
Bola.net - PSG memastikan langkah ke final Liga Champions 2026 setelah menyingkirkan Bayern Munchen dalam laga ketat di semifinal. Kemenangan agregat 6-5 itu bukan hanya soal skor tipis, tapi juga soal pendekatan taktis yang cukup tidak lazim dari tim asal Prancis tersebut.
Sorotan utama jatuh pada kiper Matvei Safonov yang beberapa kali sengaja mengirim bola keluar lapangan. Dari situ, Bayern dipaksa terus melakukan lemparan ke dalam, yang kemudian justru membuka ruang bagi skema pressing tinggi PSG untuk bekerja.
Secara statistik, Safonov hanya mencatat akurasi umpan jauh sekitar 19 persen di Allianz Arena. Angka itu terlihat buruk di permukaan, tetapi justru menjadi bagian dari pola yang membatasi aliran serangan Bayern sejak dari belakang.
Dalam praktiknya, strategi ini cukup efektif meredam tekanan tuan rumah. Tak butuh waktu lama, pendekatan tersebut jadi bahan diskusi di kalangan analis dan pengamat taktik sepak bola.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Jebakan Sempurna Lemparan ke Dalam
Lemparan ke dalam sering dianggap momen netral, bahkan kadang merugikan tim yang sedang membangun serangan. Ruang yang sempit dan opsi umpan yang terbatas membuat tempo permainan cenderung melambat.
PSG membaca situasi itu dengan cara yang sederhana tapi rapi. Mereka sengaja memaksa Bayern masuk ke situasi yang sudah dipetakan sejak awal.
“Ini adalah sebuah jebakan, dan direncanakan dengan cemerlang,” kata analis dari kanal YouTube Football TacticDive.
“Dan itulah yang diandalkan PSG. Dengan memaksa lawan mengulang lemparan ke dalam jauh di area pertahanan mereka sendiri, PSG meluncurkan panggung sempurna untuk meluncurkan high-press mereka,” lanjutnya.
Mengisolasi Pergerakan Michael Olise
Di balik pola tersebut, ada target yang cukup jelas. Setiap distribusi Safonov cenderung diarahkan ke sisi kanan, area yang banyak melibatkan Michael Olise dalam permainan Bayern.
Situasi ini membuat kepadatan pemain terjadi di satu sisi lapangan. Ruang gerak pun menyempit, dan ritme permainan Olise ikut terhambat sepanjang laga.
“Lemparan ke dalam di sisi tersebut memaksa kedua tim membebani sayap kanan dan meninggalkan Olise dalam inferioritas jumlah ditambah dalam ruang yang lebih sempit,” tulis akun @RobyPoto.
“Salah satu alasan pria Prancis itu memiliki permainan yang buruk hari ini,” lanjutnya.
Apresiasi Pelatih PSG Pada Arsenal
Di ruang ganti PSG, kemenangan ini disambut dengan rasa puas, meski jalannya pertandingan jauh dari kata mudah. Tim asuhan Luis Enrique dinilai mampu menunjukkan karakter kuat di momen krusial.
Mereka kini bersiap menghadapi Arsenal di final yang akan digelar 30 Mei di Budapest. Pertandingan itu sudah diprediksi akan berjalan dengan intensitas tinggi sejak menit awal.
“Sangat intens. Sangat sulit. Mereka memainkan sepak bola di level tertinggi,” ujar Luis Enrique.
“Saya menghargai Mikel Arteta! Kami pernah menjadi rekan satu tim saat masih anak-anak, ia melakukan pekerjaan yang hebat di Arsenal,” tambahnya.
PSG kini tinggal selangkah dari trofi yang mereka incar. Persiapan menuju final pun difokuskan pada detail kecil, karena di level ini, kesalahan sekecil apa pun bisa langsung mengubah arah pertandingan.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 11 Juli 2026 09:30Arsenal Capai Kesepakatan Pribadi dengan Bintang Timnas Brasil Ini
-
Liga Inggris 5 Juli 2026 08:00Bye Arsenal! Leandro Trossard Segera Cabut ke Turki!
-
Liga Italia 4 Juli 2026 16:00Juventus Ajukan Tawaran Perdana untuk Bomber PSG Ini
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 13 Juli 2026 17:00Prediksi Piala Dunia 2026: Inggris vs Argentina 16 Juli 2026
-
Piala Dunia 13 Juli 2026 16:58Prancis Belajar dari Luka
-
Piala Dunia 13 Juli 2026 15:564 Skenario Final Piala Dunia 2026, 4 Cerita Besar
-
Piala Dunia 13 Juli 2026 14:48Messi, Inggris, dan Pertemuan Perdana yang Dinanti
-
Piala Dunia 13 Juli 2026 14:43Prancis vs Spanyol: Rekor Pertemuan Mbappe vs Yamal
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 13 Juli 2026 17:01Di Balik Pertemuan Kapolri dan Panglima di Mabes TNI
-
Liputan6 13 Juli 2026 16:41Keaslian Emas 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah Mulai Diuji
-
Liputan6 13 Juli 2026 16:16Tito Ungkap Penyebab Polemik Jembatan Enang-Enang di Aceh
-
Liputan6 13 Juli 2026 15:28Isi Surat Kepala SPPG yang Tewas Gantung Diri di Parkiran Mal Bandung
-
Liputan6 13 Juli 2026 15:11DPR Dorong Hak Angket, Redam Konflik Buntut Kasus Febrie Adriansyah
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295658/original/063590900_1783936830-4ffd4248-4620-466d-b184-f33962f3a156.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480209/original/055827300_1769049427-53be1b51-4a07-4337-a7d7-3ea2480321b2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293393/original/058686300_1783699400-pol3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295612/original/020887400_1783934161-WhatsApp_Image_2026-07-13_at_15.52.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295485/original/092604800_1783931295-WhatsApp_Image_2026-07-13_at_14.48.35.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4355564/original/026933200_1678617483-IMG-20230312-WA0041.jpg)
