Unbeaten, Ini 5 Perubahan Michael Carrick yang Langsung Bangkitkan Manchester United

Dimas Ardi Prasetya | 24 Februari 2026 11:48
Unbeaten, Ini 5 Perubahan Michael Carrick yang Langsung Bangkitkan Manchester United
Pelatih Manchester United, Michael Carrick usai laga melawan Everton di lanjutan Liga Inggris, 24 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Hodgson

Bola.net - Manchester United meraih kemenangan penting saat bertandang ke markas Everton pada pekan ke-27 Liga Inggris 2025/2026. Bermain di Hill Dickinson Stadium, Selasa (24/02/2026) dini hari WIB, Setan Merah menang tipis 1-0 dalam laga yang berjalan ketat.

Pertandingan berlangsung sengit dengan peluang yang tak terlalu banyak tercipta dari kedua tim. United memang sedikit unggul dalam penguasaan bola, tetapi harus bekerja keras untuk membongkar pertahanan tuan rumah.

Advertisement

Gol tunggal kemenangan akhirnya lahir pada menit ke-71 lewat aksi Benjamin Sesko. Striker muda itu memanfaatkan celah di lini belakang Everton dan memastikan tiga poin krusial bagi tim tamu.

Hasil tersebut membawa Manchester United menembus empat besar klasemen sementara dengan koleksi 48 poin dari 27 laga. Lebih dari itu, kemenangan ini memperpanjang catatan tak terkalahkan United menjadi enam pertandingan di bawah asuhan Michael Carrick, dengan rincian lima kemenangan dan satu hasil imbang.

Berikut lima perubahan yang diusung Carrick di Old Trafford.

1 dari 6 halaman

Identitas Lama yang Kembali Terlihat

Identitas Lama yang Kembali Terlihat

Skuad Manchester United merayakan gol Benjamin Sesko ke gawang Everton, Selasa (24/2/2026) (c) AP Photo/Ian Hodgson

Salah satu perubahan paling mencolok di era Carrick adalah kembalinya identitas permainan khas Manchester United. Para pendukung yang merindukan sepak bola menyerang langsung ala era Sir Alex Ferguson kini mulai kembali merasakannya.

Sebelum duel lawan Everton, di  lima pertandingan di bawah Carrick, United mencatat hampir dua kali lipat jumlah serangan langsung dibandingkan 20 laga di bawah pelatih sebelumnya musim ini. Mereka juga menghasilkan 50 persen lebih banyak serangan balik cepat per pertandingan.

Distribusi bola ke sepertiga akhir meningkat signifikan dengan 21 operan tambahan per 90 menit. Dampaknya terlihat dari peningkatan peluang besar, jumlah tembakan tepat sasaran, dan perebutan bola di area tinggi yang naik menjadi 8,4 kali per laga dibandingkan 7,2 sebelumnya.

Perubahan itu menghadirkan kembali atmosfer positif di Old Trafford, termasuk saat menang atas Manchester City, Fulham, dan Tottenham. Awal tak terkalahkan Carrick pun menjadi bukti bahwa identitas lama tersebut mulai benar-benar hidup kembali.

2 dari 6 halaman

Pertahanan Lebih Solid, Fondasi Makin Kuat

Pertahanan Lebih Solid, Fondasi Makin Kuat

Harry Maguire mencoba menghalau bola di pertandingan Everton vs Manchester United, Selasa (24/2/2026) (c) AP Photo/Ian Hodgson

Sepak bola menyerang United kini ditopang oleh struktur pertahanan yang jauh lebih rapi. Carrick membangun fondasi kokoh sebelum berbicara soal kreativitas di lini depan.

Harry Maguire kembali dipercaya sebagai starter setelah sempat kehilangan tempat sebelumnya. Kehadirannya membawa organisasi dan komunikasi yang lebih baik di lini belakang.

"Kami tidak cukup baik dalam bertahan di kotak penalti," kata Maguire sebelum pertandingan melawan West Ham, dilansir laman resmi Premier League. "Setiap kali bola masuk ke kotak penalti, mereka memiliki peluang, tetapi dalam tiga pertandingan terakhir ada lebih banyak urgensi. Bukan hanya dari para bek, tetapi juga dari para gelandang, dari pemain sayap yang kembali ke dalam dan striker yang melindungi tepi kotak penalti."

3 dari 6 halaman

Mainoo Kembali, Energi Akademi Menyala

Mainoo Kembali, Energi Akademi Menyala

Gelandang Manchester United, Kobbie Mainoo (c) MUFC Official

Langkah besar lainnya adalah mengembalikan Kobbie Mainoo ke starting XI. Keputusan itu langsung memberi dampak signifikan di lini tengah United.

Di bawah rezim sebelumnya, Mainoo belum pernah menjadi starter musim ini. Namun sejak kedatangan Carrick, gelandang berusia 20 tahun itu selalu dipercaya bermain sejak menit awal.

Mainoo menghadirkan kontrol bola, ketenangan, dan sirkulasi umpan yang lebih cair. Ia juga menjadi jembatan ideal bagi transisi cepat yang kini menjadi senjata utama United.

"Saya tidak menaruh semua beban di pundak Kobbie, ia bermain luar biasa saat ini dan saya yakin ia akan terus seperti itu," kata Carrick kepada laman resmi United.

"Kami menginginkan lebih banyak hal seperti itu. Kami menginginkan lebih banyak pemain yang muncul dari sistem dan masuk ke tim utama. Bagi saya, tidak ada perasaan yang lebih baik daripada memberi kesempatan kepada pemain muda. Ia telah memanfaatkan kesempatan itu dalam beberapa minggu terakhir dan, seperti yang saya katakan, saya yakin ia akan terus melakukannya."

4 dari 6 halaman

Bruno Fernandes Dilepas dari Beban Bertahan

Bruno Fernandes Dilepas dari Beban Bertahan

Bruno Fernandes merayakan golnya ke gawang Tottenham Hotspur, Sabtu (7/2/2026) (c) AP Photo/Jon Super

Kunci lain kebangkitan United terletak pada perubahan peran Bruno Fernandes. Carrick mengembalikannya ke posisi nomor 10 yang lebih natural.

Sebelumnya, Fernandes sempat dimainkan lebih dalam dalam sistem 3-4-2-1. Kini ia kembali berada di belakang striker dengan kebebasan penuh untuk berkreasi.

Perubahan tersebut langsung berdampak besar pada produktivitas tim. Dalam enam laga pertama di bawah Carrick, Fernandes terlibat dalam lima gol dengan rincian empat assist dan satu gol.

"Bruno bisa menciptakan momen-momen penting," kata Carrick kepada Owen Hargreaves di TNT Sports. "Ia cerdas. Saya pikir sedikit kebebasan itu cocok untuknya, ia memiliki otak (sepak bola) alami. Mengenalnya sudah lama, mengetahui kemampuan dan atributnya, ia kreatif, jadi biarkan ia berkreasi di tempat yang tepat."

5 dari 6 halaman

Mbeumo Jadi Senjata tak Terduga di Depan

Mbeumo Jadi Senjata tak Terduga di Depan

Ekspresi Bryan Mbeumo usai mencetak gol ke gawang Tottenham, Sabtu (7/2/2026) (c) AP Photo/Jon Super

Keputusan memainkan Bryan Mbeumo sebagai striker tunggal sempat memunculkan tanda tanya. Namun Carrick melihat potensi berbeda dalam diri pemain tersebut.

Untuk tiga laga awal, Mbeumo dipasang di tengah dan menunjukkan efektivitas tinggi. Ia kemudian juga dimainkan di sayap kiri, memanfaatkan fleksibilitas yang dimilikinya.

Dalam enam pertandingan era Carrick, Mbeumo mencatat tiga gol dan dua assist. Dua gol lahir saat ia bermain sebagai penyerang tengah, sementara satu gol dan dua assist tercipta dari posisi sayap.

Carrick menjelaskan bahwa "ia memiliki naluri mencetak gol" dan "pergerakannya sangat bagus", serta menyoroti kerja samanya yang kuat dengan Fernandes. Fleksibilitas ini memberi dimensi baru dalam serangan United yang kini lebih sulit ditebak.

LATEST UPDATE