Sisi Lain Mikel Arteta di Mata Riccardo Calafiori: Antara Cinta dan Benci dalam Latihan

Afdholud Dzikry | 22 Mei 2026 16:35
Sisi Lain Mikel Arteta di Mata Riccardo Calafiori: Antara Cinta dan Benci dalam Latihan
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, bereaksi dalam pertandingan Premier League melawan Bournemouth di London, Inggris, Sabtu (11/4/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Bola.net - Bek Arsenal, Riccardo Calafiori, memberikan pujian besar kepada Mikel Arteta jelang final penting melawan PSG, Sabtu 30 Mei 2026. Pemain asal Italia itu mengaku berkembang pesat sejak bergabung dengan Arsenal dan merasakan langsung standar tinggi yang diterapkan sang manajer.

Calafiori menilai Arteta bukan hanya piawai menyusun taktik, tetapi juga mampu membentuk mental para pemain. Ia merasa lingkungan kompetitif di London Utara membuatnya terus terdorong untuk berkembang.

Advertisement

Kini, Arsenal bersiap menghadapi salah satu laga terbesar musim ini saat bertemu PSG. Bagi Calafiori, pertandingan itu bukan sekadar final, melainkan kesempatan untuk menutup musim dengan pencapaian istimewa.

1 dari 3 halaman

Rahasia Dedikasi Tinggi Arteta

Rahasia Dedikasi Tinggi Arteta

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Menurut Calafiori, salah satu alasan utama Arsenal berkembang musim ini adalah dedikasi penuh Arteta terhadap pekerjaannya. Sang manajer disebut tak pernah berhenti mencari detail kecil untuk meningkatkan kualitas tim.

Pemain berusia 24 tahun itu mengaku sering mendapat evaluasi langsung dalam setiap sesi latihan. Kadang terasa melelahkan, tetapi justru itu yang membuatnya berkembang lebih cepat.

"Saya belum pernah memiliki pelatih yang begitu mendedikasikan diri pada pekerjaannya seperti Arteta, yang ingin berkembang begitu banyak. Itulah rahasianya, dan dia menularkannya kepada semua orang, termasuk saya," tutur Riccardo Calafiori.

"Tidak ada satu pun sesi latihan di mana dia tidak memberi tahu saya bagian mana yang harus diperbaiki. Dia tahu itu dan dia tahu kami bisa mencapai level yang lebih tinggi dari ini. Terkadang saya membencinya, dan terkadang saya menyayanginya, dan itu tidak apa-apa," tambahnya.

2 dari 3 halaman

Reuni Emosional dengan Luis Enrique di Final

Reuni Emosional dengan Luis Enrique di Final

Ekspresi Luis Enrique seusai PSG dinyatakan lolos ke Final Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Matthias Schrader

Final nanti juga menghadirkan momen pribadi bagi Calafiori. Ia akan kembali bertemu Luis Enrique, pelatih yang sempat dikenalnya saat masih menembus tim utama AS Roma beberapa tahun lalu.

Kini situasinya berbeda. Luis Enrique datang sebagai pelatih PSG, sementara Calafiori berusaha membawa Arsenal meraih trofi Eropa.

"Saya baru saja tiba di Roma ketika dia melatih di sana. Di mana saya berada hari ini masih terasa seperti mimpi; saya tidak pernah membayangkannya. Sekarang setelah saya di sini, saya berharap bisa mengangkat trofi yang lain juga," kata Riccardo Calafiori.

3 dari 3 halaman

Fleksibilitas Taktik Menjadi Senjata Utama

Fleksibilitas Taktik Menjadi Senjata Utama

Bek Arsenal, Riccardo Calafiori. (c) AP Photo/Kin Cheung

Kemampuan bermain di beberapa posisi membuat Calafiori menjadi salah satu pemain penting dalam sistem Arteta. Ia bisa dimainkan sebagai bek tengah maupun bek kiri tanpa banyak kesulitan.

Kebebasan dalam skema permainan Arsenal juga membuatnya lebih nyaman menampilkan kemampuan terbaik. Calafiori merasa para pemain diberi ruang untuk berkembang, selama tetap mengikuti disiplin yang diterapkan tim.

"Itu adalah sesuatu yang telah saya kuasai dengan baik selama beberapa tahun terakhir. Di tim ini, semua orang bisa mengekspresikan diri mereka yang terbaik, dan saya bisa berkontribusi dengan cara ini. Saya sangat bahagia," jelas Riccardo Calafiori.

Arsenal kini memasuki tahap akhir persiapan menuju final. Dengan rasa percaya diri yang sedang tinggi, skuad asuhan Arteta berharap bisa menutup musim dengan trofi Eropa yang sudah lama mereka incar.

LATEST UPDATE