Yang Tertinggal dari Duel Man City vs Brighton: Sinar Max Alleyne, Rekor Haaland, dan Harapan Arsenal Terpeleset
Editor Bolanet | 8 Januari 2026 12:15
Bola.net - Manchester City kembali gagal meraih kemenangan saat menjamu Brighton di Etihad Stadium pada lanjutan Liga Inggris. Hasil imbang 1-1 pada laga Man City vs Brighton ini menjadi pukulan telak bagi ambisi juara Josep Guardiola.
Erling Haaland sempat membawa tuan rumah unggul lewat titik putih sebelum jeda turun minum. Gol tersebut sekaligus menjadi gol ke-150 sang striker bagi The Citizens di semua kompetisi.
Namun, Kaoru Mitoma sukses menyamakan kedudukan bagi tim tamu di babak kedua. Penyelesaian klinis pemain Jepang itu ke pojok bawah gawang membuyarkan kemenangan di depan mata.
Hasil ini membuat Man City harus puas berbagi poin dalam tiga laga Premier League terakhir mereka. Situasi ini jelas menguntungkan Arsenal yang kini nyaman duduk di puncak klasemen sementara.
Pukulan Telak dalam Perburuan Gelar

Man City memulai tahun baru dengan catatan yang kurang memuaskan bagi standar mereka. Tiga hasil imbang beruntun membuat posisi mereka di papan atas kian terancam.
Kehilangan enam poin dari tiga laga terakhir bisa berakibat fatal di akhir musim nanti. The Citizens kini tertinggal lima poin di belakang Arsenal yang tampil sangat konsisten.
Jarak tersebut bisa melebar menjadi delapan poin jika Arsenal menang atas Liverpool. Laga di Emirates Stadium pada Kamis malam nanti akan sangat menentukan nasib persaingan gelar.
Pep Guardiola kini harus berharap rival utamanya itu terpeleset di sisa musim. Tanpa bantuan dari tim lain, misi mempertahankan trofi Premier League akan terasa sangat berat.
Kutukan Tiga Hasil Imbang

Rekor tiga hasil imbang berturut-turut ini adalah fenomena langka bagi Pep Guardiola. Sebelumnya, pelatih asal Spanyol itu hanya pernah mengalaminya pada April 2017 dan Desember 2023.
Sebelum ditahan Brighton, City juga bermain imbang melawan Sunderland dan Chelsea dengan skor identik. Rasa frustrasi mulai terlihat jelas dari bahasa tubuh para pemain di lapangan.
Penyelesaian akhir menjadi masalah utama dalam rentetan hasil minor tersebut. Dari 20 tembakan yang dilepaskan lawan Brighton, hanya empat yang mengarah tepat ke sasaran.
City wajib segera menemukan kembali ketajaman mereka di sepertiga akhir lapangan. Jika tidak, mimpi buruk kehilangan poin akan terus menghantui di laga-laga berikutnya.
Rekor Emas Erling Haaland

Di tengah hasil mengecewakan, Erling Haaland tetap menunjukkan kelasnya sebagai predator kotak penalti. Ia sukses mencetak gol pembuka lewat eksekusi penalti yang tenang dan terukur.
Gol tersebut menjadi tonggak sejarah penting bagi penyerang asal Norwegia tersebut. Itu adalah gol ke-150 Haaland sejak berseragam biru langit Manchester yang penuh prestasi.
Selain itu, gol tersebut tercatat sebagai gol ke-35.000 dalam sejarah Premier League. Sebuah pencapaian statistik yang cukup unik di tengah malam yang sulit bagi timnya.
Sayangnya, rekor individu tersebut tidak cukup untuk mengamankan tiga poin penuh. Haaland dan rekan-rekannya harus gigit jari melihat Brighton mencuri poin di kandang mereka.
Mimpi Buruk Badai Cedera

Masalah terbesar Man City saat ini adalah daftar cedera pemain yang semakin panjang. Pep Guardiola kehilangan delapan pemain tim utama saat menghadapi Brighton tengah pekan ini.
Enam di antaranya harus absen total karena masalah cedera yang cukup serius. Josko Gvardiol dan Ruben Dias menjadi nama terbaru yang masuk ruang perawatan usai laga kontra Chelsea.
Gvardiol bahkan terancam absen hingga akhir musim karena mengalami retak tulang tibia. Sementara itu, Ruben Dias diprediksi menepi selama empat hingga enam pekan akibat masalah hamstring.
Savinho juga menambah pusing kepala pelatih karena mengalami masalah yang belum spesifik. Winger lincah asal Brasil itu diperkirakan absen selama satu setengah hingga dua bulan ke depan.
Debut Mengejutkan Max Alleyne

Krisis bek tengah memaksa Guardiola melakukan perjudian besar dalam susunan pemainnya. Max Alleyne langsung diturunkan sebagai starter hanya 48 jam setelah ditarik dari masa pinjaman.
Pemain berusia 20 tahun itu baru saja kembali dari Watford di divisi Championship. Ia diduetkan dengan Abdukodir Khusanov di jantung pertahanan untuk menambal lubang yang ditinggalkan seniornya.
Meski minim pengalaman, Alleyne tampil tenang dan tidak terlihat gugup sama sekali. Ia mampu mengimbangi kecepatan dan agresivitas para penyerang Brighton sepanjang pertandingan berlangsung.
Statistik mencatat ia memenangkan lima duel dan tiga take-ons di babak pertama saja. Akurasi umpannya juga mencapai angka fantastis 94,9 persen yang memanjakan lini tengah.
Pujian Guardiola untuk Alleyne

Penampilan solid Max Alleyne menuai pujian langsung dari sang manajer usai pertandingan. Guardiola merasa bersyukur dengan perkembangan sang pemain selama masa peminjaman di Watford.
Terkait performa sang debutan, Guardiola memberikan komentar positif kepada awak media: "Max, kemarin sesi latihan pertama... Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Watford karena mereka membantunya berkembang sebagai pesepakbola."
Lebih lanjut, pelatih berkepala plontos itu menambahkan detail teknis permainannya:
"Dia sedikit bermasalah dalam bertahan, tapi hari ini semua bola panjang yang mereka menangkan dia sangat cepat dalam transisi. Saat memegang bola dia benar-benar luar biasa. Dia kehilangan satu bola, sisanya TOP! Benar-benar top... Dia akan meraih banyak di masa depan!" lanjutnya.
Lini Belakang yang Rapuh

Absennya John Stones, Ruben Dias, dan Josko Gvardiol menyisakan lubang menganga di pertahanan. Nathan Ake dan Abdukodir Khusanov kini menjadi tumpuan utama dalam beberapa pekan ke depan.
Khusanov yang baru berusia 21 tahun masih dalam tahap awal kariernya di City. Meski punya fundamental bagus, ia masih butuh jam terbang untuk meminimalisir kesalahan fatal.
Sementara itu, masa depan Nathan Ake sendiri masih menjadi tanda tanya besar. Bek asal Belanda itu dikabarkan mungkin akan meninggalkan Etihad Stadium pada bursa transfer musim panas nanti.
Man City kabarnya mulai melirik Marc Guehi dari Crystal Palace sebagai solusi jangka panjang. Namun untuk saat ini, mereka harus bertahan dengan stok pemain yang tersisa di skuad.
Brighton yang Susah Dikalahkan

Brighton perlahan menjelma menjadi tim yang sulit ditaklukkan oleh Manchester City. The Seagulls sukses mengumpulkan delapan poin dari empat pertemuan terakhir mereka di Premier League.
Pasukan Fabian Hurzeler belum terkalahkan saat berhadapan dengan tim asuhan Pep Guardiola. Mereka mampu memberikan perlawanan sengit baik di kandang sendiri maupun saat tandang.
Musim lalu, Brighton juga sukses menahan imbang City 1-1 di tempat yang sama. Bahkan pada pertemuan sebelumnya di Amex Stadium, mereka mampu menang 2-1 lewat comeback dramatis.
Gaya main menyerang yang diusung Hurzeler terbukti efektif merepotkan pertahanan City. Brighton kini menjadi salah satu dari sedikit tim yang bisa menatap mata City tanpa rasa takut.
Menanti Kepelesetnya Arsenal

Dengan 17 pertandingan tersisa, peluang juara Man City secara matematis masih terbuka. Namun, nasib mereka kini tidak lagi sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri.
Arsenal difavoritkan untuk mengangkat trofi jika mampu menjaga konsistensi performa mereka. City harus berharap The Gunners kehilangan fokus dan menjatuhkan poin di pekan-pekan krusial.
Di sisi lain, City harus segera bangkit dan memutus tren hasil imbang ini. Mereka perlu kembali ke jalur kemenangan untuk memberikan tekanan psikologis kepada sang pemuncak klasemen Liga Inggris.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 12:28
-
Prediksi Man City vs Brighton 29 Oktober 2026
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 11:16
-
Bukayo Saka Raih Socrates Award di Ballon d'Or 2026
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 07:19
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
LATEST UPDATE
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
-
Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:39
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







