Dari Second Striker hingga Trequartista: Opsi-opsi Taktis AC Milan untuk Nkunku
Gia Yuda Pradana | 5 September 2025 20:38
Bola.net - Kedatangan Christopher Nkunku ke AC Milan pada akhir bursa transfer musim panas langsung memicu diskusi hangat di kalangan tifosi dan pengamat Serie A. Transfer ini terasa mengejutkan karena Massimiliano Allegri sejatinya meminta striker murni dengan tipikal box poacher, tetapi yang datang justru sosok serbabisa asal Prancis.
Meski kualitasnya tidak diragukan, banyak yang mempertanyakan apakah Nkunku benar-benar menjawab kebutuhan Milan di lini depan. Bahkan Allegri sempat menyinggung kekecewaannya ketika target utama tak kunjung didapat. Situasi itu menimbulkan pertanyaan: ke arah mana taktik Milan akan bergerak?
Di tengah keraguan, beberapa opsi mulai bermunculan. Laporan MilanNews menyoroti empat skenario pemanfaatan Nkunku, dua di antaranya cukup realistis sementara sisanya lebih spekulatif. Dari sanalah terbuka ruang diskusi soal bagaimana Rossoneri bisa mengoptimalkan fleksibilitas pemain baru mereka.
Empat Opsi Taktis
Dalam skema 3-5-2, Nkunku bisa berperan sebagai second striker, berduet dengan Rafael Leao, Christian Pulisic, atau Santiago Gimenez. Peran ini dianggap paling natural baginya.
Opsi lain, meski lebih kecil peluangnya, adalah menempatkan Nkunku sebagai penyerang tengah. Karakteristiknya yang bukan target man membuat peran ini terlihat darurat. Alternatif yang lebih masuk akal ialah posisi gelandang serang dalam pola 3-4-2-1, peran yang diakuinya paling ideal.
Tak menutup kemungkinan pula Nkunku dipasang sebagai trequartista dalam 3-5-2, berdiri tepat di belakang striker utama. Intinya, fleksibilitas membuatnya bisa diadaptasi ke banyak rencana permainan.
Fleksibilitas sebagai Senjata Utama
Fleksibilitas adalah daya tarik terbesar Nkunku. Pemain 27 tahun ini bisa tampil di berbagai posisi, dari sayap hingga lini tengah, bahkan sesekali sebagai striker. Data Transfermarkt mencatat, dari 172 laga bersama RB Leipzig dengan 70 gol dan 56 assist, ia pernah tampil sebagai second striker 55 kali, gelandang serang 48 kali, sayap kiri 22 kali, sayap kanan 12 kali, dan beberapa kali di posisi lain.
Catatan tersebut menegaskan bahwa Nkunku bukan tipikal ujung tombak klasik. Ia lebih nyaman sebagai pendamping penyerang atau gelandang serang dalam 3-4-2-1 maupun 4-2-3-1. Kondisi ini membuat arah transfer Milan sempat dipertanyakan. Alih-alih striker murni seperti yang diminta, mereka justru mendatangkan sosok serbaguna.
Namun, Nkunku juga pernah beroperasi sebagai false nine. Peran itu bisa menjadi opsi darurat jika Rossoneri benar-benar membutuhkan.
Pergerakan Dinamis yang Membuka Ruang
Selain fleksibilitas posisi, kekuatan lain Nkunku ada pada pergerakannya. Milan kerap kesulitan membongkar pertahanan rapat dalam beberapa musim terakhir, dan eks pemain PSG ini bisa menawarkan solusi. Ia piawai mencari ruang di area berbahaya, baik lewat insting maupun pergerakan untuk menciptakan celah.
Dinamis saat menguasai bola, Nkunku bisa turun menjemput, memutar tubuh lawan, atau berlari dengan kontrol yang rapat. Dalam skema menyerang, kualitas ini membuatnya potensial menjadi pembuka pertahanan lawan.
Walau tidak secepat Rafael Leao dalam akselerasi jarak jauh, Nkunku punya keunggulan di ledakan pendek. Dengan langkah panjang dan kontrol bola terjaga, ia bisa menjadi senjata baru Milan, baik dalam serangan balik maupun permainan posisi.
Sumber: MilanNews, Sempre Milan
Klasemen Serie A/Liga Italia
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Klasemen Anggaran Gaji Klub-klub Serie A: Milan Posisi 5, Siapa Empat Teratas?
- Donnarumma, Sosok Kelas Dunia yang Dibutuhkan Guardiola di Posisi Penjaga Gawang
- Dinamo Zagreb Umumkan Perekrutan Ismael Bennacer dari AC Milan, Berikut Detail Transfernya
- Prediksi Inggris vs Andorra 6 September 2025
- Menang Tak Meyakinkan, Irak Cemas Jelang Lawan Timnas Indonesia
- Prediksi Armenia vs Portugal 6 September 2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
MU Ingin Angkut Rafael Leao, AC Milan: Monggo!
Liga Inggris 30 Januari 2026, 15:30
-
Liverpool Naksir Van de Ven, Heskey: Rekrutan Hebat yang Sulit Didapat
Liga Inggris 30 Januari 2026, 14:49
-
7 Klub yang Paling Berpeluang Merekrut Raheem Sterling Usai Berpisah dengan Chelsea
Editorial 30 Januari 2026, 13:06
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Dewa United 1 Februari 2026
Bola Indonesia 31 Januari 2026, 12:48
-
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs PSIM 1 Februari 2026
Bola Indonesia 31 Januari 2026, 12:43
-
Nonton Live Streaming Persis Solo vs Persib di Vidio - BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 31 Januari 2026, 12:34
-
Hasil Lengkap, Klasemen, dan Jadwal Pertandingan Proliga 2026
Voli 31 Januari 2026, 12:26
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 31 Januari 2026, 12:26
-
Bantah Isu Resign demi MU, Roberto De Zerbi Tegaskan Masih Setia di Marseille
Liga Inggris 31 Januari 2026, 11:52
-
Alex Marquez Diisukan Saling Lirik dengan Red Bull KTM Factory Racing untuk MotoGP 2027
Otomotif 31 Januari 2026, 11:45
-
Efek Domino, Inter Milan Coba Bajak Pemain Liverpool Ini?
Liga Inggris 31 Januari 2026, 11:22
-
Bekuk City dan Arsenal, MU Tidak Boleh Sombong ketika Jamu Fulham!
Liga Inggris 31 Januari 2026, 11:08
-
Fabio Quartararo Angkat Suara Soal Gosip Pindah ke Honda di MotoGP 2027: Banyak Omong!
Otomotif 31 Januari 2026, 10:58
-
Tantang Fulham, MU Dapatkan Satu Tambahan Tenaga
Liga Inggris 31 Januari 2026, 10:42
-
Sedih! Michael Carrick Pastikan Patrick Dorgu Menepi Cukup Lama dari Skuad MU
Liga Inggris 31 Januari 2026, 10:29
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 31 Januari 2026
Voli 31 Januari 2026, 09:44
LATEST EDITORIAL
-
7 Klub yang Paling Berpeluang Merekrut Raheem Sterling Usai Berpisah dengan Chelsea
Editorial 30 Januari 2026, 13:06
-
7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Champions 2025/26
Editorial 28 Januari 2026, 13:57
-
Arsenal di Ambang Sejarah Liga Champions, Mampukah Menyapu Bersih Fase Liga?
Editorial 28 Januari 2026, 13:46
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30



