Benih Cinta Juventus dan Maurizio Sarri Akan Butuh Waktu, Ini Alasannya
Afdholud Dzikry | 21 Juni 2019 13:14
Bola.net - Juventus akhirnya memperkenalkan Maurizio Sarri sebagai pelatih baru musim depan. Banyak pertanyaan mengiringi kedatangan Sarri, mampukah pelatih 60 tahun tersebut sukses di Juventus?
Sarri meninggalkan Chelsea pada musim panas ini. Eks nakhoda Napoli itu kembali ke Italia setelah satu musim berkarir di Premier League.
Kiprah Sarri bersama The Blues sejatinya tidak buruk. Dia berhasil mengantarkan klub meraih gelar Liga Europa dan finis di peringkat ketiga di Premier League.
Sayangnya, hal itu tidak bisa menjadi alasan bagi Sarri untuk bertahan lebih lama di Stamford Bridge. Juventus pun bergerak cepat merekrut Sarri dengan kontrak tiga tahun.
Sarri tentu saja punya tugas yang tidak mudah di Juventus. Ia pastinya dituntut untuk meraih kesuksesan yang sama seperti Allegri. Selain itu sang nakhoda anyar bakal dibebani target tinggi, juara Liga Champions.
Liga Champions jadi idaman petinggi Juventus. Klub raja kompetisi Serie A, baru tercatat dua kali juara Liga Champions.
Delapan tahun terakhir klub satu ini sudah cukup puas jadi juara beruntun kompetisi elite Negeri Pizza. Sarri harus memberi lebih.
Dilansir Bola.com, berikut tiga alasan kenapa Maurizio Sarri bisa kesulitan di Juventus. Scroll yuk!.
Butuh Waktu buat Adaptasi Sistem Sarri-Ball
Maurizio Sarri dikenal dengan metode style bermain Sarri-Ball. Konsep ini mengedepankan permainan kombinasi cepat yang amat ofensif.
Metode ini sukses diterapkan di Napoli, namun belum tentu sukses diterapkan di klub lain. Lihat saja bagaimana pemain Chelsea tergopoh-gopoh memainkan Sarri-Ball.
Stabilitas permainan The Blues baru terbentuk jelang akhir musim. Gelar Liga Europa adalah buah strategi permainan yang diyakini Sarri.
Pertanyaannya Juventus cukup sabar dengan waktu adaptasi itu? Petinggi klub sudah barang tentu tak ingin adaptasi memengaruhi pencapaian prestasi. Mereka menuntut Sarri bisa cepat nyetel dengan pemainnya.
Itu pekerjaan rumah sulit, karena sebagian besar pemain Juventus saat ini peninggalan Massimiliano Allegri, yang dikenal dengan style permainan cenderung bertahan.
Belum Siap Terhadap Tekanan Tinggi
Maurizio Sarri dikenal sebagai pelatih yang teguh pada prinsip yang ia yakini. Itu bagus untuk menciptakan karakter tim yang ditukangi. Hanya saja tentu ada konsekuensinya.
Permainan cantik ala Sarri belum tentu menyajikan gelar. Rekam jejak karier Sarri menunjukkan kalau pelatih yang satu ini minim gelar juara.
Satu-satunya pencapaian tertingginya adalah membawa Chelsea jadi juara Liga Europa musim lalu. Selebihnya di Napoli, Empoli, Perugia, Sarri puasa gelar.
Bisa dibilang kepindahan Maurizio Sarri ke Juventus sebuah langkah besar di karier kepelatihannya. Ia naik kelas masuk jajaran elite.
Cuma konsekuensinya, tekanan yang dirasakannya bakal bertambah berat. Ia tidak bisa santai menukangi klub, gelar merupakan sebuah kewajiban.
Kondisi itu sudah Sarri rasakan saat melatih Chelsea. Nakhoda kelahiran 10 Januari 1959 itu jadi bulan-bulanan kritik sepanjang musim. Bahkan saat ia mempersembahkan trofi juara sekalipun.
Sekukuh apa Sarri menghadapi kerasnya tekanan di Juventus?.
Kesulitan Mengendalikan Bintang
Saat menukangi Napoli dan Empoli, Maurizio Sarri dengan mudah mengendalikan pemain-pemainnya. Hal wajar, karena kedua klub tak memiliki banyak pemain level top.
Kini situasinya berbeda, Sarri bakal menghadapi banyak pemain bintang yang memiliki ego besar di Juventus.
Pelatih berusia 60 tahun tersebut agaknya masih belum terbiasa menangani pemain nama besar. Hal itu terlihat di Chelsea. Ia beberapa kali terlibat percekcokan dengan pemain The Blues.
Kasus paling fenomenal saat kiper, Kepa Arrizabalaga, menolak diganti di final Piala Liga Inggris musim lalu.
Walau pernyataan resmi Chelsea menyebut hal itu terjadi karena salah paham kecil, namun rumor berhembus kalau kasus itu karena rendahnya respeks pemain ke sang mentor.
Di Juventus, Sarri akan menghadapi pemain-pemain yang susah-susah gampang buat ditaklukkan. Sebut saja sang superstar, Cristiano Ronaldo. Sarri agaknya bakal sering menghadapi keruwetan dengan pemain-pemain Juventus.
Sumber: bola.com
BACA JUGA
Sarri Diyakini Bisa Bangkitkan Higuain di Juventus
Diincar Manchester United, Jawaban Douglas Costa Ini Bikin Patah Hati
Menebak Formasi Maurizio Sarri Bersama Juventus Dengan Ronaldo, Ramsey dan Pogba
Eden Hazard dan Cristiano Ronaldo Bisa Memengaruhi Sarriball di Juventus
Punya Sarri dan Ronaldo, Juventus Jangan Sombong karena Inter Punya Conte
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
LATEST UPDATE
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
News 31 Oktober 2026, 17:13
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




