Cara Ampuh Hapus Aksi Rasis Ala Paul Ince
Dimas Ardi Prasetya | 4 September 2019 20:57
Bola.net - Eks gelandang Inter Milan Paul Ince menyebut tiap tim yang suporternya kedapatan melakukan aksi rasis harus mendapat sanksi diskualifikasi atau pengurangan poin.
Aksi rasisme merebak belakangan ini di dunia sepak bola. Sebelumnya sudah ada Tammy Abraham, striker Chelsea, yang menjadi korban.
Kemudian diikuti oleh duo Manchester United, Paul Pogba dan Marcus Rashford. Mereka dilecehkan melalui media sosial oleh pendukungnya sendiri.
Yang terbaru tentu saja adalah striker Inter Milan, Romelu Lukaku. Ia mendapat ejekan dari fans Cagliari yang menirukan suara bak monyet.
Sanksi
Ince mengaku muak dengan adanya aksi rasisme yang belakangan ini kembali marak terjadi. Eks gelandang Manchester United ini kemudian memberikan saran pada pihak-pihak yang berkepentingan tentang bagaimana cara untuk menghentikan aksi tercela tersebut.
Ia tak mau otoritas liga untuk memberikan denda saja. Ince ingin agar mereka menjatuhkan sanksi berat.
"Kita sudah melihatnya dengan Marcus Rashford, kita sudah melihatnya dengan Paul Pogba dan jelas sekarang Romelu Lukaku. Ini tidak benar. Apakah itu para penggemar, atau apakah itu media sosial, kita harus bersatu, hentikan semua ini," tegasnya pada Paddy Power.
"Sudah waktunya untuk memikirkan hukuman olahraga daripada denda, kita harus melemparkan itu pada orang-orang, sehingga mereka sadar bahwa itu akan terjadi. Denda tidak melakukan apa-apa. Itu tidak menghajar rumah siapa pun, itulah adanya, sebenarnya tidak dan anda bisa melihatnya," serunya.
"Apakah itu di Inggris, atau Eropa atau apa pun, ambil poin dari tim-tim itu, diskualifikasi mereka dari pertandingan piala, apa pun. Stadion kosong tidak benar-benar berhasil. Anda hanya mendapatkan uang di saku mereka sebanyak untuk dua atau tiga pertandingan saja, tetapi tunjukkan deduksi poin. Itu bisa berhasil," tegas Ince.
Pernah Jadi Korban
Ince pernah bermain di Italia dari tahun 1995 hingga 1997. Saat itu ia mengaku sudah mendapat perlakuan rasis dari fans bola di Italia. Jadi ia pun tak terlalu kaget jika aksi tersebut masih terjadi sampai saat ini di negeri tersebut.
“Rasisme adalah masalah besar ketika saya bermain di Italia, jadi saya sayangnya tidak terkejut tentang apa yang terjadi dengan Romelu Lukaku. Itu lucu karena saya ingat pergi ke markas Cremonese sebagai pemain Inter Milan. Saya berebut bola dengan penjaga gawang dan sang kiper melanggar saya. Kami berdua terjatuh, dan berguling-guling sebentar. Saya bangkit hanya untuk menunjukkan bahwa saya tidak cedera dan terus bermain," kenangnya.
"Lalu, tiba-tiba setengah stadion meneriakkan pelecehan rasial kepada saya. Bola keluar - di tepi kotak - dan saya dengan keras langsung melakukan tendangan voli ke sudut kanan atas stadion. Tetapi pinggul saya jadi sakit dan saya berusaha untuk tetap bermain, karena saya tidak ingin diganti dan memberi tahu mereka bahwa saya cedera. Tetapi selama 20 menit berikutnya, sampai separuh waktu, mereka meneriakkan hal-hal buruk kepada saya, 'negro' dan 'negro di merdia '- hal semacam itu. Itu mengerikan," tuturnya.
"Jadi, itu selalu ada di sana. Seperti yang saya katakan, mungkin lebih buruk ketika saya pertama kali bergabung dengan Inter, bahkan ada komentar rasis di dinding tentang saya, sejak hari pertama saya mendarat di sana. Itu selalu ada di sana. Rasanya seperti penggemar di Italia selalu lolos begitu saja - federasi mereka tidak pernah mengatasinya, dan jadi mereka masih merasa mereka bisa menggunakan perilaku semacam itu untuk mempengaruhi pemain kulit hitam," seru Ince.
Sebelum Paul Ince, ada seruan dari eks pemain Chelsea, Demba Ba. Setelah terjadinya insiden rasisme di laga Cagliari vs Inter Milan itu, ia menyarankan pada semua pemain berkulit hitam agar angkat kaki dari Italia.
(Paddy Power)
Baca Juga:
Thuram Klaim Fans Terus Bertindak Rasis Karena Otoritas Serie A Diam Saja
Demba Ba Sarankan Semua Pemain Berkulit Hitam Tinggalkan Italia
Serie A Dituding Tidak Serius Atasi Kasus Rasisme
Ultras Inter Milan: Fans Cagliari Tidak Rasis, Wahai Lukaku
Jika Rasisme Terus Terjadi, Sancho Takut Banyak Pemain Berhenti Main Sepak Bola
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:56
-
Man of the Match Genoa vs Juventus: Tommaso Baldanzi
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:25
-
Man of the Match Bologna vs Milan: Samuel Mbangula
Liga Spanyol 29 Oktober 2026, 07:06
-
Man of the Match Venezia vs Inter: Marcus Thuram
Liga Italia 29 Oktober 2026, 05:52
LATEST UPDATE
-
Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 18:00
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:34
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:30
-
3 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:27
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
-
Terungkap, Roy Keane Nyaris jadi Staff Pelatih Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:17
-
Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:12
-
Terus Cadangkan Estevao, Ini Penjelasan Xabi Alonso
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 16:15
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






