Hanya DNA 'Edan' Inter yang Bisa Balikkan Ketinggalan 0-2 Dua Kali atas Como
Ari Prayoga | 22 April 2026 08:55
Bola.net - Inter Milan kembali menunjukkan karakter 'liar' mereka yang dulu begitu melekat. Pelatih Cristian Chivu mengakui bahwa hanya versi 'Pazza Inter' yang mampu membalikkan ketertinggalan dua gol, dan melakukannya dua kali dalam rentang 10 hari saat menghadapi Como.
Pertandingan ini menjadi lanjutan dari duel dramatis sebelumnya pada 12 April, ketika Inter bangkit dari posisi 0-2 untuk menang 4-3 di ajang Serie A. Skenario serupa kembali terjadi. Nerazzurri sempat tertinggal lewat gol Martin Baturina dan Lucas Da Cunha, sebelum akhirnya membalikkan keadaan menjadi 3-2.
Hakan Calhanoglu tampil sebagai sosok kunci dengan dua golnya, ditambah kontribusi assist untuk Petar Sucic yang memastikan kemenangan Inter, baik di laga ini maupun secara agregat.
Pujian Chivu

Chivu pun memberikan pujian khusus kepada para pemain pengganti yang dinilai mampu mengubah jalannya pertandingan.
“Kami punya skuad yang tampil sangat baik sejak awal musim. Ketika dibutuhkan, mereka selalu menunjukkan kualitasnya,” ujar Chivu kepada Sport Mediaset.
“Para pemain yang masuk dari bangku cadangan memahami situasi dan tahu apa yang harus dilakukan. Diouf, Sucic, dan Pio Esposito menunjukkan keberanian dan kontribusi nyata. Ini tim yang ingin terus bersaing hingga akhir.”
Kunci Kemenangan Inter

Salah satu keputusan yang cukup mengejutkan adalah tidak dimainkannya Denzel Dumfries sejak awal, bahkan sempat tidak langsung masuk sebagai pengganti. Chivu menjelaskan bahwa sang pemain masih bermasalah secara fisik.
“Denzel mengalami gangguan kebugaran. Ia sempat bilang bisa bermain di menit akhir, tetapi merasakan nyeri pada tendonnya. Namun melihat situasi pertandingan, dia siap mencoba. Saya senang melihat pemain yang rela berkorban untuk tim,” jelasnya.
Chivu juga menilai permainan dari sektor sayap menjadi salah satu kunci keberhasilan Inter dalam menekan Como. Andy Diouf disebut tampil efektif saat mengisi sisi lapangan, baik kanan maupun kiri.
Inter sendiri sadar betul kekuatan Como, terutama dari sisi pertahanan yang dikenal solid musim ini. Namun, determinasi tinggi para pemain membuat mereka mampu menembus lini belakang lawan berkali-kali.
“Kami tahu kualitas Como, tapi kami tetap bisa mencetak banyak gol melawan salah satu pertahanan terbaik di Italia. Para pemain sangat peduli dengan Inter, dan itu terlihat dari cara mereka berjuang membalikkan keadaan,” tambah Chivu.
DNA Pazza Inter

Chivu pun menegaskan kembali identitas lama klub yang kembali muncul dalam momen seperti ini.
“Membalikkan defisit 2-0 melawan Como dua kali dalam 10 hari? Hanya Pazza Inter yang bisa melakukannya.”
Julukan 'Pazza Inter' sendiri merujuk pada karakter Inter di masa lalu yang identik dengan permainan penuh kejutan, naik turun, tetapi sering berakhir dramatis. Julukan itu sempat meredup di era Antonio Conte dan Simone Inzaghi yang lebih mengedepankan stabilitas permainan.
Kini, di bawah Chivu, nuansa tersebut seolah kembali hadir.
Menariknya, Inter kini juga berpeluang meraih gelar ganda Coppa Italia dan Serie A. Sepanjang sejarah, klub baru sekali mencatatkan pencapaian tersebut, yakni pada 2010 di bawah asuhan Jose Mourinho saat meraih treble.
Chivu Bukan Mourinho

Meski mulai dibandingkan dengan Mourinho, Chivu memilih merespons santai.
“Itu karena media suka membuat judul besar. Saya hanya Cristian, tanggung jawab saya adalah kepada para pemain ini,” katanya.
“Saya hanya berusaha melakukan pekerjaan sebaik mungkin untuk mereka yang percaya kepada saya, dan berharap bisa membawa pulang target yang kami incar.”
Sumber: Sportmediaset
Klasemen Serie A 2025/2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Liverpool Comeback Lawan Atletico Madrid, Szoboszlai: Malam yang Gila!
Liga Champions 10 September 2026, 07:37
-
Bisa Comeback Lawan Atletico Madrid, Andoni Iraola Acungi Perjuangan Liverpool
Liga Champions 10 September 2026, 06:42
-
Cetak Gol Lagi, Raphinha Makin Nyaman Jadi Ujung Tombak Barcelona
Liga Champions 10 September 2026, 05:40
LATEST UPDATE
-
Link Nonton Streaming Liga Champions: Manchester United vs Sabah 11 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 23:43
-
Link Nonton Streaming Liga Champions: Como vs Leipzig 11 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 23:33
-
Link Nonton Streaming Liga Champions: Slavia Praha vs Lens 11 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 23:28
-
Link Nonton Streaming Liga Champions: Bayern vs Bodo/Glimt 11 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 23:16
-
Kapan John Herdman Umumkan Skuad Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026?
Tim Nasional 10 September 2026, 22:12
-
Link Nonton Streaming Liga Champions: PSV vs Shakhtar 10 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 21:35
-
Link Nonton Streaming Liga Champions: Fenerbahce vs Roma 10 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 21:23
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Bhayangkara FC 11 September 2026
Bola Indonesia 10 September 2026, 19:43
-
Prediksi BRI Super League: Garudayaksa vs Persik 11 September 2026
Bola Indonesia 10 September 2026, 19:18
-
Jadwal BRI Super League Pekan Ini di Indosiar, 11-13 September 2026
Bola Indonesia 10 September 2026, 18:05 -
KapanLagi Pensi Bareng 2026 Dimulai, SMAN 3 Jakarta Jadi Sekolah Pertama
Lain Lain 10 September 2026, 17:25
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33





