West Ham vs MU: Menguji Magis Carrick dan DNA Sir Alex Ferguson

Afdholud Dzikry | 10 Februari 2026 12:26
West Ham vs MU: Menguji Magis Carrick dan DNA Sir Alex Ferguson
Pelatih Manchester United, Michael Carrick, merayakan kemenangan timnya seusai pertandingan Liga Inggris melawan Fulham, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Manchester United seolah menemukan kembali jati dirinya di bawah asuhan Michael Carrick. Setan Merah sukses menyapu bersih empat kemenangan beruntun yang impresif.

Performa gemilang ini membuka asa untuk kembali ke Liga Champions. Terakhir kali mereka sekuat ini adalah saat musim debut Erik ten Hag.

Advertisement

Carrick sukses mengembalikan gaya main direct yang hilang. Filosofi ini mengingatkan fans Man United pada era kejayaan Sir Alex Ferguson.

Lini serang MU kini tampil sangat trengginas dan menakutkan. Mereka menjadi lawan yang sulit ditaklukkan oleh siapapun saat ini.

Namun, satu pertanyaan besar masih menggantung di Old Trafford. Mampukah mereka tetap garang saat menghadapi lawan yang bermain bertahan total?

1 dari 5 halaman

Kembalinya Taktik Serangan Balik

Kembalinya Taktik Serangan Balik

Selebrasi Amad Diallo, Bryan Mbeumo, dan Matheus Cunha saat Manchester United melawan Fulham di Old Trafford. (c) AP Photo/Dave Thompson

Carrick menerapkan strategi counter-attack mematikan yang sangat efektif. Gaya ini sempat hilang sejak kepergian Ole Gunnar Solskjaer.

Rangkaian laga berat melawan tim besar justru jadi makanan empuk. City, Arsenal, dan Tottenham sukses diredam dengan transisi kilat ini.

MU memiliki komposisi pemain yang pas untuk strategi ini. Kecepatan Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha adalah senjata utamanya.

Selain itu, ada Amad Diallo dan Benjamin Sesko yang juga punya lari kencang. Mereka adalah mimpi buruk bagi tim yang berani main terbuka.

2 dari 5 halaman

Bruno Fernandes Jadi Kunci

Bruno Fernandes Jadi Kunci

Kapten Manchester United, Bruno Fernandes (c) AP Photo/Jon Super

Bruno Fernandes menjadi otak utama di balik kebangkitan ini. Ia kembali menempati posisi naturalnya sebagai pemain nomor sepuluh.

Gelandang asal Portugal ini mencatatkan empat assist dalam tiga laga terakhir. Visi bermainnya sangat memanjakan para penyerang cepat Man United.

Namun, beban berat menanti Bruno di laga-laga selanjutnya. Ia dituntut membongkar pertahanan lawan yang menumpuk pemain di belakang.

Kreativitasnya akan diuji dalam ruang gerak yang sangat sempit. Ia tidak akan mendapatkan kebebasan seperti saat melakukan serangan balik.

3 dari 5 halaman

Peran Krusial Kobbie Mainoo

Peran Krusial Kobbie Mainoo

Gelandang Manchester United, Kobbie Mainoo (c) MUFC Official

Selain Bruno, sosok Kobbie Mainoo juga akan memegang peran vital. Ia bertugas menghubungkan lini belakang dan depan dengan cepat.

Mainoo memiliki statistik dribel yang luar biasa di ruang sempit. Kemampuannya ini sangat dibutuhkan untuk merusak blok pertahanan rendah lawan.

Data statistik menunjukkan ia unggul dalam duel defensif lini tengah. Ia juga rajin melakukan dribel sukses dibanding gelandang lain.

Kombinasi Bruno dan Mainoo diharapkan bisa jadi solusi kebuntuan. Mereka harus cerdas mencari celah di tengah hutan kaki lawan.

4 dari 5 halaman

Senjata Rahasia: Tembakan Jarak Jauh

Senjata Rahasia: Tembakan Jarak Jauh

Selebrasi Matheus Cunha usai membobol gawang Arsenal, Minggu (25/1/2026) (c) MUFC Official

Jika sulit menembus kotak penalti, Man Utd punya opsi lain. Tembakan jarak jauh bisa menjadi solusi efektif memecah kebuntuan.

Strategi ini mirip dengan apa yang dilakukan Aston Villa musim ini. Mereka kerap mencetak gol dari posisi yang tidak terduga.

Pemain Villa seperti John McGinn sering mencetak gol dari luar kotak penalti. Manchester United memiliki materi pemain yang mampu meniru hal tersebut.

Bruno Fernandes dan Matheus Cunha punya tendangan keras yang akurat. Begitu juga Benjamin Sesko yang dikenal punya sepakan mematikan.

5 dari 5 halaman

Ancaman Nyata West Ham

Ancaman Nyata West Ham

Selebrasi pemain West Ham, Jarrod Bowen bersama rekan setimnya usai mencetak gol ke gawang Chelsea, 31 Januari 2026 lalu. (c) AP Photo/Alastair Grant

Lawan berikutnya, West Ham, bisa menjadi batu sandungan serius. Mereka punya potensi untuk merusak momentum positif Carrick.

West Ham diprediksi akan bermain menunggu dan mengandalkan serangan balik. Ini adalah skema yang paling tidak disukai oleh MU saat ini.

Para pemain bertahan Man United seperti Harry Maguire harus waspada penuh. Mereka tidak boleh terlambat melakukan transisi saat kehilangan bola.

Pemain cepat West Ham seperti Jarrod Bowen dan Adama Traore siap menerkam. Mereka bisa menghukum kesalahan kecil dengan gol cepat.

Man United harus menemukan ritme baru untuk laga semacam ini. Jika gagal adaptasi, euforia kemenangan beruntun bisa terhenti seketika.