Daftar Comeback Terbesar Liga Champions: Dari 'La Remontada' hingga Drama Sporting CP

Daftar Comeback Terbesar Liga Champions: Dari 'La Remontada' hingga Drama Sporting CP
Selebrasi para pemain Sporting Lisbon dalam laga versus Bodo/Glimt di leg kedua 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (18/3/2026). (c) AP Photo/Ana Brigida

Bola.net - Liga Champions selalu menghadirkan drama yang sulit ditebak, terutama ketika sebuah tim mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal di leg pertama.

Dalam sejarah kompetisi elite Eropa ini, momen comeback menjadi salah satu cerita paling ikonik yang terus dikenang penggemar sepak bola.

Secara statistik, tim tamu yang mampu membalikkan defisit di leg kedua tergolong langka, hanya terjadi tujuh kali sepanjang sejarah. Bahkan, dua di antaranya ditentukan lewat aturan gol tandang yang kini sudah dihapus sejak musim 2021/22.

Sementara itu, tim tuan rumah lebih sering menciptakan kebangkitan, meski tetap membutuhkan usaha luar biasa, terutama saat tertinggal tiga hingga empat gol.

Berikut sejumlah comeback terbesar dalam fase gugur Liga Champions selengkapnya.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Kebangkitan Dramatis Tim Tamu

Kebangkitan Dramatis Tim Tamu

Logo Liga Champions terpajang di luar stadion sebelum sesi latihan jelang final antara PSG dan Inter Milan di Allianz Arena, Munich, Jumat, 30 Mei 2025 (c) AP Photo/Matthias Schrader

Salah satu comeback paling mengesankan datang dari Manchester United saat menghadapi PSG di babak 16 besar musim 2018/19. Setelah kalah 0-2 di Old Trafford, United tampil luar biasa di Paris dan menang 3-1.

Gol penentu datang di masa injury time lewat penalti Marcus Rashford setelah insiden handball. Pelatih saat itu, Ole Gunnar Solskjær, menyebut kemenangan tersebut sebagai bukti keyakinan tim yang tak pernah padam.

Comeback tim tamu lainnya juga terjadi dalam beberapa musim berbeda, termasuk duel sengit antara Tottenham Hotspur vs Ajax pada semifinal 2018/19, serta keberhasilan Inter Milan membalikkan keadaan kontra Bayern Munich di musim 2010/11.

La Remontada, Comeback Paling Legendaris

La Remontada, Comeback Paling Legendaris

Bola dan trofi Liga Champions (c) UEFA

Tak ada yang lebih ikonik dari kebangkitan Barcelona saat menghadapi PSG di musim 2016/17. Setelah kalah telak 0-4 di leg pertama, Barcelona mencetak sejarah dengan menang 6-1 di Camp Nou.

Pertandingan ini kemudian dikenal sebagai “La Remontada”. Gol penentu dicetak oleh Sergi Roberto di masa tambahan waktu, memicu euforia luar biasa di stadion.

Neymar, yang saat itu masih berseragam Barcelona, menjadi sosok kunci dalam kebangkitan tersebut.

Sporting CP Ukir Comeback Epik Terbaru

Sporting CP Ukir Comeback Epik Terbaru

Selebrasi Luis Suarez dalam laga Sporting Lisbon vs Bodo/Glimt di leg kedua 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (18/3/2026). (c) AP Photo/Ana Brigida

Musim 2025/26 menghadirkan cerita baru lewat aksi Sporting CP. Tertinggal 0-3 dari Bodo/Glimt di leg pertama, klub asal Portugal itu bangkit dengan kemenangan 5-0 setelah perpanjangan waktu di Lisbon.

Gol dari Goncalo Inacio membuka harapan, sebelum Pedro Goncalves dan Luis Suárez memaksa laga ke extra time.

Di babak tambahan, gol cepat Maximiliano Araújo dan penyelesaian Rafael Nel memastikan comeback spektakuler.

Anfield dan Malam Magis Liverpool

Comeback luar biasa juga terjadi di Anfield pada semifinal 2018/19 ketika Liverpool membalikkan defisit 0-3 dari Barcelona menjadi kemenangan 4-0.

Meski tanpa Mohamed Salah dan Roberto Firmino, Liverpool tampil penuh determinasi.

Divock Origi dan Georginio Wijnaldum menjadi pahlawan dalam laga yang kini dikenang sebagai salah satu malam terbaik dalam sejarah klub.

Keajaiban Lain yang Tak Terlupakan

Selain itu, sejumlah comeback besar lainnya juga menghiasi sejarah Liga Champions:

  • AS Roma menyingkirkan Barcelona (2017/18) setelah kalah 1-4 di leg pertama.
  • Deportivo La Coruña menghancurkan AC Milan dengan agregat dramatis di musim 2003/04.
  • Chelsea membalikkan keadaan melawan Napoli pada 2011/12.