Edgar Davids: Pitbull Berkacamata dari Suriname
Asad Arifin | 24 April 2020 12:34
Bola.net - Bagi pecinta sepak bola akhir 1990-an hingga awal 2000-an, tentu tidak asing dengan sosok Edgar Davids. Pemain tim nasional Belanda tersebut punya penampilan ikonik dengan kacamata dan gaya rambutnya.
Bukan hanya karena penampilan fisik, Edgar Davids juga punya gaya bermain yang sangat khas. Edgar Davids dikenal punya kecepatan tinggi sebagai gelandang. Sosoknya yang tidak begitu tinggi membuatnya bisa lari dengan cepat.
Edgar Davids juga seorang pekerja keras di lapangan. Dia sangat ulet dan punya daya jelajah tinggi di lapangan. Kejayaan Zinedine Zidane di Juventus tidak lepas dari peran Edgar Davids di sisinya.
Walau tubuhnya kecil, Edgar Davids punya kekuatan yang besar. Edgar Davids sangat kuat dari sisi fisik dan stamina. Gaya bermainnya pun agresif dan dinamis. Dia bisa berduel dengan lawan untuk merebut penguasaan bola.
Edgar Davids dan Julukan Pitbull
Edgar Davids tidak sekadar bertumpu pada kemampuan otot untuk menjadi pemain sepak bola top. Edgar David juga bermain dengan otak. Dia punya visi bermain yang bagus dan olah bola yang ciamik.
Tidak heran jika kemudian Edgar Davids pernah mendapat julukan 'The Mayor of the Street' atau Walikota Jalanan. Dia punya kemampuan melepas umpan jauh yang bagus dan mengatur ritme permainan tim.
Namun, julukan yang sangat melekat dengan Edgar Davids adalah The Pitbull. Julukan ini merujuk pada jenis anjing yang diturunkan dari bulldog dan terrier. Pitbull dikenal karena punya kemampuan fisik yang kuat dan tingkat kecerdasan tinggi.
Julukan The Pitbull diberikan Louis van Gaal karena gaya bermain Edgar Davids yang khas. "Van Gaal memberi saya julukan Pitbull di Ajax. Dia mengatakan bahwa di lini pertahanan, saya selalu di depan," kata Davids.
Edgar Davids sebanarnya juga punya banyak julukan lain seperti Tubarao [hiu] dan Piranha [jenis ikan ganas]. "Apakah julukan favorit saya? Pitbull," ucap Edgar Davids.
Karir Edgar Davids
Sepanjang karirnya, Edgar Davids telah membela banyak klub papan atas Eropa. Karirnya dimulai dari Ajax Amsterdam. Edgar Davids meraih tiga gelar Eredivisie bersama Ajax. Selain itu, dia juga membawa Ajax meraih satu gelar Liga Champions.
Edgar Davids kemudian pindah ke Italia untuk bermain di AC Milan pada 1996. Hanya satu musim di Milan, Edgar Davids kemudian pindah ke Juventus. Di klub inilah nama Edgar Davids begitu melambung.
Edgar Davids memberikan tiga scudetto untuk Juventus. Selain itu, dia juga membawa Si Nyonya Tua meraih dua gelar Supercoppa Italia. Hanya saja, dia tidak mampu membawa Juventus berjaya di pentas Eropa.
Marcelo Lippi, pelatih Juventus, sangat senang dengan sosok Edgar Davids. Baginya, Edgar Davids adalah seorang pengendali ruang mesin pada permainan Juventus. Namun, Edgar Davids harus pindah dari Juventus pada Januari 2004.
Edgar David kemudian bergabung ke Barcelona selama setengah musim, sebelum pindah ke Inter Milan. Awalnya, Davids mendapat kontrak tiga tahun, tetapi diputus hanya satu tahun setelah dibeli. Edgar Davids kemudian pindah ke Tottenham.
Sempat membela Crystal Palace dan kembali ke Ajax, Edgar Davids lantas menutup karirnya di Barnet. Pada tahun 2013, dia menjadi player-manajer di Barnet. Uniknya, dia memakai nomor punggung 1.
Davids meminta nomor tersebut dari kiper utama Barnet, Graham Stack, yang akhirnya mengalah dan memilih mengenakan nomor punggung 29. "Itu adalah nomor punggung saya untuk musim depan. Saya berharap ini akan menjadi tren baru," ucapnya.
Edgar Davids dan Suriname
Edgar Davids lahir di Suriname, negara di Amerika Selatan yang merupakan bekas jajahan Belanda. Dia berasal dari keturunan Afro-Suriname. Edgar Davids pindah ke Belanda ketika dia masih bayi untuk mengikuti orang tuanya.
Edgar Davids besar dan memilih warga negara Belanda. Edgar Davids pun membela tim nasional Belanda. Edgar Davids bukan satu-satunya pemain asal Suriname yang bermain di timnas Belanda.
Selain Edgar Davids, ada juga Frank Rijkaard, Ruud Gullit, Clarence Seedorf, Patrick Kluivert, Virgil van Dijk, Jeffrey Bruma, Michel Vorm, dan Georgino Wijnaldum yang punya garis keturunan Suriname tetapi bermain di timnas Belanda.
“Suriname memiliki banyak kesamaan dengan Brasil. Ada banyak kemiskinan dan banyak anak-anak di jalanan yang tidak punya uang. Mereka bermain sepakbola sepanjang waktu dan mereka belajar bermain dengan nyeker," kata Edgar Davids.
Edgar Davids dan Kacamata
Tidak banyak pemain sepak bola yang memakai kacamata ketika sedang bermain. Edgar Davids adalah satu dari sedikit pemain profesional yang memakai kacamata. Penampilan Edgar Davids pun begitu ikonik.
Edgar Davids menderita glaukoma. Penyakit yang sebagian besar disebabkan tekanan mata, yang menyerang saraf optik dan berpengauh pada penglihatannya. Hal ini dialami Davids ketika bermain di Juventus.
Edgar Davids beruntung kareka sakit tersebut dideteksi sejak awal dan mendapat perawatan yang tepat. Sehingga, dia bisa terus bermain sepak bola walau harus memakai alat bantu berupa kacamata.
Edgar Davids mulai bermain dengan kacamata pada 1999, tepatnya pada 4 September 1999 dalam pertandingan persahabatan timnas Belanda melawan Belgia.
Biodata Edgar Davids
Nama lengkap: Edgar Steven Davids
Tanggal lahir: 13 Maret 1973
Tempat lahir: Paramaribo, Suriname
Posisi bermain: Gelandang Bertahan
Karier Junior:
- 1985–1991 Ajax
Karier senior*:
- 1991–1996 Ajax - 106 laga (20 gol)
- 1996–1997 AC Milan - 19 laga (0 gol)
- 1997–2004 Juventus - 159 laga (8 gol)
- 2004 Barcelona (pinjaman) - 18 laga (1 gol)
- 2004–2005 Inter Milan - 14 laga (0 gol)
- 2005–2007 Tottenham - 40 laga (1 gol)
- 2007–2008 Ajax - 25 laga (1 gol)
- 2010 Crystal Palace - 6 laga (0 gol)
- 2012–2014 Barnet - 36 laga (1 gol)
Tim Nasional
- 1992–1994 Belanda U-21 8 (1 gol)
- 1994–2005 Belanda 74 (6 gol)
* Gol hanya dari liga domestik
Baca Ini Juga:
- Mengenang Selebrasi Gol Ikonik Lionel Messi: Jemur Jersey di Bernabeu
- 23 Tahun Lalu: Berseragam Juventus, Zidane Permalukan Lini Belakang Ajax
- 5 Pemilik Klub Terkaya di Premier League, Mana yang Layak Menyandang Status 'Sultan'?
- Ucapan Selamat Puasa dan Jadwal Imsakiah dari Klub-Klub Top Eropa untuk Umat Muslim di Indonesia
- 5 Pemain Inggris Idola Michael Carrick, Ada Gazza dan Wazza
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 17:14
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 16:18
-
Debut Sempurna Donyell Malen di AS Roma: Gol, 3 Poin, dan Pujian Gasperini
Liga Italia 19 Januari 2026, 14:57
LATEST UPDATE
-
Prediksi Kairat vs Club Brugge 20 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 22:30
-
Bara Api di Old Trafford: Tensi Tinggi Roy Keane dengan Istri Michael Carrick
Liga Inggris 19 Januari 2026, 22:24
-
Cristiano Ronaldo Menang Telak di Meja Hijau: Juventus Harus Bayar Rp165 Miliar
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:54
-
Update Saga Mike Maignan: Ada Kabar Positif dari AC Milan
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:53
-
Daftar Pebulu Tangkis Indonesia dan Hasil Drawing Indonesia Masters 2026
Bulu Tangkis 19 Januari 2026, 20:30
-
Jadwal Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 20:22
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 20:10
-
Vinicius Jr ke Chelsea? Mantan Pemain The Blues Anggap Itu Sekadar Khayalan
Liga Inggris 19 Januari 2026, 19:39
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26








