Inter Double Winners, Beppe Marotta Pilih Evolusi daripada Revolusi Skuad

Ari Prayoga | 14 Mei 2026 10:55
Inter Double Winners, Beppe Marotta Pilih Evolusi daripada Revolusi Skuad
Selebrasi skuad Inter Milan usai menjuarai Coppa Italia 2025/2026. (c) AP Photo/Andrew Medichini

Bola.net - Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, menegaskan bahwa klubnya tidak akan melakukan perubahan besar-besaran pada skuad meski sukses meraih gelar ganda musim ini. Menurutnya, Inter lebih memilih proses “evolusi” dibanding “revolusi” dalam membangun kekuatan tim untuk masa depan.

Musim 2025 menjadi salah satu periode paling berkesan bagi Nerazzurri. Setelah memastikan gelar Serie A, Inter kembali menambah trofi usai menundukkan Lazio dengan skor 2-0 di final Coppa Italia. Gelar tersebut menjadi trofi Coppa Italia ke-10 sepanjang sejarah klub.

Advertisement

Keberhasilan itu membuat Inter kembali mencatatkan double winners untuk pertama kalinya sejak era Jose Mourinho pada 2010, ketika mereka bahkan sukses meraih treble winners bersama trofi Liga Champions.

Padahal, perjalanan Inter menuju musim gemilang ini sempat diragukan banyak pihak. Mereka mengakhiri musim sebelumnya tanpa gelar dan harus kehilangan pelatih Simone Inzaghi. Sebagai pengganti, klub menunjuk Cristian Chivu yang kala itu baru memiliki pengalaman singkat menangani Parma di Serie A.

1 dari 4 halaman

Apresiasi Marotta

Apresiasi Marotta

Inter Milan juara Coppa Italia 2025/2026. (c) AP Photo/Andrew Medichini

Marotta pun memberikan apresiasi besar terhadap seluruh elemen klub yang dianggap berperan penting dalam kebangkitan Inter.

“Ada tim di atas lapangan dan ada juga tim di balik layar, mulai dari manajemen hingga semua orang yang bekerja untuk klub. Ini adalah olahraga tim dan semua pihak punya kontribusi,” ujar Marotta kepada Sport Mediaset.

Ia juga menilai konsistensi Inter dalam beberapa musim terakhir tidak lepas dari kestabilan struktur klub, termasuk dukungan dari pemilik tim.

“Kami senang karena hasil positif terus datang dalam beberapa tahun terakhir. Semua itu dimulai dari pemilik klub. Inilah model yang bisa membawa kami menuju kemenangan,” lanjutnya.

2 dari 4 halaman

Penyesalan Marotta

Penyesalan Marotta

Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta. (c) AP Photo/Luca Bruno

Meski sukses di kompetisi domestik, Marotta mengakui Inter masih menyimpan sedikit penyesalan setelah tersingkir dari play-off Liga Champions oleh Bodo/Glimt pada Februari lalu. Namun, kegagalan itu justru membuat fokus tim sepenuhnya tertuju pada Serie A dan Coppa Italia.

Di sisi lain, Inter mulai bersiap menghadapi musim depan dengan sejumlah pergerakan transfer. Meski demikian, Marotta memastikan klub tidak akan melakukan perombakan total terhadap skuad utama.

“Kami percaya pada evolusi, bukan revolusi. Pemain muda seperti Petar Sucic membutuhkan waktu untuk berkembang dan beradaptasi,” kata Marotta.

3 dari 4 halaman

Rencana Inter

Rencana Inter

Selebrasi Marcus Thuram dkk. dalam laga Lazio vs Inter Milan di final Coppa Italia 2025/2026, Kamis (14/5/2026). (c) AP Photo/Andrew Medichini

Ia menambahkan bahwa Inter akan terus memadukan pemain muda potensial dengan sosok senior bermental juara demi menjaga keseimbangan tim.

“Kami akan terus mencari talenta muda untuk dikembangkan, lalu menggabungkannya dengan pemain berpengalaman yang sudah memiliki mental pemenang. Tidak perlu mengubah terlalu banyak hal,” tambahnya.

Beberapa pemain senior Inter memang dikabarkan mendekati akhir masa baktinya di klub. Nama-nama seperti Francesco Acerbi, Stefan de Vrij, Henrikh Mkhitaryan, Yann Sommer, dan Matteo Darmian disebut memasuki fase akhir kontrak mereka bersama Nerazzurri.

Meski begitu, Marotta tetap optimistis Inter mampu mempertahankan level kompetitif mereka tanpa harus melakukan perubahan drastis dalam waktu singkat.