5 Pelajaran dari Kemenangan AC Milan: Theo Gacor, Ibra Gak Bosen Bikin Gol!
Richard Andreas | 9 Januari 2022 21:44
Bola.net - AC Milan melibas Venezia dengan skor telak 3-0 dalam duel pekan ke-21 Serie A 2021/22, Stadio Pier Luigi Penzo, Minggu (9/1/2022). Skuad Stefano Pioli tampil cukup baik selama 90 menit.
Venezia patut diacungi jempol karena bisa memberikan perlawanan. Di babak pertama, Milan hanya ungul satu gol lewat aksi Zlatan Ibrahimovic saat pertandingan baru berjalan dua menit.
Bencana Venezia dimulai dengan kartu merah Michael Svoboda di babak kedua. Setelahnya Milan mencetak dua gol lewat Theo Hernandes (48', 59') dan membungkus tiga poin.
Kemenangan ini mengantar Milan ke puncak klasemen sementara. Milan unggul dari sang rival Inter Milan, meski juga unggul jumlah pertandingan.
Selain itu, laga ini juga menyisakan 5 pelajaran penting. Apa saja sih? Scroll ke bawah yuk, Bolaneters!
1. Brace Theo Hernandez
Theo Hernandez layak disebut sebagai pemain terbaik alias man of the match dalam pertandingan ini. Dia membungkus dua gol, bahkan nyaris mencetak hattrick.
Dia membuat total 5 tembakan, 123 sentuhan, 2 umpan kunci, 87% umpan sukses, 3 dribel sukses, dan berkontribusi dalam pertahanan dengan 3 tekel bersih.
Opta mencatat Theo sudah tiga kali membungkus brace alias catatan dua gol untuk Milan di Serie A. Dia adalah bek dengan catatan brace terbanyak di lima liga top Eropa.
2. Zlatan sang predator
Ibrahimovic menjebol gawang Venezia saat pertandingan baru berjalan dua menit. Ini jadi catatan istimewa dalam buku gol Ibrahimovic pribadi.
Menurut Opta, Venezia adalah tim ke-80 yang dibobol Ibrahimovic sepanjang kariernya di lima liga top Eropa. Dia jadi pemain kedua yang mencapai angka sebanyak itu, setelah Cristiano Ronaldo.
Ibrahimovic sudah 40 tahun, tapi masih membuktikan peran pentingnya bagi Milan. Musim ini dia bisa jadi penentu harapan Milan jadi juara.
3. Puncak klasemen

Tambahan tiga poin ini mengantar AC Milan ke puncak klasemen Serie A. Mereka mengoleksi 48 poin dari 21 pertandingan, unggul tipis dari Inter Milan yang mengejar dengan 46 poin dari 19 pertandingan.
Meski posisi Milan dapat disalip jika Inter Menang, keunggulan sementara ini tentu memberikan dampak positif pada mentalitas pemain. Skuad Milan boleh percaya diri bersaing jadi juara.
Milan sekarang diyakini punya potensi untuk bersaing dengan Inter hingga akhir musim. Persoalannya, Milan harus bisa menjaga konsistensi dari pekan ke pekan.
4. Terlalu ceroboh

Milan menang dan mengontrol sebagian besar pertandingan. Namun, Pioli punya PR untuk memperbaiki manajemen pertandingan para pemainnya.
Dalam kondisi unggul, pemain-pemain Milan masih sering membuat pelanggaran tidak perlu. Bahkan Sandro Tonali harus absen di laga berikutnya karena akumulasi.
Absennya pemain penting tentu berdampak negatif terhadap stabilitas tim. Jika ingin mengejar trofi, Milan membutuhkan kekuatan penuh.
5. Pioli di Serie A
Kemenangan ini sekaligus menandai pertandingan ke-400 Stefano Pioli selama berkarier di Serie A. Angka ini cukup fantastis, membuktikan kualitas Pioli.
Menurut catatan Opta, Pioli adalah pelatih ke-8 yang menorehkan catatan 400 pertandingan di Serie A. Artinya dia termasuk salah satu dari segelintir pelatih istimewa.
Yang paling penting, hasil kerja Pioli mulai terlihat. Skuad Milan kian matang dan bisa bersaing di papan atas.
Sumber: Serie A, Opta, Bola
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona Konfirmasi Rodri Cedera Hamstring, Absen Lawan Atletico Madrid
Liga Spanyol 4 November 2026, 22:53
-
Link Streaming Fenerbahce vs Liverpool 5 November 2026
Liga Champions 4 November 2026, 22:30
-
Tampil Menggila Bersama Barcelona, Raphinha Dapat Dukungan Raih Ballon d'Or
Liga Champions 4 November 2026, 22:13
-
Legenda Tenis Rafael Nadal Bakal Gabung Dewan Direksi Real Madrid
Liga Spanyol 4 November 2026, 21:33
-
PSG Samai Rekor Threepeat UCL Real Madrid? Kenapa Tidak?
Liga Champions 4 November 2026, 21:00
LATEST UPDATE
-
Andoni Iraola Kesal Liverpool Tumbang di Kandang Fenerbahce
Liga Champions 5 November 2026, 14:16
-
Douvikas, Nama Baru yang Mengancam Para Predator Gol Eropa
Liga Champions 5 November 2026, 12:21
-
Real Madrid dan Keistimewaan Menang pada Menit-menit Akhir
Liga Champions 5 November 2026, 09:42
-
Liverpool Kebobolan dari 3 Bola Mati
Liga Champions 5 November 2026, 09:30
-
Ismail Yuksek, Motor Lini Tengah di Balik Kemenangan Fenerbahce atas Liverpool
Liga Champions 5 November 2026, 09:17
-
Ketika Konstantinos Karetsas Mengubah Arah Pertandingan
Liga Champions 5 November 2026, 09:04
-
Gabriel Veiga, Kreator Kemenangan Telak Porto atas Napoli
Liga Champions 5 November 2026, 08:56
-
Viktor Gyokeres vs Slavia Praha: Gol, Assist, Man of the Match
Liga Champions 5 November 2026, 08:38
-
Enzo Fernandez, Kunci Permainan Man City Saat Kalahkan Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:28
-
Erling Haaland Memang Mimpi Buruk Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:16
-
Liverpool, Dirk Kuyt, dan Bagaimana Sakitnya Dilukai Mantan
Liga Champions 5 November 2026, 07:51
-
Jude Bellingham, Katalis Kebangkitan Real Madrid di Athena
Liga Champions 5 November 2026, 07:38
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



