Cerai Dengan Roma, Ini Curhatan Sabatini
Editor Bolanet | 8 Oktober 2016 21:45
Kabar tentang Sabatini akan memutus kontraknya di Roma sejatinya sudah muncul sejak beberapa waktu lalu, tapi dia diperkirakan masih akan menunggu hingga akhir musim 2016/17. Namun ternyata itu berjalan lebih cepat dari yang diperkirakan.
Dan baru-baru ini, Sabatini mengungkapkan beberapa alasan yang membuatnya akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan AS Roma. Salah satunya karena penjualan Miralem Pjanic ke Juventus.
Kadang-kadang saya kerap disebut sombong. Saya kehilangan seorang pemain (Pjanic) yang kini tampil dengan sangat baik di klub barunya, dia adalah salah satu alasan saya mengundurkan diri.
Saya merasa buruk karena pemain ini, lakukan beberapa riset dan anda akan tahu siapa yang saya maksudkan. Insiden ini sangat menentukan dan membuat saya tersadar bahwa saya tak bisa lagi bertindak sebagai seorang direktur olahraga.
Sangatlah tidak mudah untuk menjual beberapa pemain, terutama Lamela. Kesepakatan itu benar-benar membunuh saya. Saya ingin membelinya untuk mengirim sinyal kuat ke klub-klub lain . Dia tidak mudah untuk dibeli, namun kami berhasil merekrutnya.
Menjualnya adalah hal yang sangat menyiksa bagi saya, namun ini juga berlaku pada pemain-pemain lain. Banyak saran kepada saya saat bursa transfer telah dibuka, namun saya tak pernah mendengarkan. Mungkin hanya sekali dalam 20 tahun terakhir.
Para pemain harus menyadari bahwa kami gagal menembus Liga Champions, itu adalah kerugian bagi siapapun, jadi pertimbangan harus dilakukan. Kontrak para pemain pada akhirnya akan ditinjau ulang oleh (Mauro) Baldissoni, namun mereka bukanlah prioritas kami. Kini kami harus fokus pada apa yang terjadi di lapangan, kami ingin melakukan sejumlah hal penting.
Kembali ke saya. Saya meninggalkan Roma karena mereka telah mengubah beberapa aturan sepakbola. Saya ingin memainkan sepakbola saya, tapi saya menemukan kesulitan untuk menyesuaikan diri saya dengan kriteria baru. Presiden, dengan rekan yang lain, menunjukkan beberapa poin statistik, sementara saya hidup dengan insting dan imajinasi.
Angka-angka dapat membantu tapi kadang-kadang mereka mengkhianati anda. Saya percaya pada apa yang saya lihat saat sata melihat seorang pesepakbola. Saya tak ingin bertarung dengan ide yang berbeda. Saya selalu punya ide dari sepakbola saya dan saya tak berniat mengubahnya. Dan saat ini, klub melakukan sesuatu yang lain. (foti/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kedewasaan Como yang Makin Teruji
Liga Italia 28 Oktober 2026, 17:09
-
Ruben Amorim Siap Tampung Bruno Fernandes di AC Milan
Liga Italia 28 Oktober 2026, 14:32
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 28 Oktober 2026, 07:56
-
Hasil Liga Italia: Lazio Pesta Gol 6-2, AS Roma Menang, Como Comeback
Liga Italia 28 Oktober 2026, 04:51
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Liverpool vs Chelsea: Morgan Rogers
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 07:38
-
Man of the Match Genoa vs Juventus: Tommaso Baldanzi
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:25
-
Man of the Match Bologna vs Milan: Samuel Mbangula
Liga Spanyol 29 Oktober 2026, 07:06
-
Hasil Drawing Perempat Final Carabao Cup: Ini Lawan Liverpool dan Manchester City
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 06:11
-
Man of the Match Venezia vs Inter: Marcus Thuram
Liga Italia 29 Oktober 2026, 05:52
-
Hasil Liverpool vs Chelsea: The Reds Singkirkan The Blues Lewat Adu Penalti
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 05:26
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




