Unggul Lebih Dulu, Lalu Kehilangan Kendali: Masalah Klasik Manchester United
Richard Andreas | 17 Desember 2025 10:24
Bola.net - Manchester United kembali memetik kemenangan tipis 2-1 atas Crystal Palace bulan lalu, tetapi Ruben Amorim justru menyoroti satu pekerjaan rumah yang belum tuntas. Bagi sang pelatih, cara tim mengelola pertandingan setelah unggul masih jauh dari ideal.
Masalah itu bukan kasus tunggal. Sepanjang musim 2025/26 ini, MU berulang kali berada di posisi memimpin, lalu kehilangan kontrol dan akhirnya kebobolan.
Pola tersebut membuat keunggulan di awal sering terasa rapuh. Bukan karena Man United selalu bermain buruk, melainkan karena mereka gagal mengelola momen krusial saat sudah berada di depan.
Keunggulan yang Tidak Dijaga

Amorim secara terbuka mengakui masalah ini sejak awal musim. Usai hasil imbang 1-1 melawan Fulham pada Agustus lalu, ia menilai timnya keliru membaca situasi setelah mencetak gol.
“Ketika kami mencetak gol, kami lupa bagaimana seharusnya bermain,” ujar Amorim. “Kami hanya memikirkan mempertahankan hasil. Kami ingin menang begitu besar sampai lupa menjaga penguasaan bola dan mendorong lawan lebih dalam. Kami justru memberikan sedikit kendali permainan kepada Fulham.”
Situasi serupa terulang dalam hasil imbang 2-2 melawan Nottingham Forest dan Tottenham pada November. Amorim menilai timnya kehilangan kontrol dalam waktu singkat yang berujung mahal.
“Kami kehilangan kontrol permainan selama lima menit dan kami harus membayar harganya,” katanya setelah laga di City Ground.
Pola yang Berulang hingga Bournemouth

Tren tersebut berlanjut di Old Trafford saat United ditahan 1-1 oleh West Ham. Gol telat Soungoutou Magassa membatalkan keunggulan Diogo Dalot, di laga ketika United dinilai tidak cukup tajam untuk menutup pertandingan.
Masalah itu tampak paling jelas dalam hasil imbang 4-4 melawan Bournemouth yang terbaru. United gagal menambah gol di babak pertama, kehilangan kendali di awal babak kedua, lalu tidak mampu mengamankan keunggulan 4-3 di fase akhir laga.
“Jika Anda melihat pertandingan ini, Anda bisa berpikir kami kehilangan dua poin di babak kedua,” kata Amorim. “Menurut saya, kami kehilangan dua poin di babak pertama. Kami seharusnya mencetak lebih banyak gol. Hasilnya seharusnya berbeda saat turun minum.”
Data yang Menggambarkan Masalah
Ketidakmampuan United mencetak gol tambahan saat unggul tercermin jelas dalam data. MU sudah unggul dan mendapatkan momentum, tapi gagal memanfaatkannya.
Man United sebenarnya cukup sering mencetak gol pembuka. Dari 16 laga liga, mereka unggul lebih dulu dalam 11 pertandingan dan menghabiskan 40 persen waktu bermain dalam kondisi memimpin, tertinggi ketiga di liga.
Namun, keunggulan tersebut jarang dibarengi kontrol permainan. United cenderung bermain dengan tempo yang sama, alih-alih memperlambat permainan, menjaga bola, dan menunggu momen yang tepat untuk menyerang kembali.
Kurang Tenang, Terlalu Cepat Kehilangan Bola
Amorim menilai aspek ketenangan menjadi kunci yang belum dimiliki timnya. Ia kembali menyinggung hal itu setelah laga melawan Bournemouth.
“Kami memulai dengan sangat baik, babak pertama sangat bagus dan hasilnya seharusnya berbeda,” katanya. “Enam menit awal babak kedua kembali seperti laga melawan Nottingham. Kami kehilangan konsentrasi.”
Ia menambahkan pentingnya mengelola detail kecil di fase akhir. “Hanya dari satu lemparan ke dalam dalam penguasaan kami, kami perlu berpikir untuk tidak langsung menyerang lagi, tetapi tetap tenang dan menutup pertandingan.”
Secara sederhana, Man United tidak cukup banyak mengalirkan bola saat unggul. Rata-rata 4,4 rangkaian permainan terbuka dengan 10 operan atau lebih per 90 menit ketika memimpin menjadi salah satu yang terendah di liga.
Jangan sampai ketinggalan infonya
Bruno Fernandes Blak-blakan: Manchester United Ingin Jual Saya di Musim Panas 2025
Sinyal Perubahan Ruben Amorim di Man United Jelang Absennya Tiga Pilar: Pakai Formasi Baru?
Man United Ingin Melepas Bruno Fernandes, Bayern Siap Menampung
Manchester United Siap Lawan Klub Premier League Lain Demi Antoine Semenyo
Inilah Nilai Klausul Pelepasan Antoine Semenyo: Sama-sama Berminat, MU Berani Man City Bakal Perang Harga?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pesan Moises Caicedo untuk Enzo Fernandez: Plis, Jangan Pergi!
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 19:20
-
Manchester United Kepincut Gelandang Juventus ini?
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 19:00
-
Bye MU! Pemain Setan Merah Ini Segera Gabung dengan Klub asal Spanyol
Liga Spanyol 4 Agustus 2026, 17:29
-
Liga Champions, Manchester United Datang!
Liga Champions 4 Agustus 2026, 16:32
-
PSG Tolak Tawaran Pertama Liverpool untuk Bradley Barcola
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 16:09
LATEST UPDATE
-
Xabi Alonso Buka Suara soal Masa Depan Mykhailo Mudryk di Chelsea
Liga Inggris 5 Agustus 2026, 10:13
-
Neymar Akui Bisa Pensiun Usai Kontraknya di Santos Berakhir pada Desember
Bola Dunia Lainnya 5 Agustus 2026, 09:43
-
Bukan Cuma Bradley Barcola, Liverpool Juga Kejar Winger PSG Ini
Liga Inggris 5 Agustus 2026, 06:06
-
Statistik Persebaya vs Arema: Bajul Ijo Tak Dominan, tetapi Sangat Efektif
Bola Indonesia 4 Agustus 2026, 23:11
-
Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya Berebut Trofi Juara
Bola Indonesia 4 Agustus 2026, 22:34
-
Final Piala Presiden 2026: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya
Bola Indonesia 4 Agustus 2026, 22:21
-
Hasil Piala Presiden 2026: Persebaya Lolos ke Final Usai Kalahkan Arema FC
Bola Indonesia 4 Agustus 2026, 22:08
-
Pindah ke PSG atau Bertahan di Barcelona? Ini Kata Ferran Torres
Liga Spanyol 4 Agustus 2026, 21:00
-
Myles Lewis-Skelly Diminta Tolak MU dan Tetap Berjuang di Arsenal
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 20:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16







