Tak Punya Mental Juara, Sesi Latihan Arsenal Disebut Mirip Liburan
Richard Andreas | 8 Februari 2019 14:00
Bola.net - - Skuat Arsenal dituding tidak memiliki mental juara. The Gunners memang masih layak disebut sebagai salah satu klub besar di Premier League karena kekuatan fans mereka, tapi sebenarnya kondisi skuat Arsenal tak sebaik itu.
Pernyataan tersebut dilontarkan oleh David Ornstein selaku analis BBC. Menurutnya, masalah Arsenal ini sebenarnya sudah menghantui selama bertahun-tahun, tepatnya sejak era Arsene Wenger. Arsenal tidak mau ngotot berusaha meraih gelar juara.
Mantan CEO Arsenal, Ivan Gazidis sebenarnya sudah menciptakan struktur baru yang memudahkan Arsenal untuk berkembang pasca kepergian Wenger. Sistem baru ini membatasi ruang gerak manajer.
Meski demikian, keinginan Gazidis ini tak sejalan dengan pemilik Arsenal, The Kroenke Family. Hasilnya, Gazidis pergi, Sven Mislintat mengikuti. Arsenal ditinggalkan petinggi-petinggi mereka karena keinginan Kroenke Arsenal.
Masalah ini ternyata lebih besar dari yang terlihat. Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Kroenke Pasif
Kedatangan Unai Emery seharusnya jadi awal pembangunan besar-besaran Arsenal setelah 22 tahun era Wenger, tapi itu tidak terjadi. Arsenal harus berhemat, Kroenke tidak mau mendanai Emery dalam mendatangkan pemain-pemain yang dia inginkan.
Inilah masalah Arsenal yang sebenarnya. Fans mereka ingin juara, pelatih ingin juara, pemain siap memberikan yang terbaik, tapi pemilik klub justru tenang-tenang saja. Kondisi ini membuat sesi latihan Arsenal berjalan begitu-begitu saja, tanpa hasrat tinggi untuk meraih trofi.
"Saya sudah menghabiskan banyak waktu di dalam klub-klub lain dan menghabiskan waktu di sekitar Arsenal. Anda bisa melihat kebudayaannya, anda merasakannya. Pada beberapa klub ini anda sungguh bisa merasakan atmosfer juara, tuntutan mutlak dan tegas untuk menang," kata Ornstein.
"Di dalam Arsenal, berbagai orang yang sudah bekerja di sana selama bertahun-tahun mendeskripsikan London Colney [pusat latihan Arsenal] seperti oasis, seperti tempat spa, nyaris seperti tempat liburan."
Masalah dari Atas

Atmosfer tersebut memang menyenangkan, para pemain bisa menikmatinya, tapi hanya itu. Arsenal tidak benar-benar berhasrat untuk menang, dan masalah ini telah mengakar selama bertahun-tahun, masalah dari jajaran paling atas dan turun ke bawah.
"Lingkungan itu menyenangkan, fantastis bagi para pemain dan bagi staf. Tapi apakah tempat itu cukup kondusif untuk memberikan dorongan tegas dalam meraih kesuksesan?"
Sebagai contoh, Ornstein membandingkan Arsenal dengan klub tetangga, Chelsea, juga dengan Man City. Pemilik kedua klub tersebut bersedia melakukan yang terbaik untuk memfasilitasi pelatih dalam perburuan gelar juara.
"Kita sudah melihat contoh dari Abramovich di Chelsea dalam beberapa tahun terakhir dan grup Abu Dhabi di Manchester City," tandasnya.
Berita Video
Berita video 5 hal penting yang bisa menentukan Liverpool atau Manchester City yang menjadi juara Premier League 2018-2019.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Premier League Terapkan Aturan Baru Kiper, Begini Cara Kerjanya
Liga Inggris 28 Juli 2026, 19:18
-
Rekap Transfer Resmi Premier League 2026/2027
Liga Inggris 28 Juli 2026, 18:51
-
Seru! Chelsea Menangkan Drama 10 Gol di Debut Xabi Alonso
Liga Inggris 28 Juli 2026, 18:41
LATEST UPDATE
-
Piala Presiden 2026: Pemain Baru Arema FC Mulai Menjanjikan
Bola Indonesia 29 Juli 2026, 21:09
-
Tottenham Menang Adu Penalti atas Sydney FC, Mathys Tel Curi Perhatian
Liga Inggris 29 Juli 2026, 19:58
-
Demi Rodri, Real Madrid Mulai Buka Negosiasi dengan Manchester City
Liga Spanyol 29 Juli 2026, 19:41
-
Chelsea Punya 5 Wonderkid yang Siap Meledak pada Musim 2026/2027
Liga Inggris 29 Juli 2026, 18:44
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16
















