Eks Striker Milan Bongkar Penyebab Inter Tumbang Dua Kali di Derby: Allegri Sempurna

Dimas Ardi Prasetya | 13 Maret 2026 06:59
Eks Striker Milan Bongkar Penyebab Inter Tumbang Dua Kali di Derby: Allegri Sempurna
Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, tersenyum jelang pertandingan Serie A melawan Cagliari, Sabtu (3/1/2026) dini hari WIB. (c) Gianluca Zuddas/LaPresse via AP

Bola.net - Derby della Madonnina musim 2025/2026 menghadirkan cerita yang cukup mengejutkan bagi para penggemar sepak bola Italia. AC Milan berhasil menyapu bersih dua pertemuan melawan rival sekotanya, Inter Milan, di ajang Serie A.

Pertemuan terbaru terjadi pada pekan ke-28 Serie A di San Siro, Minggu (09/03/2026). Rossoneri menang tipis 1-0 lewat gol Pervis Estupinan yang memastikan tiga poin penting bagi tim asuhan Massimiliano Allegri.

Advertisement

Hasil itu melanjutkan tren positif Milan atas Inter musim ini. Pada pertemuan putaran pertama 24 November 2025 lalu, Rossoneri juga menang dengan skor identik 1-0 lewat gol Christian Pulisic.

Kemenangan ganda ini pun kembali menghidupkan persaingan di papan atas Serie A. Namun, mantan striker Milan Giampaolo Pazzini punya pandangan tersendiri mengenai hasil dua derby tersebut.

1 dari 4 halaman

Chivu Dinilai Keliru Membaca Pertandingan

Chivu Dinilai Keliru Membaca Pertandingan

Pelatih Inter Milan Cristian Chivu memberi instruksi kepada para pemainnya saat laga Serie A/Liga Italia antara Inter vs Genoa di Milan, Italia, Sabtu, 28 Februari 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Giampaolo Pazzini menilai kekalahan Inter dalam derby terakhir tidak lepas dari kesalahan pendekatan taktik pelatih mereka, Cristian Chivu. Menurutnya, strategi yang diterapkan Nerazzurri tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Padahal sebelum kekalahan ini, Inter sebenarnya sedang berada dalam tren yang sangat positif. Mereka bahkan sempat mencatatkan 14 kemenangan dan satu hasil imbang setelah kalah dari Milan di derby sebelumnya.

Pazzini melihat bahwa pertandingan ini menunjukkan Inter tidak tampil dengan rencana yang benar-benar efektif. Ia menilai Milan mampu memanfaatkan situasi tersebut dengan sangat baik sepanjang laga.

“Kekalahan terakhir Inter sebelum ini juga terjadi di derbi melawan Milan, setelah itu mereka mencatatkan 14 kemenangan dan satu hasil imbang. Tidak diragukan lagi Chivu salah dalam pertandingan ini," cetusnya pada Aura Sport, via Football Italia.

2 dari 4 halaman

Allegri Disebut Menyiapkan Milan dengan Sempurna

Allegri Disebut Menyiapkan Milan dengan Sempurna

Para pemain AC Milan merayakan hasil pertandingan setelah laga Serie A melawan Inter Milan, Minggu (8/3/2026) (c) AP Photo/Antonio Calanni

Di sisi lain, Pazzini memberikan kredit besar kepada Massimiliano Allegri atas kemenangan Milan tersebut. Ia menilai pelatih Rossoneri itu berhasil menyiapkan timnya dengan sangat matang.

Menurut Pazzini, Milan tampil dengan organisasi permainan yang rapi dan disiplin sepanjang laga. Pendekatan taktik Allegri membuat Inter kesulitan mengembangkan permainan seperti biasanya.

Hal itu juga terlihat dari fakta bahwa Milan mampu memenangi dua derby dalam satu musim Serie A. Pazzini menilai pencapaian tersebut bukanlah kebetulan semata.

“Anda harus memberikan pujian kepada Milan, Allegri mempersiapkan pertandingan dengan sempurna. Tidak mengherankan jika ia memenangkan kedua derbi musim ini," seru Pazzini.

3 dari 4 halaman

Pazzini: Milan Sulit Mengejar Inter di Perburuan Scudetto

Pazzini: Milan Sulit Mengejar Inter di Perburuan Scudetto

Sejumlah pemain terlibat adu argumen dalam pertandingan Serie A antara AC Milan melawan Inter Milan, Minggu (8/3/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Meski Milan berhasil memperkecil jarak poin, Pazzini tetap bersikap realistis mengenai peluang juara. Ia menilai Inter masih berada di posisi yang sangat kuat dalam perburuan Scudetto musim ini.

Selisih tujuh poin dengan sekitar sepuluh pertandingan tersisa bukanlah jarak yang mudah dikejar. Terlebih lagi Inter kini bisa sepenuhnya fokus pada kompetisi domestik.

Menurut Pazzini, kondisi tersebut membuat peluang Milan untuk menyalip rival sekotanya cukup kecil. Dibutuhkan sesuatu yang benar-benar tak terduga agar peta persaingan berubah drastis.

“Saya pikir pembicaraan tentang Scudetto masih tertutup,” katanya dengan lugas.

LATEST UPDATE