Formasi Baru untuk Mengubah Cara Main Juventus
Gia Yuda Pradana | 13 November 2025 20:08
Bola.net - Luciano Spalletti mulai menanamkan ide-ide barunya di Juventus. Setelah menggantikan Igor Tudor yang gagal mengembalikan tim ke jalur kemenangan, pelatih berusia 66 tahun itu kini tengah berupaya membentuk sistem permainan yang lebih proaktif.
Untuk sementara, Spalletti masih mempertahankan formasi 3-4-2-1 warisan Tudor. Akan tetapi, mantan pelatih AS Roma dan Napoli tersebut mulai memberi sinyal perubahan ke arah 4-3-3. Formasi ini diyakini menjadi opsi paling menjanjikan untuk membangun gaya main yang sesuai dengan visinya.
Menurut laporan Tuttosport, Spalletti memanfaatkan jeda internasional untuk mengenal lebih dekat para pemain yang tetap berlatih di Continassa. Ia mendengarkan pandangan anak asuhnya sebelum benar-benar menerapkan sistem baru. Langkah ini menunjukkan pendekatan khas Spalletti yang mengutamakan pemahaman kolektif dan kesadaran taktik tim.
Fokus pada Dominasi dan Kecepatan Pemain Juventus

Spalletti tidak sekadar mengubah susunan pemain atau formasi, tetapi juga ingin mengubah cara Juventus bermain. Ia menginginkan timnya lebih mendominasi permainan dan menguasai bola, bukan terus-menerus mengejar lawan. Namun, hal ini memerlukan sejumlah penyesuaian penting.
Salah satu hal yang paling disorot adalah lambatnya fase build-up Juventus dalam beberapa musim terakhir. Menurut Tuttosport, Spalletti menilai timnya terlalu banyak menghabiskan waktu ketika memindahkan bola dari satu sisi ke sisi lain. Kelemahan ini dianggap sebagai penyebab utama macetnya kreativitas dalam serangan.
Untuk mengatasinya, latihan Juventus kini banyak diisi dengan sesi rondo—sebuah latihan penguasaan bola yang menuntut pemain melakukan operan satu sentuhan. Latihan ini tidak hanya meningkatkan akurasi umpan, tetapi juga kecepatan pola serangan. “Kita harus bermain lebih cepat dan berpikir lebih cepat,” begitu kira-kira pesan yang coba ditanamkan Spalletti kepada para pemainnya.
Jalan Kebangkitan Juventus yang Sesungguhnya

Transformasi ini tentu tidak akan menghasilkan perubahan instan. Spalletti memahami bahwa Juventus membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan sistem barunya. Meski begitu, para penggemar berharap bisa melihat perkembangan positif sedikit demi sedikit dalam waktu dekat.
Langkah Spalletti ini seolah menjadi awal dari babak baru bagi Bianconeri—tim yang sudah terlalu lama terjebak dalam permainan reaktif dan minim kreativitas. Dengan formasi 4-3-3 dan filosofi penguasaan bola yang kuat, Juventus mungkin tengah bersiap membuka jalan menuju kebangkitan yang sesungguhnya.
Sumber: Tuttosport, juvefc.com
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Duel Taktik: Adu Kuat Tembok Pertahanan Inter dan Milan di Derby della Madonnina
- Solusi untuk Krisis Striker AC Milan Ada di Barcelona?
- BRI Super League: Musim Hujan dan Dampaknya pada Latihan Persik Kediri
- 93 Tahun Kejayaan Arsenal di Era Highbury: Dari Rumah Sepak Bola ke Legenda Abadi
- Hitung-hitungan Peluang Timnas Italia Lolos Langsung ke Piala Dunia 2026: Berat, Butuh Keajaiban
- 'Asuransi' AC Milan untuk Persaingan 4 Besar
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Pisa vs Milan 14 Februari 2026
Liga Italia 13 Februari 2026, 13:11
-
Prediksi Rennes vs PSG 14 Februari 2026
Liga Eropa Lain 13 Februari 2026, 12:58
-
Benarkah Alejandro Garnacho Pembelian Gagal Chelsea?
Liga Inggris 13 Februari 2026, 09:08
-
Tragedi Metropolitano! Barca Hancur Lebur, Flick Sebut Cek VAR 7 Menit Tak Masuk Akal
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 08:55
LATEST UPDATE
-
Barcelona Berada di Batas Logika dan Membutuhkan Malam Sempurna
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 17:00
-
Guehi & Upamecano Gagal Diangkut, Real Madrid Sekarang Fokus Kejar Bek Dortmund Ini
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 16:55
-
Era Baru di Sisi Kanan Real Madrid? 4 Kandidat Pengganti Dani Carvajal Mulai Bermunculan
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 16:29
-
Menanti Debut John Herdman! Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Tim Nasional 13 Februari 2026, 16:28
-
Ducati Ngaku Kontrak Kedua Marc Marquez Lebih Sulit Diurus Ketimbang yang Pertama
Otomotif 13 Februari 2026, 16:08
-
Vidio Ungkap Pertumbuhan Generasi Z, ONE Pride MMA Semakin Diminati Audiens Muda
Olahraga Lain-Lain 13 Februari 2026, 16:05
-
Malam Pahit Arsenal di Markas Brentford dan Penumpang Gelap Bernama Eberechi Eze
Liga Inggris 13 Februari 2026, 15:58
-
Arteta Jelaskan Alasan Tarik Eberechi Eze Saat Arsenal Ditahan Brentford
Liga Inggris 13 Februari 2026, 15:54
-
Asian Games 2026: Aturan Baru Jegal Timnas Indonesia, PSSI Wajib Lobi AFC!
Tim Nasional 13 Februari 2026, 15:47
-
Belum Juga Tanda Tangan, Marc Marquez Diisukan Hanya Mau Kontrak Satu Tahun dari Ducati
Otomotif 13 Februari 2026, 15:39
-
Kontroversi VAR 8 Menit untuk Anulir Gol Pau Cubarsi: Barcelona Dirugikan Wasit!
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 15:32
-
Tempat Menonton Persik vs PSIM Hari Ini - Live Eksklusif di Vidio
Bola Indonesia 13 Februari 2026, 15:13
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
-
5 Pelatih yang Bisa Gantikan Thomas Frank di Tottenham, Ada Xabi Alonso dan Xavi
Editorial 11 Februari 2026, 19:03
-
3 Calon Pengganti Dani Carvajal di Real Madrid, Termasuk Pemain Man Utd
Editorial 10 Februari 2026, 21:00


