Perbandingan 5 Gelandang Incaran Man United: Sandro Tonali Temani Kobbie Mainoo di Lini Tengah Setan Merah Musim Depan?

Perbandingan 5 Gelandang Incaran Man United: Sandro Tonali Temani Kobbie Mainoo di Lini Tengah Setan Merah Musim Depan?
Pemain Manchester United, Lisandro Martinez (kiri), berebut bola dengan pemain Newcastle, Sandro Tonali, pada laga Premier League antara Manchester United vs Newcastle, 26 Desember 2025 (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Manchester United bersiap menjalani musim panas krusial dalam proyek pembenahan skuad. Bahkan sebelum Casemiro memastikan keputusannya hengkang pada akhir kontrak Juni mendatang, manajemen Setan Merah sudah lebih dulu memetakan rencana mendatangkan gelandang kelas atas.

Kepergian Casemiro akan meninggalkan celah besar di jantung permainan. Meski performanya musim ini tergolong solid, bahkan disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik sejak tiba di Old Trafford, keputusan sang peraih lima trofi Liga Champions untuk pergi tetap memaksa United bergerak cepat.

Upaya mencari keseimbangan di lini tengah sebenarnya sudah berlangsung sejak musim lalu. Michael Carrick sempat menutup sebagian masalah dengan mengembalikan Bruno Fernandes ke peran natural sebagai nomor 10 serta mengaktifkan kembali Kobbie Mainoo. Namun, absennya sosok jangkar berpengalaman seperti Casemiro tetap membutuhkan solusi jangka panjang.

Dengan Manuel Ugarte yang belum menunjukkan konsistensi selama 18 bulan di Inggris, fokus utama United kini mengarah ke sektor tengah. Terlebih, siapa pun manajer permanen yang ditunjuk nanti diyakini akan sepakat bahwa tulang punggung tim harus diperkuat.

Kobbie Mainoo, Bukan Pengganti Langsung Casemiro

Kobbie Mainoo, Bukan Pengganti Langsung Casemiro

Gelandang Manchester United, Kobbie Mainoo (c) AP Photo/Dave Shopland

Kobbie Mainoo bukanlah replika Casemiro. Gelandang lulusan akademi ini lebih berperan sebagai penghubung permainan ketimbang penghancur serangan lawan. Ia unggul dalam membawa bola keluar dari tekanan dan menjaga aliran permainan tetap cair.

Mainoo tidak menonjol dalam duel atau tekel, tetapi menawarkan ketenangan dan kecerdasan posisi. Dengan statusnya yang kembali mapan di tim utama, kecil kemungkinan United akan melepasnya.

Sebaliknya, Mainoo diproyeksikan menjadi pasangan ideal bagi gelandang bertipe defensif yang akan direkrut.

Berikut perbandingan lima gelandang yang dikaitkan dengan Manchester United selengkapnya.

Sandro Tonali, Opsi Paling Berpengalaman

Sandro Tonali, Opsi Paling Berpengalaman

Sandro Tonali diadang oleh Achraf Hakimi dalam laga Liga Champions antara PSG vs Newcastle di Parc des Princes, 29 Januari 2026 (c) AP Photo/Michel Euler

Sandro Tonali menjadi nama besar terbaru yang masuk radar. Gelandang Newcastle United itu disebut mulai tidak nyaman di Tyneside, seiring menurunnya peluang klubnya tampil di Liga Champions musim depan. Bahkan, ia sempat ditawarkan ke Arsenal pada hari terakhir bursa transfer Januari.

Tonali menawarkan kombinasi antara kemampuan membawa bola ala Mainoo dan disiplin taktis mendekati Casemiro. Namun, kontribusinya di sepertiga akhir lapangan tidak terlalu menonjol.

Tonali juga terbiasa bermain dalam trio gelandang, sementara United cenderung mengandalkan double pivot. Faktor harga dan status Newcastle sebagai rival langsung membuat transfer ini tidak akan mudah.

Elliot Anderson, Mesin Energi dari Lini Tengah

Elliot Anderson, Mesin Energi dari Lini Tengah

Gelandang Nottingham Forest, Elliot Anderson (c) Nottingham Forest Official

Elliot Anderson menjadi salah satu opsi paling realistis, terutama jika Nottingham Forest terdegradasi. Gelandang berusia 23 tahun ini dikenal sebagai pemain pekerja keras dengan kontribusi defensif yang menonjol.

Anderson mencatat jumlah tekel per 90 menit tertinggi di antara kandidat lain, serta agresif dalam memutus aliran bola lawan. Meski demikian, statistik tersebut perlu dilihat dalam konteks Forest yang minim penguasaan bola, sehingga memberinya lebih banyak kesempatan bertahan.

Di sisi lain, Anderson cukup efektif membawa bola ke depan setelah merebut penguasaan. Mobilitas dan energinya dinilai cocok dengan kebutuhan United, terutama dalam skema transisi cepat. Jika tersedia dengan harga miring, Anderson bisa menjadi rekrutan cerdas.

Adam Wharton, Pengumpan Progresif yang Berani Ambil Risiko

Adam Wharton, Pengumpan Progresif yang Berani Ambil Risiko

Duel Mikel Merino dan Adam Wharton dalam laga Carabao Cup antara Arsenal vs Crystal Palace, Rabu (24/12/2025). (c) AP Photo/Kin Cheung

Berbeda dengan Anderson, Adam Wharton menawarkan ancaman lewat kualitas distribusi. Gelandang Crystal Palace ini dikenal piawai mengirim umpan progresif dan memecah garis pertahanan lawan.

Wharton tidak dikenal sebagai pencetak gol atau kreator assist utama, tetapi perannya adalah membuka ruang bagi rekan setim. Ia nyaman bermain dalam sistem dua gelandang dan memiliki jangkauan area yang luas.

Risikonya, gaya bermain Wharton yang berani kerap membuatnya kehilangan bola. Namun, dengan pemain depan yang lebih klinis di sekelilingnya, potensi kontribusinya diyakini bisa meningkat signifikan.

Carlos Baleba, Potensi Besar yang Perlu Dipoles Ulang

Carlos Baleba, Potensi Besar yang Perlu Dipoles Ulang

Pemain Brighton, Carlos Baleba, dalam pertandingan Premier League melawan Leicester City, Sabtu (12/4/2025). (c) AP Photo/Dave Shopland

Carlos Baleba sempat digadang-gadang sebagai gelandang masa depan bernilai £100 juta. Namun, performanya menurun akibat inkonsistensi Brighton dan faktor eksternal seperti Piala Afrika.

Meski begitu, data musim sebelumnya menunjukkan Baleba sebagai opsi paling komplet. Ia kuat dalam duel, piawai membawa bola, serta memiliki akurasi umpan yang tinggi.

Jika Manchester United mampu mengembalikannya ke performa terbaik, Baleba bisa menjadi solusi jangka panjang yang ideal.

Joao Gomes, Opsi Alternatif dari Tim Terancam Degradasi

Joao Gomes, Opsi Alternatif dari Tim Terancam Degradasi

Pemain Manchester City Omar Marmoush (kiri) dijatuhkan oleh pemain Wolves Joao Gomes pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Wolves, 24 Januari 2026 (c) AP Photo/Ian Hodgson

Nama terakhir yang patut diperhitungkan adalah Joao Gomes dari Wolves. Jika klubnya turun kasta, gelandang 24 tahun itu hampir pasti hengkang. Ia unggul dalam duel dan agresif dalam bertahan, meski kontribusinya dalam membangun serangan masih terbatas.

Dengan banyaknya opsi di pasar, tantangan Manchester United bukan sekadar mendatangkan nama besar, melainkan menemukan profil paling tepat untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Casemiro.

Musim panas ini akan menjadi penentu arah baru Setan Merah, dan lini tengah adalah titik awal dari segalanya.

Sumber: The Sun