Antonio Conte: Saya Memang Terlalu Sering Menuntut
Yaumil Azis | 13 November 2019 08:08
Bola.net - Banyak yang beranggapan bahwa metode yang digunakan Antonio Conte selama melatih cenderung kasar dan banyak menuntut. Pria yang kini menukangi Inter Milan tersebut sadar akan hal itu.
Conte kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pelatih terbaik dunia saat ini selama melatih Inter. Ia berhasil membawa klub berjuluk Nerazzurri tersebut meraih 10 kemenangan dari 12 laga yang telah terlewati di Serie A.
Serangkaian hasil positif itulah yang membuat Inter Milan sanggup menempel ketat Juventus, yang saat ini duduk di puncak klasemen Serie A. Ia berhasil mengubah Inter yang d dua musim sebelumnya harus berjuang keras untuk finis di peringkat empat.
Kendati demikian, mantan pelatih Chelsea tersebut masih tetap mendapatkan sorotan dari publik. Ia dianggap terlalu menuntut para pemainnya untuk memberikan kontribusi maksimal selama di lapangan.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Antonio Conte Sadar Diri
Conte sadar dan membenarkan anggapan orang-orang terhadap dirinya. Tetapi, ia melakukan hal tersebut karena ingin meraih kemenangan dan mencatatkan sejarah. Baginya, kemenangan hanya bisa diraih jika pemain bisa mengerahkan 110 persen kemampuannya.
"Saya harus menjadi contoh yang baik dan tidak hanya memberi 100 persen, tetapi 110 persen. Begitu anda mengirimkan ini secara harian, sudah pasti anda meningkatkan standar bagi mereka yang bekerja untuk anda, para pemain," ujar Conte dikutip dari Football Italia.
"Tuntutannya harus tinggi bagi kami semua jika ingin menciptakan sejarah - atau dalam pengertian kami, memenangkan sesuatu. Itu karena pemenang menuliskan sejarah bagi klub yang ia wakili. Saya sadar saya sangat menuntut dan banyak orang kesulitan berurusan dengan saya," lanjutnya.
Memang Harus Menuntut Banyak
Pria berumur 50 tahun itu juga sadar bahwa tidak semua pemain bisa mengikuti kecepatan proses yang ia terapkan. Tetapi semua itu dibutuhkan agar Inter Milan mampu mendapatkan sesuatu yang membanggakan pada akhir musim.
"Jika ambisi anda meraih kemenangan, meraih sesuatu yang penting dan menuliskan sejarah, maka sudah tak bisa dihindari bahwa anda harus menuntut lebih dari diri sendiri serta orang lain," tambahnya.
"Itulah cara untuk mempercepat dan mencoba menang. Bukanlah sebuah pemberian bila kami meraih kemenangan, namun yang tepenting dari itu, pada akhir musim, anda tahu telah melakukan segalanya demi mencapai titik maksimal," tutupnya.
(Football Italia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:56
-
Man of the Match Genoa vs Juventus: Tommaso Baldanzi
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:25
-
Man of the Match Bologna vs Milan: Samuel Mbangula
Liga Spanyol 29 Oktober 2026, 07:06
-
Man of the Match Venezia vs Inter: Marcus Thuram
Liga Italia 29 Oktober 2026, 05:52
LATEST UPDATE
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Michael Carrick Tidak Terkejut Dirinya Tidak Jadi Dipecat Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:58
-
Goncalo Ramos Kesulitan di AC Milan: Transfer 73 Juta Euro Belum Mampu jadi Mesin Gol
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:44
-
Michael Carrick Girang Kobbie Mainoo Sudah Pulih, Tapi Prihatin dengan Kondisi Sesko
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:40
-
Michael Carrick Benarkan Sudah Berdamai dengan Bruno Fernandes
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:30
-
Dianggurin Chelsea, PSG Siap Tampung Estevao
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





