Senne Lammens Selalu Siap Hadapi 'Royal Rumble' di Kotak Penalti Man United
Ari Prayoga | 27 Februari 2026 06:32
Bola.net - Kiper utama Manchester United, Senne Lammens, menegaskan dirinya siap menghadapi kerasnya duel udara dan “perang” di kotak penalti yang menjadi ciri khas Premier League.
Penjaga gawang berusia 23 tahun itu tengah menikmati sorotan setelah tampil impresif dalam kemenangan 1-0 di markas Everton, Selasa (24/2/2026) dini hari WIB.
Dalam laga tersebut, Lammens mencatatkan clean sheet tandang pertamanya di Premier League bersama Setan Merah.
Tampil Tenang di Tengah Kekacauan

Salah satu momen krusial dalam pertandingan itu terjadi saat Everton terus menekan lewat skema bola mati. Situasi sepak pojok yang padat dan penuh kontak fisik disebut gelandang MU, Kobbie Mainoo, layaknya “kerusuhan Royal Rumble atau WrestleMania”.
Namun di tengah kerumunan pemain dan dorong-dorongan di area kotak penalti, Lammens justru tampil tenang. Ia berani keluar dari sarangnya untuk memotong umpan silang dan mengamankan bola di udara, sesuatu yang sebelumnya menjadi titik lemah MU pada awal musim.
Manajer Everton, David Moyes, bahkan mengakui dirinya sempat meremehkan kemampuan Lammens dalam mengantisipasi bola-bola mati. Sementara legenda MU yang kini menjadi analis, Gary Neville, menyematkan predikat man of the match kepada kiper asal Belgia tersebut.
Lammens: Ada Unsur Perang di Dalamnya

Lammens tak menampik bahwa duel di kotak penalti Premier League sering kali terasa seperti pertempuran kecil. Meski begitu, ia justru menikmatinya.
“Memang harus ada aturan yang jelas, tidak boleh berlebihan. Tapi saya menikmati situasi seperti itu, keluar sedikit dari zona nyaman dan menghadapi tantangan tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, meski banyak tubuh mengelilinginya saat sepak pojok, ia tetap percaya diri untuk maju menyongsong bola. “Itu memberi saya perasaan bahwa saya melakukan pekerjaan dengan baik,” tambahnya.
Ia juga menyinggung kemungkinan evaluasi dari otoritas wasit terkait perlindungan terhadap kiper dalam situasi bola mati. Namun secara pribadi, Lammens tidak keberatan dengan intensitas tinggi tersebut.
“Ini Premier League. Ada fisik, ada sedikit ‘perang’ di kotak penalti. Itu salah satu kekuatan saya. Jadi kadang saya justru menyukai tantangannya,” tegasnya.
Jawaban atas Keraguan di Awal Musim

Kedatangan Lammens enam bulan lalu sempat dipandang sebagai langkah jangka panjang. Apalagi sebelumnya dua kiper MU, Andre Onana dan Altay Bayindir, beberapa kali melakukan kesalahan saat mengantisipasi umpan silang di awal musim.
Kini, Lammens perlahan menjawab ekspektasi. Postur tubuh yang besar dan kekuatan fisik menjadi modal penting untuk bersaing di liga paling kompetitif di dunia.
“Anda harus kuat dan tidak mudah didorong. Saya memang selalu punya postur lebih besar dan bobot yang cukup. Itu jadi nilai positif di Premier League,” katanya.
Ia juga menilai prinsip dasar teknik menjaga gawang tetap sama seperti saat bermain di Belgia, hanya saja intensitas dan jumlah pemain di kotak penalti lebih banyak.
“Rekan setim juga membantu saya dengan melakukan blocking terhadap lawan. Semua harus beradaptasi. Sebagai kiper, Anda harus melatihnya dan terus berkembang.”
Bukti Ketertarikan Manchester United

Lammens percaya karakter fisik dan keberaniannya dalam duel udara menjadi salah satu alasan Manchester United merekrutnya.
“Saya rasa mereka tahu seperti apa kerasnya Premier League. Mungkin itu juga mengapa mereka tertarik pada saya,” tuturnya.
Dengan performa solid dan mentalitas siap tempur di area paling rawan, Lammens kini tak sekadar menjadi sensasi sesaat. Ia mulai menegaskan diri sebagai tembok baru di bawah mistar Manchester United, siap menghadapi setiap sepak pojok layaknya sebuah pertarungan.
Sumber: The Sun
Klasemen Premier League 2025/2026
Jangan Lewatkan!
- Benjamin Sesko Tempa Diri Ribuan Kilometer ke Dubai, Hasilnya: Jadi Penentu Kemenangan Man United atas Everton
- Kobbie Mainoo Bersinar di Era Michael Carrick, tapi Masa Depannya di Man United Masih Tanda Tanya
- 3 Alasan Juan Mata Dukung Michael Carrick Jadi Manajer Permanen Man United: Sosok Sempurna untuk Setan Merah
- Diperingatkan Soal Tekanan di Manchester United, Senne Lammens Justru Tampil Tanpa Beban
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Virgil van Dijk Minta Liverpool Tampil Istimewa saat Hadapi PSG
Liga Champions 13 April 2026, 21:19
-
Man United Pertimbangkan Tukar Manuel Ugarte dengan Sandro Tonali
Liga Inggris 13 April 2026, 20:57
-
Ketika Legenda MU Jagokan Man City Juara Premier League 2025/2026
Liga Inggris 13 April 2026, 20:48
LATEST UPDATE
-
Dominik Szoboszlai Yakin Liverpool Bisa Balikkan Keadaan Lawan PSG
Liga Champions 14 April 2026, 01:00
-
Real Madrid Fokus Perkuat Empat Posisi di Bursa Transfer Musim Panas
Liga Spanyol 14 April 2026, 00:01
-
Tottenham Dekati Andy Robertson, Negosiasi Masuk Tahap Lanjut
Liga Inggris 13 April 2026, 23:30
-
Live Streaming Liga Inggris Man United vs Leeds: Tayang di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 13 April 2026, 22:45
-
Jadwal Lengkap Piala AFF U-17 2026
Tim Nasional 13 April 2026, 21:44
-
Virgil van Dijk Minta Liverpool Tampil Istimewa saat Hadapi PSG
Liga Champions 13 April 2026, 21:19
LATEST EDITORIAL
-
5 Calon Klub Baru Andy Robertson Setelah Tinggalkan Liverpool
Editorial 13 April 2026, 22:39
-
Jangan Panik! 5 Alasan Arsenal Masih Punya Harapan Besar Juara Premier League
Editorial 13 April 2026, 22:21
-
5 Pelatih Sepak Bola Terkaya 2026, Pep Guardiola Hanya Posisi Ketiga
Editorial 10 April 2026, 17:51
-
Bangun Era Baru, 5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Masa Depan Liverpool
Editorial 10 April 2026, 17:32




