
Bola.net - Arsenal menunjukkan mental kuat saat menahan Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025-2026. Pertandingan di BayArena berakhir 1-1 setelah Arsenal mencetak gol penyeimbang pada menit akhir.
Arsenal sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Robert Andrich di awal babak kedua. Namun tim tamu tetap menjaga intensitas permainan hingga mendapatkan penalti yang diselesaikan Kai Havertz.
Hasil ini membuat Arsenal pulang dari Jerman dengan posisi yang cukup menguntungkan menjelang leg kedua. Tim asuhan Mikel Arteta kini memiliki peluang besar untuk menuntaskan pekerjaan di kandang sendiri.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Arsenal Tertinggal oleh Gol Andrich

Arsenal memulai pertandingan dengan ritme tinggi dan sempat mendekati gol pembuka lewat peluang Gabriel Martinelli. Sepakan kerasnya mengenai mistar gawang setelah menerima umpan Viktor Gyokeres.
Namun, Leverkusen bertahan disiplin sepanjang babak pertama sehingga peluang Arsenal sulit berkembang. Laga kemudian berubah pada awal babak kedua saat Robert Andrich menyundul bola dari situasi sepak pojok Alex Grimaldo.
Gol tersebut membuat tuan rumah semakin percaya diri dan menekan pertahanan tim tamu. Arsenal juga sempat kesulitan mengembangkan serangan karena lini tengah Leverkusen tampil solid.
Peran Penting Pergantian Pemain Arteta

Mikel Arteta merespons situasi dengan memasukkan Noni Madueke dan Kai Havertz dari bangku cadangan. Kedua pemain ini memberikan perubahan besar pada intensitas serangan Arsenal.
Madueke beberapa kali menusuk ke area kotak penalti dan memaksa lini belakang Leverkusen bekerja keras. Tekanan tersebut akhirnya menghasilkan momen penting menjelang akhir pertandingan.
Tusukan Madueke dihentikan tekel Malik Tillman di dalam kotak penalti sehingga wasit menunjuk titik putih. Keputusan ini membuka kesempatan bagi Arsenal untuk menyamakan kedudukan.
Penalti Havertz Selamatkan Arsenal

Kai Havertz yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang pada menit ke-89. Tendangan penaltinya mengarah ke sudut gawang dan tidak mampu dijangkau Janis Blaswich.
Perayaan Havertz berlangsung sederhana karena ia pernah menghabiskan satu dekade masa muda bersama Leverkusen. Akan tetapi, gol tersebut menjadi penyelamat penting bagi Arsenal dalam duel dua leg ini.
Hasil imbang membuat rekor kemenangan sempurna Arsenal di Liga Champions musim ini terhenti. Namun, hasil tersebut tetap bernilai besar karena mereka membawa modal positif menuju leg kedua pekan depan.
Sumber: BBC Sport
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 11:417 Laga Piala Dunia dengan Kartu Merah Terbanyak dalam Sejarah
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 12 Juni 2026 12:58Teka Teki Lansia 70 Tahun jadi Target Penculik di PIK
-
Liputan6 12 Juni 2026 12:42Kronologi Lansia 70 Tahun Lawan Penculik di PIK
-
Liputan6 12 Juni 2026 12:34Cerita Lansia 70 Tahun Melawan Penculik di PIK
-
Liputan6 12 Juni 2026 12:10KSP Dudung: Pemerintah Buka Ruang Masyarakat Sampaikan Kritik
-
Liputan6 12 Juni 2026 12:05Nasib 2 Pelaku Bully Bocah Tersetrum hingga Koma
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257448/original/081969600_1781242461-InShot_20260612_111941327.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257453/original/044273900_1781243419-Oh-Hyeon-gyu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562151/original/092484300_1776790649-Prabowo_Dudung.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256066/original/078664300_1781146615-Desain_tanpa_judul__5_.jpg)
