Michael Carrick Digadang-gadang Jadi 'Pep Guardiola atau Zinedine Zidane'-nya Manchester United

Michael Carrick Digadang-gadang Jadi 'Pep Guardiola atau Zinedine Zidane'-nya Manchester United
Pelatih Manchester United Michael Carrick. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Manchester United disebut-sebut bisa menemukan sosok manajer jangka panjang dari internal klub sendiri. Nama Michael Carrick kini masuk dalam bursa kandidat serius, menyusul performa positifnya sebagai pelatih interim Setan Merah.

Penilaian tersebut datang dari Joe Cole, mantan rekan setim Carrick di West Ham dan Timnas Inggris. Menurut Cole, Carrick memiliki peluang besar untuk meniru jejak Pep Guardiola dan Zinedine Zidane, dua legenda klub yang sukses kembali ke tim lamanya sebagai pelatih kepala.

Guardiola dan Zidane sama-sama membuktikan bahwa pemahaman mendalam terhadap kultur klub, tekanan, serta tuntutan level tertinggi sepak bola bisa menjadi modal utama untuk sukses di pinggir lapangan. Carrick dinilai berada di jalur yang sama.

“Pemain top yang benar-benar memahami klub dan tahu bagaimana rasanya bernafas di level tertinggi, biasanya datang dan langsung bekerja dengan sangat baik,” ujar Cole, kini pundit TNT Sports dalam wawancara dengan The Sun.

Keunggulan Carrick: Pengalaman di Level Tertinggi

Keunggulan Carrick: Pengalaman di Level Tertinggi

Pelatih Manchester United, Michael Carrick merayakan gol ke gawang Manchester City di Derby Manchester, 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Cole menilai kekuatan utama Carrick terletak pada pengalamannya yang panjang bersama Manchester United, baik sebagai pemain maupun staf pelatih. Ia terbiasa hidup dalam tekanan besar, sorotan media, serta ekspektasi tinggi yang melekat pada klub sebesar United.

Menurut Cole, banyak pelatih gagal bukan karena kurang pintar, melainkan karena tidak pernah mengalami langsung atmosfer klub elite. Carrick, sebaliknya, sudah lama berada di “ketinggian” tersebut dan mampu berempati dengan para pemainnya.

“Ia bisa menjadi sosok penenang ketika tim kalah satu-dua pertandingan, lalu membawa pemain kembali ke jalur yang benar,” kata Cole.

Sejauh ini, Carrick belum benar-benar diuji oleh rentetan hasil buruk. Namun kesan awalnya dinilai sangat menjanjikan. “Dia adalah sebuah kejutan besar, dan namanya pantas masuk dalam daftar kandidat pelatih permanen,” tambah Cole.

Bukan Tipe Emosional, Lebih Mirip Ancelotti

Bukan Tipe Emosional, Lebih Mirip Ancelotti

Pelatih Manchester United, Michael Carrick bersalaman dengan penyerang MU, Matheus Cunha usai laga melawan Manchester City, 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Menariknya, Cole mengakui bahwa Carrick bukanlah mantan pemain yang paling difavoritkan untuk menjadi pelatih saat masih aktif bermain. Nama-nama seperti Jamie Carragher atau John Terry justru sempat lebih dijagokan.

Namun, Carrick memiliki karakter unik. Ia dikenal cerdas, tenang, dan penuh perhitungan. Cole bahkan membandingkannya dengan Carlo Ancelotti, pelatih yang sukses berkat ketenangan dan manajemen pemain kelas dunia.

“Dia pendiam, selalu ingin menang, jarang menunjukkan emosi berlebihan, dan sangat terukur. Karakter seperti itu sangat dibutuhkan seorang manajer,” ujar Cole.

Pendekatan Sederhana yang Menyegarkan

Pendekatan Sederhana yang Menyegarkan

Pelatih interim Manchester United, Michael Carrick saat memberikan arahan di laga melawan Arsenal, 25 Januari 2026. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Di tengah keraguan soal kredensial kepelatihan Carrick, Cole menilai sepak bola modern tetap memberi ruang bagi berbagai tipe pelatih. Jika Guardiola dikenal sebagai inovator taktik, maka Zidane sukses di Real Madrid lewat manajemen ego pemain bintang dan pengambilan keputusan yang tepat.

Carrick dinilai mengarah ke pendekatan kedua. Keputusannya menggandeng Jonny Evans sebagai staf pelatih serta Steve Holland, mantan asisten Timnas Inggris dipuji sebagai langkah cerdas.

Evans dianggap memahami dinamika ruang ganti, sementara Holland membawa pengalaman dan stabilitas. Kombinasi tersebut membantu Carrick mengembalikan prinsip dasar sepak bola: memainkan pemain terbaik di posisi terbaik, menjaga suasana tim, dan menumbuhkan kepercayaan diri.

Dampaknya terlihat jelas. Penampilan Manchester United membaik, sementara pemain muda seperti Kobbie Mainoo tampil lebih lepas dan percaya diri.

Penentu Nasib: Statistik dan Konsistensi

Penentu Nasib: Statistik dan Konsistensi

Manajer interim Manchester United, Michael Carrick (c) AP Photo/Jon Super

Menurut Cole, keputusan manajemen United soal masa depan Carrick kemungkinan besar akan ditentukan oleh satu faktor utama: rasio poin per pertandingan.

Jika Carrick mampu mencatatkan angka yang lebih baik dibanding para pendahulunya, mulai dari Ole Gunnar Solskjaer, Ruben Amorim, hingga Jose Mourinho serta membawa United kembali ke Liga Champions, maka peluangnya untuk dipermanenkan sangat besar.

Lebih dari sekadar hasil akhir pekan, Carrick juga dituntut menunjukkan visi jangka menengah dan panjang kepada manajemen klub.

“Jika dia bisa membuktikan mampu merencanakan tiga, enam, hingga 12 bulan ke depan, sambil tetap meraih hasil di lapangan, kenapa Manchester United tidak mempertahankannya?” tutup Cole.

Sumber: The Sun