Antonio Conte: Kultur Kebencian di Italia Sudah Terlalu Buruk
Yaumil Azis | 21 September 2019 04:26
Bola.net - Kasus rasisme sedang menjadi polemik utama sepak bola Italia pada tahun 2019 ini. Hal tersebut sampai membuat pelatih Inter Milan, Antonio Conte, geleng-geleng kepala.
Perilaku negatif tersebut sebagian besar datang dari fans Cagliari. Setelah sempat mengejek Moise Kean kala menghadapi Juventus, mereka kembali mengulangi ujaran rasisme kepada penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku.
Tak lama berselang, giliran Franck Kessie yang mengalami masalah serupa. Pemain berkebangsaan Pantai Gading itu menjadi korban rasisme saat membela AC Milan melawan Verona di ajang Serie A beberapa hari lalu.
Anehnya, FIGC tidak melakukan tindakan tegas. Mereka tidak memberi ganjaran hukuman kepada Cagliari atas perlakuan tidak terpuji yang dilakukan oleh fansnya. Bahkan dalam pernyataannya, FIGC tidak sama sekali menyinggung kasus yang dialami Kessie.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Kultur Kebencian Kian Memburuk
Permasalahan tidak sampai di situ saja. Beberapa waktu lalu, ultras Inter Milan sempat membuat pernyataan yang menyatakan dukungannya kepada fans Cagliari. Bahkan mereka meminta Lukaku, yang telah mempersembahkan dua gol kepada Inter, untuk memaklumi.
Kemudian, ujaran rasisme sempat terlontar melalui layar kaca. Salah satu pandit kawakan Italia, Luciano Passirani, secara terang-terangan mengejek Lukaku. "Untuk menghentikannya, anda harus melemparkan 10 buah pisang untuk dimakan," ujarnya kepada Top Calcio 24.
Serangkaian masalah itu membuat Conte heran. Sebab, perkembangan ujaran kebencian tersebut berkembang pesat hanya dalam waktu yang sangat singkat.
"Saya kembali [ke Italia] setelah tiga tahun dan melihat semuanya kian memburuk. Banyak kebencian, kemarahan. Itu hanya untuk menghina dan menimbulkan kebencian. Ini sangat buruk. Ini terjadi di Italia dan semakin memburuk," ujar Conte dikutip dari Goal International.
Italia Harus Berbenah
Sebelum kembali ke Italia, Conte sempat menghabiskan waktu dua musim melatih salah satu klub Inggris, Chelsea. Dari kacamatanya, penanganan kasus rasisme di tanah asal sepak bola tersebut sudah sangat baik dan patut untuk dijadikan contoh.
"Saya beruntung bisa mendapatkan pengalaman di Inggris, di mana mereka melemparnya [suporter] ke penjara dan membuang kuncinya, mereka tak lagi datang ke stadion," tambahnya.
"Kami harus berbenah. Itulah kenapa di Inggris anda bisa melihat satu keluarga di stadion. Saya ulangi: Kami harus membenahi semua orang," tandasnya.
Kasus rasisme pun terjadi di Inggris. Beberapa pemain berkulit hitam, seperti Tammy Abraham dan Marcus Rashford, sempat mendapatkan serangan di media sosial. Namun klub kedua pemain tersebut langsung bergerak cepat untuk melakukan penanganan.
(Goal International)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
-
Prediksi Udinese vs Roma 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 11:25
-
Goncalo Ramos Kesulitan di AC Milan: Transfer 73 Juta Euro Belum Mampu jadi Mesin Gol
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:44
-
Reaksi Juventus Usai Kalah dari Genoa: Gelar 'Retreat' Selama 2 Hari!
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:15
LATEST UPDATE
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


