Gasperini di Roma: Pelatih Tertua Serie A 2025/2026 dan Filosofi Menyerangnya
Gia Yuda Pradana | 31 Juli 2025 10:36
Bola.net - Gian Piero Gasperini menukangi AS Roma mulai musim ini. Di usia 67 tahun, ia tercatat sebagai pelatih tertua Serie A 2025/2026. Bukan pensiun tenang, Gasperini justru datang dengan semangat baru dan filosofi menyerang yang tetap tajam.
Setelah sukses besar bersama Atalanta, Gasperini ditunjuk menggantikan Claudio Ranieri yang pensiun. Ia menandatangani kontrak hingga 2028, tanda bahwa Roma memberikan kepercayaan jangka panjang. Meski usia tak lagi muda, tekad Gasperini membesarkan Roma tak bisa dipandang enteng.
Dari Atalanta ke Roma, ini lebih dari sekadar perpindahan klub. Gasperini datang membawa gaya main khas dan ambisi menulis babak baru. Kini, perhatian publik tertuju pada pria kelahiran 1958 ini. Mampukah ia memberi warna baru di Ibu Kota?
Gasperini dan Perjalanan Panjang Sang Arsitek
Gasperini memulai karier kepelatihannya sejak 2003 bersama Crotone. Nama besarnya mulai mencuat saat membesut Genoa, lalu menanjak saat membawa Atalanta bersinar. Gelar Liga Europa 2023/2024 jadi pencapaian puncaknya bersama klub asal Bergamo itu.
Selama sembilan tahun di Atalanta, Gasperini dikenal konsisten membentuk tim solid meski bukan dari skuad mahal. Ia menyulap tim kecil menjadi penantang serius di kompetisi Eropa. Roma pun berharap keajaiban serupa bisa terulang di Olimpico.
Kini, di Roma, Gasperini menghadapi tantangan yang jauh lebih besar. Ia bukan lagi underdog, dan tekanan untuk meraih trofi terasa lebih nyata. Namun, dengan jam terbang tinggi dan visi yang jelas, Gasperini tampak siap menjawab tantangan itu.
Sepak Bola Versi Gasperini: Menyerang, Berisiko, Menghibur
Gasperini dikenal dengan pendekatan menyerang nan atraktif. Ia mengandalkan formasi tiga bek dan pressing tinggi, membuat timnya bermain agresif sepanjang laga. Dalam sistem ini, peran wing-back dan gelandang serba bisa jadi kunci utama.
Gaya mainnya terinspirasi dari sepak bola Belanda era 1990-an, terutama Ajax-nya Louis van Gaal. Ia mengutamakan umpan-umpan pendek cepat, gerakan tanpa bola, dan menekan lawan habis-habisan. Namun, gaya ini kerap memakan risiko dengan pertahanan yang terbuka.
Meski kerap dikritik karena kebobolan mudah, Gasperini tetap setia dengan filosofinya. Ia percaya sepak bola harus menghibur dan mencetak gol sebanyak mungkin. Roma pun bisa menjadi panggung sempurna untuk gaya main spektakuler itu.
Roma Era Gasperini: Taktik Berani, Harapan Baru
Kedatangan Gasperini memberi Roma harapan akan sepak bola menyerang yang segar. Ia dikenal berani bereksperimen, tak segan memberi kesempatan pada pemain muda. Dalam beberapa bulan ke depan, fans Roma bisa berharap menyaksikan tim yang lebih dinamis.
Namun, tantangan di Roma jelas lebih berat dibanding Atalanta. Tekanan suporter dan ekspektasi hasil akan menjadi ujian konsistensi Gasperini. Ia harus membuktikan bahwa sepak bola menyerang juga bisa membawa trofi ke Ibu Kota.
Di usia 67 tahun, Gasperini siap membuktikan bahwa ia masih jadi salah satu otak taktik paling berani di Italia. Roma pun kini punya sosok yang bisa membawa mereka ke arah baru—dengan sepak bola yang menyenangkan untuk ditonton.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Carlos Cuesta: Nakhoda Baru Parma dan Pelatih Termuda di Serie A 2025/2026
Daftar Pelatih Klub Liga Italia Serie A Musim 2025/2026
Mesin Gol Baru Juventus: Jonathan David yang Muda, Kuat, dan Tahan Tekanan
Membayangkan Panasnya Derby della Madonnina jika Donnarumma ke Inter Milan
Allegri Ingin 'Marker' ala Chiellini di Jantung Pertahanan, Milan Bidik Bek Muda Parma
Strategi Belanja Hemat AC Milan Bisa Berujung Malapetaka
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 20 September 2026, 14:50
-
Roma Kena Comeback Inter, Gasperini: Hasil yang Adil!
Liga Italia 20 September 2026, 07:30
-
Comeback Lawan Roma, Chivu Puji Mental Baja Inter Milan
Liga Italia 20 September 2026, 07:00
-
Man of the Match Roma vs Inter: Lautaro Martinez
Liga Italia 20 September 2026, 01:19
-
Hasil Roma vs Inter: Comeback Nerazzurri Paksa Giallorossi Berbagi Angka
Liga Italia 20 September 2026, 00:57
LATEST UPDATE
-
Real Madrid Rilis Pernyataan Resmi, Kritik Kepemimpinan Wasit di Derby Madrid!
Liga Spanyol 21 September 2026, 06:30
-
Meski Dipenuhi Kontroversi, Diego Simeone Klaim Atletico Madrid Layak Kalahkan Real Madrid!
Liga Spanyol 21 September 2026, 06:03
-
Kalah di Derby Madrileno, Jose Mourinho Sebut Rela Madrid Dizalimi Wasit!
Liga Spanyol 21 September 2026, 05:35
-
Man of the Match AC Milan vs Lecce: Christian Pulisic
Liga Italia 21 September 2026, 05:20
-
Hasil AC Milan vs Lecce: Dominan, Rossoneri Tembus 5 Besar!
Liga Italia 21 September 2026, 05:03
-
Man of the Match Juventus vs Atalanta: Gleison Bremer
Liga Italia 21 September 2026, 01:26
-
Hasil Juventus vs Atalanta: Conceicao Buka Jalan, Bremer Kunci Kemenangan
Liga Italia 21 September 2026, 00:53
-
Man of the Match Fulham vs Man Utd: Matheus Cunha
Liga Inggris 21 September 2026, 00:39
-
Hasil Fulham vs Man Utd: Setan Merah Selamat dari Kekalahan di Craven Cottage
Liga Inggris 21 September 2026, 00:22
-
Link Streaming Milan vs Lecce di Serie A, 21 September 2026
Liga Italia 20 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Atletico Madrid vs Real Madrid: Giuliano Simeone
Liga Spanyol 20 September 2026, 23:32
-
Hasil Atletico Madrid vs Real Madrid: Dean Huijsen Diusir, Los Blancos Tumbang di Derby
Liga Spanyol 20 September 2026, 23:16
-
Man of the Match Man City vs Sunderland: Antoine Semenyo
Liga Spanyol 20 September 2026, 22:26
-
Man of the Match Bournemouth vs Liverpool: Alexander Isak
Liga Inggris 20 September 2026, 22:14
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

