Saran Legenda Arsenal untuk Viktor Gyokeres: Berguru Sana ke Kai Havertz

Dimas Ardi Prasetya | 13 Maret 2026 02:43
Saran Legenda Arsenal untuk Viktor Gyokeres: Berguru Sana ke Kai Havertz
Duel fisik Pascal Gross dan Viktor Gyokeres dalam laga Liga Inggris antara Brighton vs Arsenal di American Express Stadium, 5 Maret 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Kehadiran Viktor Gyokeres di lini depan Arsenal langsung mencuri perhatian sejak ia didatangkan dari Sporting Lisbon pada musim panas lalu. Striker asal Swedia itu dibeli dengan nilai transfer sekitar £55 juta dan diproyeksikan menjadi ujung tombak baru dalam proyek Mikel Arteta.

Secara fisik, Gyokeres terbukti mampu merepotkan para bek di Premier League. Kekuatan, kecepatan, dan agresivitasnya membuatnya sering menjadi pusat serangan The Gunners.

Advertisement

Namun perjalanan Gyokeres di musim pertamanya tidak selalu berjalan mulus. Ia beberapa kali tampil dominan, tetapi tak jarang juga terlihat kesulitan beradaptasi dengan tempo cepat sepak bola Inggris.

Situasi itu membuat legenda Arsenal, Anders Limpar, memberikan pandangan jujur tentang perkembangan sang striker. Menurutnya, Gyokeres masih memiliki satu aspek penting yang harus segera diperbaiki jika ingin menjadi striker kelas dunia di Emirates Stadium.

1 dari 3 halaman

Limpar Nilai Gyokeres Harus Memperbaiki Teknik Dasar

Limpar Nilai Gyokeres Harus Memperbaiki Teknik Dasar

Pemain Arsenal, Viktor Gyokeres, merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Premier League melawan Tottenham Hotspur, Minggu (22/2/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Ian Walton

Gyokeres memang sudah menjadi titik fokus serangan Arsenal sepanjang musim ini. Akan tetapi, kontribusinya masih dianggap belum sepenuhnya stabil dalam skema permainan tim.

Dari total 39 penampilan di semua kompetisi musim ini, penyerang berusia 27 tahun itu mencetak 15 gol. Sepuluh gol di antaranya tercipta di Premier League, tetapi jumlah itu masih tertinggal dari beberapa striker rival seperti Hugo Ekitike, Joao Pedro, Antoine Semenyo, Igor Thiago, hingga Erling Haaland.

Limpar menilai persoalan utama Gyokeres bukan terletak pada naluri mencetak golnya. Menurut mantan pemain Arsenal itu, aspek teknik dalam menguasai dan mengolah bola masih perlu ditingkatkan agar ia bisa lebih efektif dalam sistem permainan tim.

"Kita terlalu sering melihat bola memantul darinya. Ia perlu meningkatkan sisi teknis permainannya. Menurut saya, Gabriel Jesus bahkan tidak mendekati Viktor dalam hal kemampuan mencetak gol, tetapi di sisi lain Viktor bahkan tidak mendekati Jesus dalam hal tekniknya," cetusnya pada Fruityking, via Goal.

"Ia sangat halus. Ia menerima bola dengan baik. Ia melibatkan orang lain dalam permainan. Kita telah melihat itu dari Jesus ketika ia dalam kondisi fit. Ia bisa luar biasa dalam mengontrol bola," pujinya.

2 dari 3 halaman

Belajar dari Havertz dan Gabriel Jesus

Belajar dari Havertz dan Gabriel Jesus

Pemain Arsenal, Kai Havertz, setelah mencetak gol lewat tendangan penalti dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Bayer Leverkusen, Kamis (12/3/2026). (c) AP Photo/Martin Meissner

Limpar kemudian secara khusus menyarankan pada Gyokeres untuk berguru ke Kai Havertz dan Gabriel Jesus. Sebab dua pemain itu dianggap memiliki kemampuan teknis lebih halus.

Menurut Limpar, Havertz memiliki kemampuan luar biasa dalam menjaga bola dan membuat aliran permainan tetap hidup. Hal itu menjadi kualitas penting bagi striker modern dalam sistem permainan seperti yang diterapkan Arteta.

"Viktor perlu memperhatikan Kai Havertz. Ketika bola diberikan kepada Havertz, ia tidak pernah kehilangan bola dan itu adalah pencapaian terbaik yang bisa dimiliki seorang pemain, dan itu adalah aset terbaik yang dimiliki Havertz, tetapi ia tidak secepat Viktor dan ia tidak memiliki insting mencetak gol seperti Viktor," terangnya.

"Jika Viktor dapat meningkatkan sisi teknis permainannya, fokus pada teknik setiap hari dalam latihan, pada menerima bola dan mempertahankannya serta lebih terlibat dalam permainan, ia bisa menjadi salah satu pemain hebat Arsenal," klaim Limpar.

LATEST UPDATE