Cerita Weston McKennie: Memuji Spalletti, Mengagumi Cristiano Ronaldo
Afdholud Dzikry | 10 April 2026 11:07
Bola.net - Gelandang Weston McKennie membagikan cerita soal perjalanan kariernya bersama Juventus. Dalam wawancara terbaru, ia menilai performanya saat ini sedang berada di fase terbaik. Perubahan itu, menurutnya, tidak terjadi begitu saja.
McKennie mengaku mendapat dukungan penuh dari pelatih Luciano Spalletti. Kondisinya jauh berbeda dibanding beberapa waktu lalu, ketika posisinya di tim sempat tidak jelas. Bahkan, ia sempat merasa masa depannya di Juventus hampir selesai sebelum akhirnya mendapat kesempatan lagi.
Ia menilai peran Spalletti cukup besar dalam kebangkitannya. Pelatih tersebut dianggap mampu menciptakan suasana tim yang lebih terbuka. Dampaknya terasa langsung. McKennie lebih nyaman bermain dan kontribusinya meningkat, meski ia mengakui prosesnya tidak selalu mulus di setiap pertandingan.
Kepercayaan diri jadi faktor penting dalam performanya musim ini. McKennie merasa Spalletti memperlakukan pemain secara adil, tanpa membeda-bedakan. Hal itu membuatnya lebih tenang di lapangan, sekaligus lebih yakin menatap masa depan bersama klub.
Sosok Spalletti yang Bijaksana

Bagi McKennie, Spalletti bukan sekadar pelatih. Ia melihat sosok yang memahami kebutuhan tiap pemain. Pendekatannya dinilai tidak kaku, dan itu terasa di ruang ganti yang lebih cair.
"Saya berhubungan sangat baik dengannya. Setiap pemain punya kebutuhan berbeda, begitu juga ekspektasinya. Setiap kali bertemu dia, saya merasa lebih tenang," ujar McKennie.
Spalletti dikenal tenang, tapi tetap tegas saat dibutuhkan. Kombinasi ini, menurut McKennie, cukup membantu pemain muda berkembang. Arahan yang diberikan jelas, tanpa harus selalu disertai tekanan tinggi. Meski begitu, ada momen ketika pemain tetap dituntut lebih—dan itu dianggap wajar.
Kritik yang Membangun

McKennie juga menyoroti cara Spalletti memberikan kritik. Ia menyebut pendekatannya berbeda dibanding beberapa pelatih yang pernah ia temui sebelumnya.
"Ketika dia marah, caranya tidak kasar. Tujuannya jelas, supaya kami berkembang. Ada pelatih yang mempermalukan pemain, tapi Spalletti tidak seperti itu," katanya.
Ia menambahkan, komunikasi seperti itu justru membuat pemain lebih mudah menerima masukan. Bukan berarti selalu nyaman dan tetap ada tekanan, tetapi lebih masuk akal dan tidak menjatuhkan mental.
Dalam tim, Spalletti menekankan permainan kolektif. McKennie menyebut filosofi itu terasa di lapangan, terutama dalam beberapa laga terakhir yang dimainkan lebih rapi.
"Dia selalu bilang, Anda bisa melewati empat pemain dan mencetak gol, itu bagus. Tapi kalau Anda memberi assist, dua orang bisa merasakan kebahagiaan. Itu yang dia tekankan," lanjutnya.
Menurut McKennie, cara Spalletti mengelola tim jadi salah satu alasan ia menyebutnya sebagai pelatih terbaik dalam kariernya sejauh ini.
Kegilaan Profesionalisme Cristiano Ronaldo
McKennie juga sempat menyinggung pengalamannya bermain dengan Cristiano Ronaldo. Awalnya, ia mengira cerita soal profesionalisme Ronaldo agak berlebihan. Namun setelah melihat langsung, pendapatnya berubah.
"Sangat luar biasa bermain dengannya. Semua yang saya dengar ternyata benar," ujarnya.
Ia menceritakan satu momen yang cukup membekas. Setelah pulang dari laga tandang pada dini hari, sebagian pemain memilih istirahat. Ronaldo justru melakukan pemulihan fisik.
Menurut McKennie, hal itu sulit dipercaya kalau tidak melihat sendiri. "Jam tiga pagi dia masih ke bak es, lalu besoknya sudah latihan lagi. Itu bukan hal yang biasa," katanya.
Pengalaman tersebut, ia akui, cukup membuka pandangannya soal standar profesionalisme di level tertinggi.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dari Tangis Sedih Cristiano Ronaldo ke Tangis Bahagia Lionel Messi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 01:35
-
Portugal Kini Menatap Masa Depan
Piala Dunia 7 Juli 2026, 16:23
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Siaran Piala Dunia 2026: Norwegia vs Inggris
Piala Dunia 12 Juli 2026, 02:52
-
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Argentina vs Swiss
Piala Dunia 12 Juli 2026, 01:59
-
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Norwegia vs Inggris
Piala Dunia 12 Juli 2026, 00:48
-
Vinicius Junior Bakal Jadi Wakil Kapten Real Madrid
Liga Spanyol 12 Juli 2026, 00:07
-
Update Jurgen Klopp Sebagai Pelatih Baru Jerman: Sudah, tapi Belum
Piala Dunia 11 Juli 2026, 23:27
-
Neco Williams Masuk Radar Transfer MU, Disiapkan untuk Saingi Luke Shaw
Liga Inggris 11 Juli 2026, 22:12
-
Gelandang Afrika Selatan Jayden Adams Meninggal Dunia
Piala Dunia 11 Juli 2026, 21:08
-
Jalan Menuju AS Roma untuk Alejandro Garnacho
Liga Italia 11 Juli 2026, 19:31
-
Alasan Romantis Sandy Walsh Pilih Nomor Punggung 6 di Persib
Bola Indonesia 11 Juli 2026, 17:49
-
Momen Emas Ole Romeny untuk Bangkit Bersama Fortuna Sittard
Piala Dunia 11 Juli 2026, 17:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55









