Antonio Conte Balas Keras Kritik Inter Milan dan Marotta
Aga Deta | 26 Oktober 2025 03:38
Bola.net - Antonio Conte bereaksi keras terhadap kritik dari kubu Inter Milan usai Napoli menang 3-1 di Stadio Diego Armando Maradona, Sabtu (25/10/2025) malam WIB. Pelatih Napoli itu menilai Inter terlalu banyak mencari alasan dan menolak anggapan bahwa timnya diuntungkan oleh penalti.
Kemenangan Napoli menjadi hasil penting di tengah situasi sulit dengan banyak pemain cedera. Kevin De Bruyne, Scott McTominay, dan Andre Frank Zambo Anguissa menjadi pencetak gol dalam kemenangan berharga tersebut.
Conte harus kehilangan De Bruyne di pertengahan laga karena cedera hamstring, sementara Romelu Lukaku belum pulih sejak pramusim. Meski begitu, sang pelatih tetap mampu membawa Napoli tampil dominan dan tangguh di hadapan pendukung sendiri.
Dengan kemenangan ini, Napoli memutus tren negatif dan membungkam kritik yang sempat mengarah padanya setelah kekalahan telak dari PSV Eindhoven di Liga Champions. Conte pun memastikan semangat timnya tidak akan luntur.
Conte Bangga dengan Mental Tim Napoli

Antonio Conte menegaskan bahwa kemenangan atas Inter Milan diraih dengan perjuangan luar biasa di tengah krisis cedera yang melanda tim. Ia menyebut para pemainnya menunjukkan tekad dan mentalitas luar biasa menghadapi lawan sekuat Inter.
Menurut Conte, Inter memang lebih diunggulkan di atas kertas, tetapi Napoli berhasil melawan dengan disiplin dan semangat tinggi. Kemenangan ini disebutnya sebagai hasil dari determinasi kolektif yang tidak mau menyerah.
“Saya menjalani pertandingan bersama para pemain saya, baik dalam suka maupun duka, dan kami menghadapi tim terbaik di Italia,” kata Conte kepada DAZN Italia.
“Mungkin seseorang telah mengutuk kami karena begitu banyak pemain cedera, tapi kami tetap terus berjuang. Inter datang ke sini untuk ‘membunuh’ kami secara sportif, tapi kami tidak punya niat untuk mati. Di tengah semua kesulitan itu, kami tampil luar biasa,” tegasnya.
Ketegangan dengan Lautaro Martinez di Pinggir Lapangan

Laga Napoli vs Inter sempat memanas setelah terjadi ketegangan antara Conte dan Lautaro Martinez. Keduanya tampak terlibat adu gestur di pinggir lapangan hingga Conte menerima kartu kuning dari wasit.
Saat ditanya apakah insiden tersebut berkaitan dengan masa lalu mereka di Inter, Conte memberikan jawaban diplomatis. Ia menegaskan bahwa tensi tinggi adalah hal yang biasa dalam pertandingan besar.
“Ketika bermain di level setinggi ini, hal-hal seperti itu bisa saja terjadi,” ujar Conte.
“Saya hanya ingin mengingatkan Inter bahwa saya membawa Scudetto kembali ke klub setelah 10 tahun. Lautaro pemain hebat, mungkin saya tidak mengenalnya secara pribadi, tapi saya tetap mendoakan yang terbaik untuknya,” tambahnya.
Sindiran untuk Marotta dan Kritik terhadap Sikap Inter

Conte juga menyinggung langkah Presiden Inter, Giuseppe Marotta, yang berbicara ke media usai pertandingan untuk memprotes keputusan penalti. Ia menilai tindakan tersebut hanya menciptakan alasan bagi tim yang kalah.
Menurutnya, hal seperti itu seharusnya diserahkan kepada pelatih yang benar-benar berada di lapangan dan terlibat langsung dalam pertandingan. Conte menilai pernyataan publik dari direksi justru merendahkan peran pelatih.
“Inter mengirim Marotta dan para direkturnya setiap kali ada kesempatan, sementara di Napoli saya yang datang ke sini,” ucap Conte.
“Sebuah tim harus bisa mengevaluasi alasan mereka kalah, bukan menciptakan alibi bagi pemain dan pelatih. Dengan segala hormat kepada Marotta, biarkan hal seperti ini menjadi tanggung jawab mereka yang terlibat langsung dalam pertandingan,” tutupnya.
Sumber: Football Italia
Klasemen Serie A
Baca Juga:
- Presiden Inter Milan Protes Keras Usai Kalah dari Napoli: Penalti Ubah Keseimbangan Pertandingan
- Inter Bapuk di Markas Napoli! Calhanoglu Satu-satunya Cahaya di Malam Gelap
- Man of the Match Napoli vs Inter Milan: Andre-Frank Zambo Anguissa
- Hasil Napoli vs Inter Milan: De Bruyne dan McTominay Bikin Nerazzurri Tak Berdaya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kalahkan Albacete, Hansi Flick Sentil Para Pemain Barcelona, Apa Sebabnya?
Liga Spanyol 4 Februari 2026, 12:30
-
5 Pelajaran dari Laga Arsenal vs Chelsea: Havertz Hukum Mantan
Liga Inggris 4 Februari 2026, 12:09
-
Arsenal Jaga Asa Quadruple Usai Lolos ke Final Carabao Cup
Liga Inggris 4 Februari 2026, 12:01
LATEST UPDATE
-
Arsenal Sekarang Adalah Mesin Kemenangan, Siap Raih 3 Trofi Musim Ini
Liga Inggris 4 Februari 2026, 14:55
-
Diikat Hingga 2030, Kenan Yildiz Segera jadi Pemain Bergaji Tertinggi Juventus?
Liga Italia 4 Februari 2026, 14:22
-
Menang Besar, Capai 50 Poin, AC Milan yang Tak Pernah Puas
Liga Italia 4 Februari 2026, 14:13
-
Daftar 28 Pemain Timnas Indonesia U-17 Vs China, Ada Striker Liga Norwegia
Tim Nasional 4 Februari 2026, 12:49
-
Kalahkan Albacete, Hansi Flick Sentil Para Pemain Barcelona, Apa Sebabnya?
Liga Spanyol 4 Februari 2026, 12:30
-
5 Pelajaran dari Laga Arsenal vs Chelsea: Havertz Hukum Mantan
Liga Inggris 4 Februari 2026, 12:09
-
Arsenal Jaga Asa Quadruple Usai Lolos ke Final Carabao Cup
Liga Inggris 4 Februari 2026, 12:01
-
Comeback Starter di Barcelona dan Langsung Cetak Gol, Ronald Araujo: Syukurlah!
Liga Spanyol 4 Februari 2026, 11:53
LATEST EDITORIAL
-
10 Pemain Bebas Transfer yang Masih Bisa Direkrut Klub-Klub Top Eropa
Editorial 4 Februari 2026, 14:57
-
Dari Jeremy Jacquet hingga Alisson: 7 Pemain yang Menolak Chelsea untuk Liverpool
Editorial 3 Februari 2026, 14:14
-
10 Transfer Termahal Januari 2026
Editorial 3 Februari 2026, 11:42
-
5 Pemain yang Berpotensi Pindah Klub di Hari Terakhir Bursa Januari 2026
Editorial 2 Februari 2026, 13:18







