam 45 pertandingan di semua kompetisi, termasuk Liga Champions, dengan catatan tujuh gol dan satu assist.

Tottenham kini diperkirakan akan melakukan pembenahan besar dalam skuad demi memastikan musim buruk seperti ini tidak kembali terulang.