Ini Penyebab Loyonya Performa Inter Milan Belakangan Ini
Dimas Ardi Prasetya | 9 Februari 2018 18:01
Bola.net - - Eks pelatih tim nasional Italia Marcello Lippi menyebut Inter Milan saat ini mengalami penurunan performa lantaran mereka tak memiliki pemain yang benar-benar hebat.
Inter menunjukkan performa yang apik di musim ini. Semua itu tak lepas dari polesan tangan dingin sang pelatih anyar, Luciano Spalletti.
Nerrazurri pun tampil perkasa dan tak terkalahkan dalam empat bulan pertama di musim ini. Akan tetapi semua berbalik setelah mereka dikalahkan oleh Udinese dengan skor 3-1 pada pertengahan Desember lalu.
Setelah itu, Inter tak pernah lagi merasakan kemenangan dalam tujuh pertandingan di semua ajang kompetisi. Rinciannya, lima kali imbang dan dua kali kalah.
Hasil itu membuat posisi Inter di zona empat besar terancam. Nerrazurri saat ini ada di posisi empat dengan raihan 45 poin, hanya berselisih satu angka dari AS Roma yang ada di posisi lima.
Saya mengerti ketidakbahagiaan fans: bahkan musim ini, setelah awal yang bagus, telah padam, mengempis, ujarnya kepada Gazzetta dello Sport.
Spalletti telah menciptakan asumsi psikologis yang baik, tapi jujur saja: kecuali Icardi, yang memaksimalkan 90 persen bola mereka, mereka memiliki pemain bagus tapi bukan pemain hebat, cetusnya.
Mengenai komentar Spalletti kepada para penggemar, sepertinya tidak ada hal baru bagi saya, sambung Lippi.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jamu Inter Milan, Feyenoord Usung Misi Balas Dendam
Liga Champions 3 November 2026, 08:20
-
Usai Kalah di Derby, Inter Milan Bidik Misi Kebangkitan di Kandang Feyenoord
Liga Champions 3 November 2026, 05:40
-
Bos Feyenoord Waspadai Inter Milan yang Lagi Terluka
Liga Champions 3 November 2026, 05:19
-
Luciano Spalletti Berharap Kemenangan atas Napoli Pulihkan Kepercayaan Diri Juventus
Liga Italia 2 November 2026, 19:50
-
Prediksi Feyenoord vs Inter 4 November 2026
Liga Champions 2 November 2026, 10:28
LATEST UPDATE
-
Andoni Iraola Kesal Liverpool Tumbang di Kandang Fenerbahce
Liga Champions 5 November 2026, 14:16
-
Douvikas, Nama Baru yang Mengancam Para Predator Gol Eropa
Liga Champions 5 November 2026, 12:21
-
Real Madrid dan Keistimewaan Menang pada Menit-menit Akhir
Liga Champions 5 November 2026, 09:42
-
Liverpool Kebobolan dari 3 Bola Mati
Liga Champions 5 November 2026, 09:30
-
Ismail Yuksek, Motor Lini Tengah di Balik Kemenangan Fenerbahce atas Liverpool
Liga Champions 5 November 2026, 09:17
-
Ketika Konstantinos Karetsas Mengubah Arah Pertandingan
Liga Champions 5 November 2026, 09:04
-
Gabriel Veiga, Kreator Kemenangan Telak Porto atas Napoli
Liga Champions 5 November 2026, 08:56
-
Viktor Gyokeres vs Slavia Praha: Gol, Assist, Man of the Match
Liga Champions 5 November 2026, 08:38
-
Enzo Fernandez, Kunci Permainan Man City Saat Kalahkan Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:28
-
Erling Haaland Memang Mimpi Buruk Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:16
-
Liverpool, Dirk Kuyt, dan Bagaimana Sakitnya Dilukai Mantan
Liga Champions 5 November 2026, 07:51
-
Jude Bellingham, Katalis Kebangkitan Real Madrid di Athena
Liga Champions 5 November 2026, 07:38
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



