Steve Holland, Sosok 'Bad Cop' Inggris yang Dipercaya Michael Carrick Jaga Ruang Ganti Manchester United
Ari Prayoga | 14 Januari 2026 10:54
Bola.net - Manchester United kembali memasuki fase transisi ketika Michael Carrick dipercaya menjadi pelatih interim. Di tengah situasi klub yang kerap dilanda tekanan dan sorotan, Carrick membutuhkan sosok berpengalaman di belakang layar. Nama Steve Holland pun muncul sebagai figur penting yang dinilai mampu menjaga stabilitas, disiplin, dan ketenangan ruang ganti Setan Merah.
Steve Holland bukan nama sembarangan di dunia kepelatihan Inggris. Pria berusia 55 tahun itu bahkan pernah mendapat pengakuan langsung dari Kerajaan Inggris dengan dianugerahi gelar MBE pada New Year’s Honours 2022.
Penghargaan tersebut diberikan atas perannya sebagai asisten Gareth Southgate saat Timnas Inggris melaju ke final Euro 2020, pencapaian bersejarah setelah penantian 55 tahun.
Namun, rekam jejak Holland di level klub, khususnya bersama Chelsea, menjadi faktor utama mengapa Carrick tertarik mengajaknya bergabung. Selama delapan tahun di Stamford Bridge, Holland dikenal sebagai sosok tenang, tegas, dan tak banyak basa-basi, karakter yang sangat dibutuhkan di klub dengan dinamika tinggi seperti Manchester United.
Teruji di Chelsea dan Dihormati Para Pelatih Top
Holland naik ke tim utama Chelsea pada 2011 setelah sebelumnya menangani tim cadangan. Sejak saat itu, ia bekerja di bawah enam manajer berbeda, mulai dari Roberto Di Matteo, Rafa Benitez, Guus Hiddink, Jose Mourinho, hingga Antonio Conte. Bertahan di lingkungan sekeras Chelsea dan tetap dipercaya lintas era bukanlah hal mudah.
Ia dikenal “unflappable”, tak mudah goyah dalam situasi krisis. Saat Chelsea berganti pelatih di tengah musim, Holland menjadi figur penyeimbang yang memastikan para pemain tetap fokus pada tugas masing-masing. Di bawah Mourinho dan Conte yang dikenal berapi-api, Holland hadir sebagai sosok kalem namun tegas.
Bahkan, ia sempat merasakan peran sebagai caretaker ketika Mourinho dipecat pada Desember 2015. Dalam satu-satunya laga yang ia tangani, Holland melepas pendekatan ultra-pragmatis dan membawa Chelsea menang 3-1 atas Sunderland, sebuah momen pelepas tekanan bagi skuad saat itu.
Koleksi Trofi dan Reputasi Kelas Dunia
Kontribusi Holland tak lepas dari deretan trofi Chelsea. Ia menjadi bagian penting dari kesuksesan FA Cup dan Liga Champions 2012 bersama Di Matteo, Europa League 2013 di era Benitez, double Premier League dan Piala Liga 2014/2015 di bawah Mourinho, serta gelar liga lainnya bersama Conte pada musim 2016/2017.
Reputasinya kian menguat ketika Gareth Southgate merekrutnya ke Timnas Inggris, awalnya di level U-21 pada 2013. Holland kemudian mengikuti Southgate ke tim senior pasca-krisis Sam Allardyce. Keputusan FA memboyong Holland penuh waktu dari Chelsea saat itu dianggap sebagai langkah besar.
Southgate bahkan menyebut Holland sebagai asisten manajer terbaik di dunia. Keduanya membentuk kombinasi “good cop–bad cop” yang efektif: Southgate empatik dan terbuka, sementara Holland lebih tertutup, keras, dan disiplin. Ia memimpin sesi latihan dan jarang berbicara di luar itu, namun ketika bersuara, semua orang mendengarkan.
Figur Tegas yang Dibutuhkan di Old Trafford

Holland dikenal sangat sensitif terhadap kebocoran informasi. Ketika susunan pemain Inggris pernah bocor ke publik, ia menunjukkan kemarahan terbuka. Sikap ini menjadi sinyal kuat bagi ruang ganti Manchester United yang kerap disorot soal isu internal.
Kontroversi dengan Ben White di Piala Dunia Qatar memang sempat membayangi namanya. Perbedaan karakter dan pendekatan membuat bek Arsenal itu akhirnya meninggalkan kamp Inggris lebih awal.
Meski begitu, reputasi Holland tetap terjaga. Carrick diyakini tak akan memanggilnya jika para pemain Inggris di United seperti Harry Maguire dan Luke Shaw tidak menaruh respek tinggi padanya.
Di tengah tekanan besar dan sorotan tanpa henti, Manchester United membutuhkan figur yang mampu melatih di level tertinggi sekaligus menjaga ketenangan saat situasi memanas.
Steve Holland, dengan pengalaman, ketegasan, dan kepala dinginnya, dinilai sebagai sosok tepat untuk membantu Michael Carrick menata kembali stabilitas di Old Trafford.
Sumber: The Sun
Klasemen Liga Inggris 2025/2026
Jangan Lewatkan!
- Inilah Alasan Manchester United Pilih Michael Carrick dan Bukan Ole Gunnar Solskjaer atau Ruud van Nistelrooy
- Mason Greenwood Sudah Cetak 41 Gol dan 12 Assist dari 61 Laga Bersama Marseille, Manchester United Menyesal Melepasnya?
- Michael Carrick Gagal Bawa Middlesbrough Promosi ke Premier League, Lalu Apa yang Bisa Fans Manchester United Harapkan Darinya?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Man United vs Crystal Palace: Bruno Fernandes
Liga Inggris 1 Maret 2026, 23:38
LATEST UPDATE
-
Prediksi Real Madrid vs Getafe 3 Maret 2026
Liga Spanyol 2 Maret 2026, 03:00
-
Man of the Match Man United vs Crystal Palace: Bruno Fernandes
Liga Inggris 1 Maret 2026, 23:38
-
Kemenangan Man United Ternoda dengan Cedera Luke Shaw
Liga Inggris 1 Maret 2026, 23:36
-
Hasil Man Utd vs Crystal Palace: Setan Merah 'Memasak' Lagi!
Liga Inggris 1 Maret 2026, 23:02
-
Hasil BRI Super League: Persis Solo dan Bhayangkara FC Ukir Kemenangan
Bola Indonesia 1 Maret 2026, 22:32
-
Man of the Match Cremonese vs AC Milan: Strahinja Pavlovic
Liga Italia 1 Maret 2026, 21:14
LATEST EDITORIAL
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21







