3 Sisi Cerah dan 2 Catatan Gelap untuk AC Milan
Gia Yuda Pradana | 7 Oktober 2025 12:34
Bola.net - Pertandingan Serie A antara Juventus melawan AC Milan di Allianz Stadium akhir pekan kemarin berkesudahan tanpa gol, tetapi menyisakan banyak cerita di balik skor 0-0 tersebut. Kedua tim memang gagal menyuguhkan laga yang benar-benar menghibur, tapi Milan sebenarnya bisa saja pulang dengan tiga poin seandainya peluang-peluang emas mereka tak terbuang percuma.
Babak pertama berjalan hati-hati, dengan minim peluang berarti. Namun, intensitas meningkat di paruh kedua ketika Mike Maignan melakukan penyelamatan luar biasa untuk menepis sepakan jarak dekat Federico Gatti, dan Milan memperoleh peluang terbaik melalui penalti Christian Pulisic yang sayangnya melenceng dari sasaran. Rafael Leao pun tak kalah apes, gagal menuntaskan dua kesempatan yang seharusnya berbuah gol.
Meski begitu, hasil imbang ini memperpanjang catatan tak terkalahkan Milan sekaligus menambah daftar clean sheet mereka musim ini. Di sisi lain, posisi puncak klasemen sementara harus dilepaskan. Dari duel tanpa gol itu, ada lima hal yang bisa dipetik — tiga bernilai positif, dan dua menjadi catatan negatif.
Pertahanan Jadi Fondasi Kuat Milan
Barisan belakang AC Milan kembali menunjukkan ketangguhan yang membuat lawan frustrasi. Juventus nyaris tak punya ruang untuk menciptakan peluang bersih, kecuali satu momen ketika bola jatuh di kaki Federico Gatti, tetapi Mike Maignan menepisnya dengan refleks menakjubkan.
Itu menjadi clean sheet kelima dari enam pertandingan terakhir Milan, dengan satu-satunya gol yang bersarang datang dari penalti saat menghadapi Napoli. Artinya, mereka belum kebobolan dari open play selama lebih dari 540 menit.
Trio bek tengah bekerja efektif menutup ruang, sementara Alexis Saelemaekers dan Davide Bartesaghi di sisi sayap juga sukses menekan pergerakan Yildiz serta Conceicao. Sebuah performa defensif yang disiplin dan terorganisir — identitas yang kembali tampak dalam permainan Milan.
Dominasi Milan di Lini Tengah
Meski penguasaan bola berjalan relatif seimbang, Milan tampak lebih dominan di lini tengah. Kehadiran Luka Modric menjadi faktor pembeda. Pemain asal Kroasia itu kembali mendikte tempo permainan selama 90 menit penuh, dengan umpan panjang cermatnya kepada Santiago Gimenez yang berujung penalti.
Modric bahkan hampir mencatat assist andai Rafael Leao bisa lebih tenang dalam penyelesaian akhir. Di sisi lain, duet Adrien Rabiot dan Youssouf Fofana juga tampil solid. Rabiot mungkin tidak terlalu mencolok, tetapi kontribusinya dalam bertahan dan mengatur ritme tetap terasa.
Secara keseluruhan, sektor tengah Milan tampil lebih berpengaruh dibanding Juventus. Hanya saja, dominasi itu tak cukup untuk menghasilkan kemenangan.
Santiago Gimenez Mulai Tunjukkan Perkembangan
Santiago Gimenez memang belum menambah gol setelah menjebol gawang Lecce, tetapi performanya menunjukkan peningkatan signifikan. Ia tampil penuh percaya diri, berani menantang lini belakang Juventus, dan nyaris mencetak gol setelah melewati beberapa pemain sebelum tendangannya ditepis kiper.
Di babak kedua, penyerang asal Meksiko itu juga hampir mencetak gol lewat sundulan yang hanya melenceng tipis dari tiang gawang. Selain ancaman langsung, Gimenez juga aktif dalam pressing, rajin menahan bola, dan menjadi pemicu serangan lewat pergerakan cerdasnya.
Ia bahkan menjadi pemain yang memenangkan penalti untuk Milan. Allegri tampaknya mulai menaruh kepercayaan besar kepadanya, dan bila tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin gol-gol dari Gimenez akan segera mengalir.
Pulisic dan Masalah Penalti Milan
Christian Pulisic menjadi salah satu nama yang paling disorot setelah laga. Setelah tampil apik dalam beberapa pekan terakhir, kali ini ia gagal menunaikan tugas sebagai eksekutor penalti. Sepakannya melenceng jauh dari gawang, padahal peluang itu bisa menjadi kunci kemenangan Milan.
Meski begitu, reaksi Pulisic pasca-kegagalan cukup positif. Ia mencoba bangkit, menggiring bola melewati beberapa pemain Juventus, lalu melepaskan tembakan keras rendah yang masih mampu ditepis Di Gregorio. Kendati demikian, masalah di titik putih ini bukan hal baru bagi Milan.
Musim lalu saja, Milan gagal mengeksekusi empat penalti dari sembilan kesempatan. Kini, mereka kembali memulai musim dengan satu kegagalan dari satu percobaan — berarti tingkat keberhasilan hanya 50 persen dalam 10 penalti terakhir.
Secara individu, catatan Pulisic sejatinya baik: 13 penalti sukses dari total 15 percobaan sepanjang kariernya. Oleh karena itu, kegagalan kali ini lebih pantas disebut insiden tunggal ketimbang tren mengkhawatirkan.
Leao Belum Kembali ke Performa Terbaik
Rafael Leao masih mencari sentuhannya setelah absen akibat cedera. Masuk di babak kedua, pemain asal Portugal itu diharapkan menjadi pembeda. Namun, dua peluang emas yang ia miliki justru terbuang percuma.
Pertama, ia gagal menembak tepat sasaran dari jarak dekat. Sesudah itu, di kesempatan kedua, setelah pergerakan apik melewati bek Juventus, sepakan Leao mengarah tepat ke kiper.
Kualitasnya jelas tidak perlu diragukan, tetapi dalam laga seperti ini, pemain sekelas Leao diharapkan mampu mengonversi minimal satu peluang menjadi gol. Wajar bila publik menilai penampilannya kali ini mengecewakan. Meski baru pulih dan baru bermain sekitar 40 menit, ketajaman Leao masih belum kembali ke level terbaik.
Sumber: Sempre Milan
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Rafael Leao Masih Harus Bekerja Keras dan Banyak Belajar untuk Jadi Nomor 9 AC Milan
UEFA Izinkan Villarreal vs Barcelona di Miami, Milan vs Como di Perth: Keputusan Bersejarah Sekaligus Peringatan
Tensi Panas jelang Laga Italia vs Israel: Lebih Banyak Massa di Luar Stadion daripada di Dalam
Daya Ledak Baru di Lini Depan yang Membuat Inter Milan Kini Menakutkan
Revolusi Taktik Inter Milan: Tak Ada Lagi Build-up Bertele-tele yang Mudah Terbaca Lawan
Hasil Tak Sepadan dengan Performa: Skor 0-0 Bukan Cerminan Upaya AC Milan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
AC Milan Lirik Bek Manchester United untuk Perkuat Sektor Pertahanan
Liga Italia 26 Agustus 2026, 11:24
-
Napoli Ingin Gabriel Jesus, tapi Ada Satu Syarat yang Harus Dipenuhi
Liga Italia 26 Agustus 2026, 09:57
-
Rafael Leao Didekati Klub Premier League, Negosiasi Berlangsung
Liga Italia 26 Agustus 2026, 09:11
-
Juventus Lepas Fabio Miretti ke Besiktas, Jalan Franck Kessie Terbuka
Liga Italia 26 Agustus 2026, 06:51
LATEST UPDATE
-
Prediksi Crystal Palace vs Man City 29 Agustus 2026
Liga Inggris 27 Agustus 2026, 13:16
-
Jonathan David Ngotot Bertahan di Juventus meski Banyak Klub Mengincar
Liga Italia 27 Agustus 2026, 13:15
-
Prediksi AC Milan vs Venezia 29 Agustus 2026
Liga Italia 27 Agustus 2026, 12:45
-
Prediksi LOSC vs PSG 29 Agustus 2026
Liga Eropa Lain 27 Agustus 2026, 12:34
-
Liverpool Alihkan Perhatian ke Ismaila Sarr setelah Gagal Dapatkan Minteh
Liga Inggris 27 Agustus 2026, 12:15
-
Prediksi Bayern vs VfB Stuttgart 29 Agustus 2026
Bundesliga 27 Agustus 2026, 11:58
-
Chelsea Sepakat Lepas Nicolas Jackson ke Aston Villa dengan Harga Fantastis
Liga Inggris 27 Agustus 2026, 11:35
-
Drawing Liga Champions: Calon Lawan Wakil-wakil Jerman
Liga Champions 27 Agustus 2026, 11:01
-
Semua yang Perlu Diketahui Fans Real Madrid Tentang Drawing Liga Champions
Liga Champions 27 Agustus 2026, 10:55
-
Chelsea Pertimbangkan Emiliano Martinez usai Robert Sanchez Buat Blunder
Liga Inggris 27 Agustus 2026, 10:55
-
Calon Lawan Liverpool di Drawing Liga Champions 2026-27
Liga Champions 27 Agustus 2026, 10:25
-
Aturan Liga Champions UEFA, Arsenal Takkan Hadapi Inter Milan di San Siro
Liga Champions 27 Agustus 2026, 10:17
-
Hattrick Kylian Mbappe Bikin Jose Mourinho Terpesona di Real Madrid
Liga Spanyol 27 Agustus 2026, 10:15
-
Barcelona Menanti Lawan di Drawing Liga Champions 2026-27
Liga Champions 27 Agustus 2026, 10:07
-
Barcelona vs Bilbao: Pertemuan 2 Pelatih Jerman di Camp Nou
Liga Spanyol 27 Agustus 2026, 10:00
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

