5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Dimas Ardi Prasetya | 22 Februari 2026 00:28
Bola.net - AC Milan gagal memetik poin penuh saat menjamu Como pada laga tunda pekan ke-24 Liga Italia di San Siro, Kamis (19/02/2026). Rossoneri harus bekerja keras sebelum memaksa lawan berbagi poin di hadapan publik sendiri.
Laga ini menjadi penantian panjang bagi Milan yang sempat kehilangan momentum dalam perburuan gelar. Atmosfer San Siro terasa cukup tegang sejak menit awal karena tekanan untuk tidak terpeleset lagi begitu besar.
Como kembali menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tim penggembira musim ini dan berhasil unggul dari sepakan Nico Paz, memanfaatkan blunder Mike Maignan. Tim tamu berani menekan dan memaksa Milan bermain tidak nyaman dalam banyak fase pertandingan.
Namun pada akhirnya, kualitas individu dan respons taktik dari bangku cadangan menjadi pembeda. Dari duel ini, setidaknya ada lima pelajaran penting yang bisa dipetik Rossoneri.
Lini Depan Masih Jauh dari Tajam
Performa lini serang Milan kembali menyisakan tanda tanya besar. Kombinasi penyerang yang diturunkan sejak awal belum mampu memberi tekanan konsisten kepada pertahanan Como.
Rafael Leao memang mencetak gol tapi kembali jadi sorotan karena tak konsisten sepanjang laga. Ia cukup kesulitan dalam duel satu lawan satu dan tak selalu tepat mengambil keputusan di area berbahaya.
Masuknya Niclas Fullkrug memang memberi dimensi berbeda dalam permainan direct. Namun suplai bola ke kotak penalti tetap minim karena kreativitas di sepertiga akhir belum maksimal.
Situasi ini menunjukkan bahwa Milan masih terlalu bergantung pada momen individu. Jika ingin benar-benar bersaing hingga akhir musim, efektivitas di lini depan harus segera dibenahi.
Ardon Jashari Mulai Menjawab Ekspektasi
Salah satu kabar baik bagi Milan datang dari lini tengah lewat penampilan Ardon Jashari. Gelandang asal Swiss itu tampil semakin percaya diri dan menunjukkan kualitas yang membuatnya didatangkan dengan harga tinggi.
Ia bermain sebagai mezzala dan terlihat klop dengan ritme permainan tim. Distribusi bolanya rapi, akurat, dan mampu membantu transisi dari bertahan ke menyerang dengan cepat.
Puncaknya terjadi ketika ia mengirim umpan panjang presisi yang membuka ruang bagi gol penentu kemenangan. Momen itu menjadi bukti bahwa ia tak sekadar pelengkap di lini tengah.
Jika konsistensinya terjaga, Jashari bisa menjadi fondasi penting proyek jangka panjang Milan. Performanya dalam laga ini memberi sinyal bahwa investasi klub mulai menunjukkan hasil.
Sentuhan Allegri dari Bangku Cadangan
Keputusan pergantian pemain menjadi titik balik jalannya pertandingan. Pelatih Massimiliano Allegri membaca situasi dengan tepat dan berani melakukan perubahan di waktu krusial.
Masuknya tenaga baru membuat intensitas Milan meningkat. Permainan menjadi lebih agresif dan tekanan ke pertahanan Como semakin terasa.
Youssouf Fofana memberi kekuatan tambahan di lini tengah. Sementara Fullkrug membantu membuka ruang dengan pergerakan tanpa bola yang cerdas.
Pergantian ini menunjukkan pengalaman Allegri dalam mengelola pertandingan. Dalam laga ketat seperti ini, detail kecil dan keputusan tepat bisa menjadi pembeda antara hasil imbang dan kemenangan.
Duel Taktik yang Bisa Jadi Rivalitas Baru
Pertemuan ini bukan sekadar soal tiga poin. Ada aroma persaingan taktik antara Allegri dan pelatih Como, Cesc Fabregas, yang mulai terasa panas.
Fabregas berani mengubah pendekatan timnya dan tampil fleksibel secara formasi. Como tidak datang untuk bertahan total, melainkan mencoba mengimbangi struktur permainan Milan.
Beberapa kali Como berhasil memancing kesalahan dan menciptakan situasi berbahaya. Keberanian mereka membuat pertandingan berjalan terbuka dan menarik.
Melihat perkembangan ini, bukan tidak mungkin Como menjadi batu sandungan reguler bagi Milan dalam beberapa musim ke depan. Duel dua pelatih dengan pendekatan berbeda ini berpotensi menjadi rivalitas baru di Serie A.
Asa Scudetto: Kian Menjauh?
Hasil seri lawan Como sangat disayangkan apalagi mereka bermain di kandang sendiri. AC Milan kian tertinggal dari pemuncak klasemen, Inter Milan.
Selisih poin yang ada membuat ruang kesalahan semakin tipis. Dengan jumlah laga yang kian menipis, setiap hasil imbang atau kekalahan bisa berakibat fatal dalam perburuan gelar.
Milan memang menunjukkan mental bangkit dalam laga ini. Akan tetapi, konsistensi tetap menjadi kunci jika ingin terus memberi tekanan kepada rival sekota.
Pertanyaannya kini sederhana: apakah perburuan Scudetto sudah hampir tertutup? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan.
Klasemen Liga Italia
(Bola/SempreMilan)
Baca Juga:
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Pelukan Penuh Arti Rafael Leao untuk Maignan di Laga Milan vs Como
AC Milan Putuskan Perpanjang Kontrak Luka Modric?
AC Milan Gagal Pangkas Jarak, Inter Unggul 7 Poin dalam Perburuan Gelar Serie A
Milan vs Como, Davide Bartesaghi: Sudah Main Bagus, Tapi Ada yang Kurang
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
LATEST UPDATE
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
News 31 Oktober 2026, 17:13
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







