4 Gagal 3 Sukses, Masih Ingat Nasib 7 Pemain yang Tinggalkan Juventus karena Calciopoli?
Richard Andreas | 19 Mei 2020 08:00
Bola.net - Juventus pernah terlibat dalam pusaran skandal terbesar dalam sepak bola Italia. Hanya dua bulan setelah menjuarai Serie A 2005/06, Juve secara memalukan harus terdegradasi ke kasta kedua setelah terbukti terlibat pada kasus match-fixing.
Skandal ini lebih populer dikenal sebagai Calciopoli. Tidak hanya terdegradasi, Juve juga harus kehilangan gelar mereka musim 2004/05 dan 2005/06. Saat itu, sepak bola Italia bersembunyi malu dari dunia.
Merosot ke Serie B jelas jadi pukulan besar. Pasalnya, skuad Juve berlimpahan bintang seperti Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro, Patrick Vieira, Pavel Nedved, dan Zlatan Ibrahimovic. Plus ada nama Fabio Capello di kursi pelatih.
Degradasi jadi jalan keluar pemain-pemain bintang tersebut, meski masih ada sebagian yang bertahan. Mereka yang setia termasuk Buffon, Giorgio Chiellini, Nedved, Mauro Camoranesi, Alessandro Del Piero, dan David Trezeguet.
Kesetiaan itu mungkin terbayar lunas, pada akhirnya Juve berhasil bangkit ke Serie A dalam waktu singkat. Namun, tetap saja kepergian sejumlah pemain bintang mereka jadi noda besar.
Siapa saja pemain yang pergi? Bagaimana jalan karier mereka di klub baru? Mengutip Squawka, baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Zlatan Ibrahimovic
Gabung: Inter Milan
Apakah sukses? Ya
Kala itu Ibrahimovic dikenal sebagai salah satu striker muda terbaik, meski hanya bisa mencetak tujuh gol dalam 35 pertandingan Serie A di musim sebelumnya. Melihat situasi sulit Juve, Inter bergerak cepat untuk mendapatkan Ibra.
Transfer ini terbukti jitu. Ibra punya tempat untuk berkembang, Inter punya striker masa depan yang bisa diandalkan.
Emerson
Gabung: Real Madrid
Apakah sukses? Tidak
Emerson bekerja di bawah Capello di Roma dan Juventus, lalu kembali bekerja sama di Real Madrid. Namun, hubungan keduanya memburuk, entah karena alasan apa.
Sebenarnya Emerson tampil cukup baik, pernah membantu Madrid menjuarai La Liga. Namun, dia tidak benar-benar mendapatkan tempat di sana.
Gianluca Zambrotta
Gabung: Barcelona
Apakah sukses? Tidak
Bercelona merupakan salah satu klub paling sukses di Eropa dalam satu dekade terakhir, namun mereka menjalani tahun-tahun tandus pada 2006-2008 lalu, yang kebetulan bertepatan dengan masa-masa Zambrotta di sana.
Satu-satunya trofi yang diraih Zambrotta bersama Barca hanyalah Supercopa de Espana. Dia memang selalu diandalkan jadi starter, tapi jelas tidak sesuai dengan ekspektasi.
Patrick Vieira
Gabung: Inter
Apakah sukses? Tidak
Sama seperti Ibra, Vieira pun memilih melanjutkan kariernya di Inter Milan, tapi jalur kariernya tidak selancar Ibra. Empat tahun di sana, Vieira lebih sering menghangatkan bangku cadangan.
Kedatangan Jose Mourinho memperburuk situasi, Vieira kian tersingkir. Pada akhirnya dia memutuskan hengkang ke Manchester City, bermain selama 18 bulan di bawah Roberto Mancini.
Adrian Mutu
Gabung: Fiorentina
Apakah sukses? Ya
Meninggalkan Juventus ternyata merupakan salah satu keputusan terbaik Mutu. Dia menjalani tahun-tahun terbaiknya bersama Fioren tina, bahkan mungkin tidak banyak yang ingat Mutu pernah mengenakan kostum Juventus.
Bersama Fiorentina, Mutu mencatatkan 112 penampilan dan 54 gol dalam empat setengah musim.
Fabio Cannavaro
Gabung: Real Madrid
Apakah sukses? Ya
Usai mengapteni Timnas Italia dalam langkah menjuarai Piala Dunia 2006, Cannavaro menghadapi tantangan baru dalam kariernya di luar negeri, masih di bawah Capello.
Bek senior ini tampil sangat baik pada dua musim pertamanya di Real Madrid. Dia meraih dua gelar La Liga, juga masuk dalam FIFPro World XI 2006 dan 2007.
Lilian Thuram
Gabung: Barcelona
Apakah sukses? Tidak
Bek luar biasa pada puncak performanya, tapi Llian Thuram sudah berusia 34 tahun ketika memutuskan hengkang ke Barcelona. Jelas, dia kesulitan beradaptasi dengan gaya bermain khas Barca.
Sama seperti kasus Zambrotta, Thuram lebih sering dicadangkan selama membela Barca. Lalu di akhir musim 2007/08 dia mengumumkan keputusan pensiunnya karena masalah kesehatan.
Sumber: Squawka
Baca ini juga ya!
- Ini Satu-satunya Scudetto AC Milan di Era Arrigo Sacchi
- Saat AC Milan Menjadi Lawan Terakhir Roberto Baggio di Serie A
- 38 Tahun Lalu, Saat Juventus Jadi yang Pertama Meraih 20 Scudetto
- Soal Pertengkaran antara Luis Suarez dan Patrice Evra, Bagaimana Awal Mulanya?
- Kiprah Tontowi Ahmad di Bulu Tangkis: Hattrick All England Hingga Rebut Emas Olimpiade
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Vinicius Dicemooh Fans Real Madrid, Kylian Mbappe tak Terima
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 01:15
-
Cristiano Ronaldo Menang Telak di Meja Hijau: Juventus Harus Bayar Rp165 Miliar
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:54
LATEST UPDATE
-
Usai Cabut dari Real Madrid, Tujuan Xabi Alonso Berikutnya Terungkap
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 04:30
-
Kabar Panas dari Stamford Bridge: Chelsea Siap Lepas Gelandang Juara Piala Dunia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 03:29
-
Prediksi Copenhagen vs Napoli 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Olympiakos vs Leverkusen 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:02
-
Prediksi Sporting CP vs PSG 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:01
-
Prediksi Inter vs Arsenal 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Tottenham vs Dortmund 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Vinicius Dicemooh Fans Real Madrid, Kylian Mbappe tak Terima
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 01:15
-
Prediksi Bodo/Glimt vs Man City 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Kairat vs Club Brugge 20 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 22:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26



