Federico Dimarco Hidupkan Bayangan Roberto Carlos di Inter Milan: Sudah Bikin 5 Gol dan 13 Assist
Asad Arifin | 9 Februari 2026 18:48
Bola.net - Federico Dimarco sedang berada di puncak performa bersama Inter Milan pada musim 2025/2026. Perannya bukan sekadar bek sayap, melainkan motor serangan yang menentukan.
Gaya bermain Dimarco mencuri perhatian karena agresivitasnya yang ekstrem. Ia menyerang dengan intensitas tinggi, seolah mengaburkan batas antara bek dan winger.
Produktivitasnya menjadi bukti nyata. Dari 22 laga Serie A, Dimarco mencatat lima gol dan 13 assist, angka yang sangat jarang dicapai pemain bertahan.
Performa tersebut memunculkan satu perbandingan klasik. Banyak pihak melihat Dimarco bermain layaknya Roberto Carlos, mantan bek kiri Inter Milan sekaligus legenda Timnas Brasil.
Dimarco, Bek Sayap yang Menyerang Tanpa Ragu

Catatan statistik Dimarco musim ini berada di level elite. Lima gol dan 13 assist menunjukkan kontribusinya yang konsisten dalam fase menyerang.
Salah satu momen paling menonjol datang saat menghadapi Sassuolo. Dalam laga tersebut, Dimarco mencatat hattrick assist dan menjadi pusat kreativitas Inter.
Data WhoScored memperkuat kesan tersebut. Pemain berusia 28 tahun itu unggul dalam crossing, umpan kunci, serta eksekusi bola mati.
Dimarco juga memiliki kaki kiri yang sangat kuat. Kombinasi teknik, visi, dan keberanian mengambil risiko membuatnya menjadi senjata utama Inter dari sisi kiri.
Jejak Roberto Carlos yang Diikuti Dimarco

Perbandingan dengan Roberto Carlos bukan tanpa dasar. Legenda Brasil itu pernah membela Inter Milan pada musim 1995/1996 dengan catatan lima gol dan tiga assist di Serie A.
Puncak produktivitas Roberto Carlos justru terjadi bersama Real Madrid. Ia mencetak lima gol dan 12 assist di La Liga 1996/1997, lalu menambah lima gol dan 11 assist pada musim 2002/2003.
Roberto Carlos dikenal sebagai bek kiri dengan naluri menyerang luar biasa. Tendangan kaki kiri dan eksekusi bola matinya menjadi ikon sepak bola dunia.
Dimarco Tetap Berpijak di Tanah

Dimarco menunjukkan mentalitas elit. Meski dalam performa bagus, Dimarco tidak ingin tinggi hati. Dimarco sadar bahwa performa seorang pemain bisa naik dan turun. Bagi Dimarco, yang terpenting adalah tim.
“Saya tidak merasa seperti apa pun. Ketika Anda bermain bagus, Anda disebut fenomena. Jika tidak, Anda dianggap buruk. Begitulah sepak bola,” ujar Dimarco kepada DAZN usai laga melawan Sassuolo.
"Saya pernah melalui momen penting sebelumnya, dan ini mungkin yang paling menentukan dari sisi angka. Namun yang terpenting adalah tim dan berada di puncak klasemen hingga bulan Mei,” katanya kepada Sky.
Klasemen Serie A 2025/2026
Baca Ini Juga:
Prediksi Roma vs Cagliari 10 Februari 2026
Sassuolo vs Inter: Rating Pemain dari Banjir Gol di Markas Jay Idzes dan Kolega
Juventus vs Lazio: Rating Pemain dari Laga Dramatis di Allianz Stadium
Juventus vs Lazio: Antara Penyesalan dan Kebanggaan Maurizio Sarri
Juventus Nyaris Dipermalukan Lazio, Spalletti Justru Minta Pemain Nikmati Neraka Tekanan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
LATEST UPDATE
-
Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
Liga Inggris 1 November 2026, 05:33
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



