Bantu Inter Hancurkan Sassuolo dengan Hat-trick Assist, Dimarco Justru Merendah: Saya Bukan Bek Terbaik!

Afdholud Dzikry | 9 Februari 2026 08:35
Bantu Inter Hancurkan Sassuolo dengan Hat-trick Assist, Dimarco Justru Merendah: Saya Bukan Bek Terbaik!
Bek Inter Milan, Federico Dimarco. (c) AP Photo/Martin Meissner

Bola.net - Federico Dimarco tampil menggila saat Inter Milan melumat Sassuolo lima gol tanpa balas, Minggu (8/2/2026) malam WIB. Bek sayap Timnas Italia itu mencetak hat-trick assist yang memukau publik Mapei Stadium.

Performa brilian ini membuatnya memecahkan rekor bersejarah di kasta tertinggi Liga Italia. Namun, sang pemain justru menanggapi pujian dunia dengan respons yang sangat dingin.

Advertisement

Dimarco enggan besar kepala meski statistik menunjukkan dia adalah bek paling berbahaya di Eropa saat ini. Ia menolak label sebagai pemain terbaik dunia di posisinya.

Jebolan akademi Inter ini memilih fokus pada target tim daripada label individu. Menurutnya, pujian dalam sepak bola bisa sangat menjebak dan cepat berubah.

1 dari 2 halaman

Rekor Bersejarah Serie A

Inter Milan menang telak 5-0 berkat gol Yann Bisseck, Marcus Thuram, Lautaro Martinez, Manuel Akanji, dan Luis Henrique. Dimarco menjadi otak jenius di balik tiga gol di antaranya.

Tambahan tiga assist ini membuat koleksinya menjadi 11 assist musim ini. Belum pernah ada bek dalam sejarah Serie A yang mencatat lebih dari delapan assist setelah 24 laga.

Meski memecahkan rekor langka tersebut, Dimarco tetap membumi. Ia sadar bahwa sanjungan setinggi langit bisa berbalik menjadi hujatan dalam sekejap mata.

"Saya tidak merasa seperti apa pun," kata Dimarco kepada DAZN usai pertandingan.

"Ketika Anda bermain bagus, Anda (disebut) fenomena, jika tidak, Anda dianggap buruk. Itulah sepak bola," lanjutnya dengan nada realistis.

2 dari 2 halaman

Fokus Scudetto, Bukan Angka

Musim ini memang menjadi panggung pembuktian kualitas Dimarco sebagai bek sayap modern terbaik. Angka kontribusi golnya melonjak drastis dibanding musim-musim sebelumnya bersama Nerazzurri.

Namun, bagi pemain berkaki kiri emas ini, statistik individu hanyalah angka di atas kertas. Prioritas utamanya tetaplah membawa Inter mengangkat trofi di akhir musim nanti.

"Saya pernah mengalami momen-momen yang layak sebelumnya, ini mungkin yang paling menentukan dalam hal angka," ujarnya kepada Sky.

"Tetapi tim dan sampai di bulan Mei di puncak klasemen adalah yang terpenting," tegas Dimarco menutup pembicaraan.

LATEST UPDATE