2 Fondasi Utama AC Milan Mulai Goyah
Gia Yuda Pradana | 12 Januari 2026 21:44
Bola.net - AC Milan pulang dari Florence dengan satu poin yang terasa ganjil setelah imbang 1-1 melawan Fiorentina. AC Milan memang terhindar dari kekalahan, tetapi hasil ini menyisakan perasaan campur aduk.
Hasil imbang tandang ke markas Fiorentina bukan bencana jika berdiri sendiri. Namun, konteks pertandingan sebelumnya melawan Genoa membuat hasil ini sulit dianggap sekadar angka di klasemen.
Laga pekan ke-20 Serie A/Liga Italia 2025-2026 di Artemio Franchi itu berlangsung Minggu, 11 Januari 2026, pukul 21.00 WIB. Fiorentina unggul lebih dulu lewat Pietro Comuzzo pada menit ke-66 sebelum Christopher Nkunku menyamakan skor di menit ke-90.
Pilar yang Mulai Retak

Sepanjang musim, Milan dikenal memiliki dua fondasi utama, yakni semangat kolektif dan organisasi permainan. Bahkan pada malam yang tidak ideal, tim ini biasanya mampu tetap padu dan bereaksi dengan cepat.
Akan tetapi, di Artemio Franchi, kepastian itu mulai goyah terutama pada babak kedua. Intensitas permainan tidak konsisten dan kejernihan pengambilan keputusan kerap hilang.
Ketika tertinggal, respons yang muncul juga tidak sekuat biasanya. Kesan yang terlihat adalah tim yang kurang lapar dan kurang reaktif dalam situasi sulit.
Masalah fisik bisa saja menjadi faktor, tetapi penjelasan itu terasa terlalu sederhana. Setiap tim menghadapi jadwal padat, tapi percikan mental yang kerap jadi pembeda justru absen di laga ini.
Peringatan Jelang Paruh Kedua Musim

Ada peluang untuk membuat laga berjalan lebih mudah sejak awal. Jika Christian Pulisic memaksimalkan dua kesempatan di menit-menit pembuka, alur pertandingan kemungkinan besar berubah.
Keunggulan 2-0 dalam setengah jam pertama tentu bisa menggeser momentum dan suasana. Akan tetapi, kegagalan memanfaatkan momen kembali menjadi cerita utama.
Antara laga melawan Genoa dan Fiorentina, AC Milan terlihat kesulitan menuntaskan fase krusial pertandingan. Setelah itu, reaksi saat situasi menjadi rumit juga tidak muncul dengan kekuatan penuh.
Ini belum bisa dianggap sebagai tanda bahaya besar. Namun, peringatan dini sudah terasa dan tidak boleh diabaikan.
Pelatih Massimiliano Allegri menuntut konsistensi, konsentrasi, dan kemampuan merespons pada paruh kedua musim. Florence belum memberi jawaban, tetapi justru meninggalkan pertanyaan yang harus segera dijernihkan oleh pemain dan staf pelatih.
Dengan kompetisi yang masih panjang, ruang koreksi tetap terbuka lebar. Akan tetapi, AC Milan perlu segera menemukan kembali ketegasan mental agar retakan kecil ini tidak melebar.
Sumber: Sempre Milan
Klasemen Serie A/Liga Italia
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Trofi Juara yang Terasa Indah buat Barcelona
Raphinha, Pembeda di Panggung Besar
Sedikit Rasa Pahit dari Kemenangan Manis Barcelona
Barcelona: Laga yang Dilewatkan Frenkie de Jong usai Kartu Merah di Final Supercopa
Menolak Panik: Real Madrid Tetap Percaya Xabi Alonso meski Kalah di Final Supercopa
Real Madrid Kalah dari Barcelona, tapi Vinicius Junior Menunjukkan Sinyal Kebangkitan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona Belum Berhenti, Kini Bidik Bek Manchester City
Liga Spanyol 29 Mei 2026, 15:14
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, Ada Mikel Arteta
Editorial 29 Mei 2026, 14:23
-
Julian Alvarez Bisa Kenakan Nomor Punggung Ini Jika ke Barcelona
Liga Spanyol 29 Mei 2026, 14:08
LATEST UPDATE
-
Resmi! Nova Arianto Panggil 23 Pemain untuk Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 29 Mei 2026, 22:48
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, Ada Mikel Arteta
Editorial 29 Mei 2026, 14:23
-
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Musim Panas Ini
Editorial 28 Mei 2026, 14:04














