Gasperini: Beda Dengan Milan, Inter Tak Punya Konsep
Editor Bolanet | 20 Januari 2014 17:07
- Gian Piero Gasperini merupakan salah satu pelatih yang memiliki kenangan buruk saat menangani . Ditunjuk sebagai Allenatore pada musim panas 2011, Gasperini hanya bertahan tiga bulan sebelum akhirnya dipecat karena performa tim yang buruk.
Terkait mengapa ia dan banyak pelatih lainnya gagal meraih hasil terbaik saat menangani Inter, Gasperini membeberkan alasannya. Ia lantas menjadikan rival abadi Nerazzurri, AC Milan sebagai perbandingan.
Tidak seperti AC Milan, Inter tidak pernah memiliki konsep yang jelas sebagai sebuah tim. Ketika banyak bintang didatangkan, seperti Ronaldo dan sejumlah pemain lainnya, permainan mereka terfokus pada individual pemain itu saja, cibir Gasperini.
Ingatlah sebelum era Jose Mourinho, pelatih sekaliber Marcello Lippi saja juga pernah gagal. Mourinho mampu meraih sukses karena ia punya kekuatan untuk membuat klub menuruti kemauannya, hal yang tidak dapat dilakukan pelatih-pelatih sebelumnya.
Lebih lanjut, Gasperini lantas membandingkan kondisi berbeda yang dialaminya dulu dengan apa yang dilakukan Mourinho.
Saya gagal mendapatkan Rodrigo Palacio dan harus mati-matian mempertahankan Thiago Motta. Sementara Mourinho memiliki dana berlimpah usai menjual Zlatan Ibrahimovic untuk membangun ulang skuat dengan membeli Samuel Eto'o, Diego Milito, Wesley Sneijder, dan , tambah pria yang semalam sukses mengantarkan menang 1-0 atas Inter ini.[initial]
Terkait mengapa ia dan banyak pelatih lainnya gagal meraih hasil terbaik saat menangani Inter, Gasperini membeberkan alasannya. Ia lantas menjadikan rival abadi Nerazzurri, AC Milan sebagai perbandingan.
Tidak seperti AC Milan, Inter tidak pernah memiliki konsep yang jelas sebagai sebuah tim. Ketika banyak bintang didatangkan, seperti Ronaldo dan sejumlah pemain lainnya, permainan mereka terfokus pada individual pemain itu saja, cibir Gasperini.
Ingatlah sebelum era Jose Mourinho, pelatih sekaliber Marcello Lippi saja juga pernah gagal. Mourinho mampu meraih sukses karena ia punya kekuatan untuk membuat klub menuruti kemauannya, hal yang tidak dapat dilakukan pelatih-pelatih sebelumnya.
Lebih lanjut, Gasperini lantas membandingkan kondisi berbeda yang dialaminya dulu dengan apa yang dilakukan Mourinho.
Saya gagal mendapatkan Rodrigo Palacio dan harus mati-matian mempertahankan Thiago Motta. Sementara Mourinho memiliki dana berlimpah usai menjual Zlatan Ibrahimovic untuk membangun ulang skuat dengan membeli Samuel Eto'o, Diego Milito, Wesley Sneijder, dan , tambah pria yang semalam sukses mengantarkan menang 1-0 atas Inter ini.[initial]
(si/mri)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Minta Emiliano Martinez Paksa Pergi dari Aston Villa
Liga Italia 21 Juli 2026, 15:10
-
Randal Kolo Muani Sulit, Juventus Beralih ke Striker Asal Brasil Ini
Liga Italia 18 Juli 2026, 18:00
-
Atas Perintah Amorim, AC Milan Coba Bajak Bek MU Ini
Liga Italia 17 Juli 2026, 19:00
LATEST UPDATE
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
-
Luka Modric Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan
Liga Italia 22 Juli 2026, 05:52
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55









