Trent Alexander-Arnold Tinggalkan Liverpool: Warisan Sang Bek Kanan Revolusioner
Aga Deta | 6 Mei 2025 11:04
Bola.net - Trent Alexander-Arnold akan meninggalkan Liverpool pada akhir kontraknya. Keputusan ini menjadi momen penting bagi klub dan para penggemarnya.
Bek kanan asal Inggris itu telah menjadi bagian penting dari kesuksesan Liverpool. Kini, ia siap menghadapi tantangan baru di luar Premier League.
Alexander-Arnold mengumumkan kepergiannya melalui video emosional di media sosial. Ia menyebut bahwa dirinya ingin mencari tantangan baru dalam kariernya.
Alexander-Arnold belum mengonfirmasi tujuan berikutnya, namun Real Madrid disebut sebagai destinasi terkuat. Jika benar, itu akan menjadi langkah besar dalam kariernya.
Membentuk Ulang Peran Bek Kanan

Sejak debutnya pada 2016, Alexander-Arnold mengubah persepsi tentang bek kanan. Ia tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi otak serangan Liverpool.
Ia sering berpindah ke tengah dan mengendalikan permainan dari sana. Kemampuannya dalam distribusi bola membuatnya istimewa.
Dengan teknik dan visi bermain yang luar biasa, ia menjadi senjata utama Liverpool. Tak heran bila perannya kerap disandingkan dengan gelandang kreatif.
Kontribusi Luar Biasa untuk Liverpool

Alexander-Arnold telah mencetak 23 gol dan 86 assist dalam semua kompetisi untuk Liverpool. Total keterlibatan golnya mencapai 109 sejak debutnya.
Hanya tiga pemain Liverpool yang mencatatkan kontribusi lebih banyak, semuanya penyerang. Salah satu di antaranya adalah Mohamed Salah.
Alexander-Arnold juga menempati peringkat kedua dalam jumlah assist setelah Salah sejak 2016. Statistik ini menegaskan pentingnya peran sang bek kanan.
Statistik yang Mengungguli Rekan dan Legenda

Dalam sejarah Premier League, Alexander-Arnold mencatat 64 assist sebagai bek. Ini merupakan rekor tertinggi untuk posisi bek.
Ia hanya kalah dari Leighton Baines dalam total kontribusi gol oleh bek. Namun Alexander-Arnold mencapainya dalam 148 pertandingan lebih sedikit.
Keunggulannya juga tampak dalam umpan silang dan umpan ke kotak penalti. Ia memimpin di antara semua pemain sejak debutnya.
Menjawab Kritik dan Meninggalkan Warisan

Meski kadang dikritik soal bertahan, kontribusinya dalam menyerang tak terbantahkan. Ia bahkan mencetak 11 gol dari luar kotak penalti.
Keenam gol tendangan bebasnya juga menempatkannya di posisi elite. Hanya James Ward-Prowse dan James Maddison yang lebih unggul dalam hal ini.
Trent akan meninggalkan Liverpool dengan koleksi trofi lengkap, termasuk gelar Premier League 2024/2025. Ia membuktikan dirinya sebagai bek terbaik generasi ini.
Sumber: Opta
Klasemen Premier League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Frenkie de Jong, Kapten dan Penguasa Lini Tengah Barcelona
Liga Spanyol 2 Februari 2026, 13:10
-
Lamine Yamal Versi Paling Mematikan
Liga Spanyol 2 Februari 2026, 13:02
-
Harapan Inter Milan Reuni dengan Ivan Perisic Pupus
Liga Italia 2 Februari 2026, 12:57
-
Lamine Yamal Samai Torehan Gol Diego Maradona di Barcelona
Liga Spanyol 2 Februari 2026, 12:56
LATEST UPDATE
-
Alex Marquez Soal Dapat Motor Pabrikan Ducati di MotoGP 2026: Ini Motivasi, Bukan Beban
Otomotif 2 Februari 2026, 13:25
-
Frenkie de Jong, Kapten dan Penguasa Lini Tengah Barcelona
Liga Spanyol 2 Februari 2026, 13:10
-
Lamine Yamal Versi Paling Mematikan
Liga Spanyol 2 Februari 2026, 13:02
-
Harapan Inter Milan Reuni dengan Ivan Perisic Pupus
Liga Italia 2 Februari 2026, 12:57
-
Lamine Yamal Samai Torehan Gol Diego Maradona di Barcelona
Liga Spanyol 2 Februari 2026, 12:56
-
Start Kurang Mulus di Putaran II, Bandung BJB Tandamata Jaga Asa ke Final Four Proliga 2026
Voli 2 Februari 2026, 12:50
-
5 Kartu Kuning, Vinicius Junior Tak Bisa Perkuat Real Madrid di Laga Berikutnya
Liga Spanyol 2 Februari 2026, 12:23
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Berpotensi Pindah Klub di Hari Terakhir Bursa Januari 2026
Editorial 2 Februari 2026, 13:18
-
7 Klub yang Paling Berpeluang Merekrut Raheem Sterling Usai Berpisah dengan Chelsea
Editorial 30 Januari 2026, 13:06
-
7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Champions 2025/26
Editorial 28 Januari 2026, 13:57
-
Arsenal di Ambang Sejarah Liga Champions, Mampukah Menyapu Bersih Fase Liga?
Editorial 28 Januari 2026, 13:46



