Hancur Lebur di Bergamo dan Momen di Balik Kebangkitan AC Milan
Asad Arifin | 9 Februari 2021 10:38
Bola.net - Direktur AC Milan, Paolo Maldini, mengungkap momen-momen penting di Rossoneri dua musim terakhir. Dia menyebut kekalahan atas Atalanta jadi titik balik kebangkitan Milan.
Milan tidak memulai musim 2019/2020 dengan bagus. Proyek yang disusun bersama Marco Giampaolo gagal total. Sang pelatih pun hanya berumur jagung sebagai juru taktik Milan.
Giampaolo dipecat usai Milan kalah dari Roma pada 28 Oktober 2019. Stefano Pioli lalu ditunjuk sebagai pelatih baru. Situasi tak segera membaik, tetapi perlahan menuju arah yang benar.
Hancur di Bergamo

Bersama Stefano Pioli, Milan kalah dari lawan-lawan sulit seperti Lazio dan Juventus. Lalu, Milan hancur lebih ketika harus menjalani laga di markas Atalanta pada akhir Desember 2019.
Milan kalah dengan skor 5-0 pada laga di Bergamo. Setelah itu, Paolo Maldini tahu apa yang kurang dan harus diperbaiki Milan. Kekalahan telak yang kemudian membuka mata Milan untuk berbenah.
"Pada 2019 kami memulai dengan Giampaolo tetapi tidak berhasil," buka Maldini dikutip dari MilanNews.
"Setelah kekalahan di Bergamo melawan Atalanta Elliott mendengarkan kami tentang Zlatan Ibrahimovic, gagasan memberikan poin referensi pada tim muda dengan Zlatan dan Simon Kjaer berhasil," katanya.
"Dari sini hasil yang luar biasa datang," tegasnya.
Bagun Tim dengan Pemain Muda
Ibrahimovic dan Kjaer memberi warna penting di balik performa apik Milan pada putaran kedua musim 2019/2020. Mereka menjadi sosok yang vital, terutama kehadiran Ibrahimovic di lini depan.
Namun, Milan tidak menjadikan transfer pemain uzur seperti Ibrahimovic sebagai proyek utama klub.
"Kami memiliki pemilik dari Amerika yang datang setelah era Cina. Jalan untuk mencapai hasil jangka panjang, kami harus mandiri di pasar tanpa merekrut pemain elit."
"Kami perlu melihat profil muda untuk memperkuat tim," kata Maldini.
Tanpa Penonton
Paolo Maldini tidak menampik jika tidak hadirnya suporter di San Siro membawa dampak besar bagi Milan. Namun, Maldini menilai hal tersebut membawa dampak bagi mental pemain muda Milan.
“Harus dikatakan bahwa tidak ada tekanan publik, tim muda seperti kami berhasil meraih hasil yang positif."
"Perubahan itu karena mentalitas. Milan memulai setahun lebih awal dari apa yang terjadi di dunia dengan pandemi untuk mencoba mencapai kemandirian. Ini dilakukan melalui pemain muda, dengan tim dengan anggaran yang pasti berbeda," sambung Maldini.
Sumber: MilanNews
Baca Ini Juga:
- Tarik Sis! Zlatan Ibrahimovic Rayakan Milestone 500 Gol dengan Joget Asyik
- Mulia! Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodriguez Biayai Pengobatan Kanker Bocah Portugal
- 'Lionel Messi Adalah Yang Terbaik, Itu Pilihan Mudah'
- Badai Cedera Melanda Juventus Jelang Leg Kedua Coppa Italia Lawan Inter Milan
- AC Milan Belum Tentu Diperkuat Zlatan Ibrahimovic Musim Depan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Inter Milan Coba Telikung MU untuk Transfer Eduardo Camavinga
Liga Italia 8 Maret 2026, 06:40
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20
-
Barcelona Bekuk Athletic Bilbao dalam Kondisi Kelelahan Berat!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:49
-
Menang dan Clean Sheet Lawan Athletic Bilbao, Bos Barcelona Full Senyum!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:38
-
Hasil Juventus vs Pisa: Pesta Gol Bianconeri di Allianz Stadium
Liga Italia 8 Maret 2026, 05:23
-
Man of the Match Athletic Bilbao vs Barcelona: Lamine Yamal
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:05
-
Kalah dari Chelsea, Wrexham Sesalkan Kartu Merah di Penghujung Laga
Liga Inggris 8 Maret 2026, 04:11
-
Man of the Match Wrexham vs Chelsea: Alejandro Garnacho
Liga Inggris 8 Maret 2026, 03:48
















