6 Pelajaran dari Duel Milan vs Atalanta: Waktu Rafael Leao Sudah Habis

Dimas Ardi Prasetya | 13 Mei 2026 09:58
6 Pelajaran dari Duel Milan vs Atalanta: Waktu Rafael Leao Sudah Habis
Ekspresi Rafael Leao saat AC Milan kebobolan di laga lawan Atalanta, Senin (11/05/2026). (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - AC Milan kembali membuat pendukungnya frustrasi usai tumbang dari Atalanta pada pekan ke-36 Liga Italia 2025/2026. Bermain di San Siro, Senin (11/05/2026) dini hari WIB, Rossoneri dipaksa menyerah setelah tampil buruk sejak awal pertandingan.

Hasil akhir memang terlihat tidak terlalu mencolok karena Milan sempat memperkecil ketertinggalan di menit-menit akhir. Namun, jalannya laga menunjukkan bahwa Atalanta mampu mendominasi dan mengekspos banyak kelemahan skuad asuhan Massimiliano Allegri.

Advertisement

Atalanta membuka keunggulan cepat lewat Ederson sebelum Davide Zappacosta menggandakan skor di babak pertama. Situasi makin buruk setelah Giacomo Raspadori mencetak gol ketiga pada awal babak kedua dan membuat San Siro mulai kehilangan atmosfernya.

Milan memang sempat bangkit melalui gol Strahinja Pavlovic dan Christopher Nkunk di masa injury time. Akan tetapi, kekalahan ini tetap meninggalkan banyak pertanyaan besar tentang kualitas skuad Rossoneri menjelang akhir musim.

Berikut lima pelajaran yang bisa dipetik dari pertandingan tersebut.

1 dari 7 halaman

Lini Belakang Rossoneri Tiba-Tiba Kehilangan Identitas

Lini Belakang Rossoneri Tiba-Tiba Kehilangan Identitas

Pemain AC Milan, Matteo Gabbia (kiri), berebut bola dengan pemain Atalanta, Nikola Krstovi?, dalam pertandingan Serie A, Senin (11/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Pertahanan Milan kembali menjadi sorotan utama setelah kebobolan tiga gol hanya dalam waktu sekitar 50 menit. Situasi itu terasa semakin mengkhawatirkan karena Atalanta sebenarnya tidak datang dengan performa terbaik mereka.

Gol pertama memperlihatkan buruknya koordinasi lini tengah dan lini belakang Milan. Ruben Loftus-Cheek dinilai terlalu pasif saat membiarkan Ederson memiliki ruang tembak yang sangat nyaman di depan kotak penalti.

Kesalahan berlanjut pada gol kedua ketika Pavlovic kehilangan fokus mengawal pergerakan Zappacosta. Bek Serbia itu gagal membaca lari lawan dan memberikan ruang yang terlalu mudah untuk dimanfaatkan Atalanta.

Gol ketiga juga memperlihatkan lemahnya organisasi pertahanan Rossoneri. Mike Maignan kembali kebobolan di tiang dekat dan situasi itu membuat banyak kritik terhadap lini belakang Milan semakin sulit dibendung.

2 dari 7 halaman

Energi Duo Wingback Mulai Habis di Pengujung Musim

Energi Duo Wingback Mulai Habis di Pengujung Musim

Duel Alexis Saelemaekers (kanan) dengan Nicola Zalewski di laga AC Milan vs Atalanta, Senin (11/5/2026). (c) AP Photo/Antonio Calanni

Alexis Saelemaekers dan Davide Bartesaghi sebenarnya tidak sepenuhnya bersalah atas gol-gol yang terjadi. Namun, kontribusi mereka di sisi sayap terlihat jauh dari harapan dalam sistem 3-5-2 racikan Allegri.

Kedua pemain gagal memberikan ancaman berarti ketika Milan mencoba membangun serangan dari sisi lapangan. Padahal, dalam formasi tersebut, peran wingback menjadi salah satu kunci utama untuk menciptakan peluang.

Saelemaekers terlihat mulai kehilangan kesegaran setelah menjalani musim yang sangat padat meski belakangan ini sering dirotasi dengan Zavhary Athekame. Situasi semakin sulit karena Athekame bukan pelapis setara yang bisa memberikan rotasi konsisten.

Bartesaghi juga tampak kesulitan menjaga intensitas permainan sepanjang laga. Kombinasi minimnya kontribusi ofensif dan kelelahan fisik membuat sisi sayap Milan terlihat mudah dipatahkan Atalanta.

3 dari 7 halaman

Rafael Leao Mulai Kehabisan Waktu di San Siro

Rafael Leao Mulai Kehabisan Waktu di San Siro

Rafael Leao berjalan keluar lapangan di laga AC Milan vs Atalanta, Senin (11/05/2026). (c) AP Photo/Antonio Calanni

Nama Rafael Leao kembali menjadi bahan perdebatan besar di kalangan pendukung Milan. Penyerang asal Portugal itu dinilai tidak lagi mampu memberikan pengaruh besar seperti saat membawa Rossoneri meraih Scudetto beberapa musim lalu.

Leao masih memiliki kemampuan individu yang luar biasa dalam situasi terbuka. Akan tetapi, banyak tim Serie A kini mulai memahami cara meredam permainannya dengan menutup ruang gerak sejak awal.

Masalah lain muncul dari kontribusinya tanpa bola yang dianggap masih kurang maksimal. Leao kerap gagal membantu pressing maupun pertahanan, sementara efektivitasnya di lini depan juga terus menurun.

Situasi itu membuat spekulasi transfer kembali memanas menjelang bursa musim panas. Ketertarikan Manchester United bisa jadi membuka peluang Milan untuk menjual Leao dengan harga besar demi membangun ulang skuad.

4 dari 7 halaman

Nkunku dan Fullkrug Membawa Harapan Baru

Nkunku dan Fullkrug Membawa Harapan Baru

Christopher Nkunku mencetak gol di laga AC Milan vs Atalanta di San Siro, Senin (11/5/2026). (c) AP Photo/Antonio Calanni

Di tengah malam buruk Milan, masuknya Christopher Nkunku dan Niclas Fullkrug justru menghadirkan perubahan positif. Kedua pemain mampu memberikan dimensi berbeda dalam serangan Rossoneri.

Nkunku terlihat lebih hidup setelah masuk dari bangku cadangan dan beberapa kali merepotkan pertahanan Atalanta. Ia bahkan nyaris mencetak gol lebih cepat andai tembakannya tidak ditepis Marco Carnesecchi hingga membentur mistar.

Pemain asal Prancis itu akhirnya mencatatkan namanya di papan skor setelah memenangkan penalti lewat aksi individunya sendiri. Penyelesaian tenangnya dari titik putih menjadi salah satu sedikit momen positif Milan dalam pertandingan tersebut.

Kombinasi Nkunku dan Fullkrug juga menunjukkan chemistry yang cukup menjanjikan. Kehadiran penyerang murni seperti Fullkrug membuat serangan Milan terlihat lebih terstruktur dibanding saat hanya mengandalkan pergerakan individual.

5 dari 7 halaman

Sudah Saatnya Milan Memberi Allegri Kendali Penuh?

Sudah Saatnya Milan Memberi Allegri Kendali Penuh?

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri saat laga melawan Atalanta di lanjutan Serie A. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Kekalahan dari Atalanta kembali memunculkan pembahasan soal kualitas skuad Milan saat ini. Banyak pihak mulai menilai bahwa Allegri sebenarnya sudah bekerja cukup maksimal dengan materi pemain yang tersedia.

Milan sempat bersaing di papan atas dan bahkan menjaga asa Scudetto dalam periode cukup panjang musim ini. Namun, keruntuhan performa di fase krusial memperlihatkan bahwa kedalaman skuad Rossoneri belum benar-benar ideal.

Beberapa pemain dianggap tidak mampu memenuhi standar klub sebesar Milan. Situasi itu membuat kebutuhan perombakan besar di musim panas semakin sulit dihindari.

Manajemen kini dituntut mendengarkan kebutuhan Allegri secara serius. Jika ingin kembali bersaing untuk gelar, Milan harus memberikan keleluasaan kepada sang pelatih dalam menentukan pemain yang dipertahankan maupun target transfer baru.

6 dari 7 halaman

Wajib Menang di Dua Laga Tersisa

Wajib Menang di Dua Laga Tersisa

Bek AC Milan Strahinja Pavlovic mencetak gol di laga lawan Atalanta, Senin (11/05/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Saat ini AC Milan berada di posisi empat klasemen sementara Liga Italia. Mereka mengoleksi 67 poin dari 36 pertandingan.

Poin Milan saat ini sama dengan AS Roma di posisi lima sedangkan Como ada di posisi enam dengan selisih dua angka saja. Jelas saat ini Rossoneri berada dalam bahaya terlempar dari empat besar.

Milan akan berduel melawan Genoa (tandang) di pekan ke-37 dan Cagliari (kandang) di pekan ke-38. Milan kini berada dalam tekanan besar untuk bisa memenangkan dua pertandingan tersebut.

Milan sama sekali tak boleh terpeleset demi meraih tiket ke Liga Champions. Di sini mental akan berbicara dan peran Massimiliano Allegri maupun pemain senior akan sangat besar untuk membawa Rossoneri meraih hasil positif.

LATEST UPDATE