Senyam-senyum Saat Ultras Milan Mengamuk, Begini Klarifikasi CEO AC Milan Giorgio Furlani

Senyam-senyum Saat Ultras Milan Mengamuk, Begini Klarifikasi CEO AC Milan Giorgio Furlani
Protes Milanisti pada Giorgio Furlani di laga AC Milan vs Atalanta, Senin (11/5/2026). (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - Situasi di AC Milan semakin panas pada penghujung musim ini. Hasil buruk yang terus berdatangan membuat para suporter mulai kehilangan kesabaran terhadap manajemen klub.

Kemarahan tifosi memuncak saat Rossoneri kembali tampil mengecewakan di kandang sendiri. Kekalahan dari Atalanta di San Siro menjadi pemicu gelombang protes besar dari ultras Milan.

Sorotan tajam tak hanya mengarah kepada pemain. CEO Milan, Giorgio Furlani, juga menjadi sasaran kritik dna itu terbukti dari munculnya petisi yang menyerukan dirinya mundur dari jabatan penting di klub.

Di tengah suasana panas tersebut, Furlani justru tertangkap kamera sedang tersenyum di tribun. Momen itu langsung memicu reaksi keras dari pendukung Rossoneri yang merasa manajemen tidak menunjukkan empati terhadap situasi klub.

Senyum Giorgio Furlani Picu Polemik

Senyum Giorgio Furlani Picu Polemik

Ekspresi Rafael Leao saat AC Milan kebobolan di laga lawan Atalanta, Senin (11/05/2026). (c) AP Photo/Antonio Calanni

Tekanan terhadap Milan meningkat drastis setelah mereka kalah dalam tiga dari lima laga liga terakhir. Situasi itu membuat peluang Rossoneri untuk lolos ke Liga Champions musim depan semakin terancam.

Sebelum laga kontra Atalanta dimulai, ultras Milan menggelar aksi protes besar-besaran di Curva Sud. Mereka bahkan secara terbuka meminta Furlani untuk meninggalkan klub karena dianggap gagal mengelola situasi Milan musim ini.

Di tengah aksi protes tersebut, kamera televisi menangkap ekspresi Furlani yang terlihat tersenyum di tribun San Siro. Reaksi itu langsung menyulut kritik baru dari para pendukung yang menganggap sang CEO tidak menghormati kemarahan suporter.

Furlani kemudian memberikan klarifikasi singkat kepada media Italia, Gazzetta dello Sport, via Football Italia. “Itu hanya ekspresi stres. Ketegangan sangat tinggi, juga mengingat apa yang dipertaruhkan dalam pertandingan itu," akunya.

Pertandingan Selanjutnya
Serie A Serie A | 17 Mei 2026
Genoa Genoa
20:00 WIB
AC Milan AC Milan
Serie A Serie A | 17 Mei 2026
Atalanta Atalanta
20:00 WIB
Bologna Bologna

Igli Tare Pahami Kemarahan Suporter

Igli Tare Pahami Kemarahan Suporter

Duel AC Milan vs Atalanta di pekan 36 Liga Italia 2025/2026 di San Siro, Senin (11/5/2026). (c) AP Photo/Antonio Calanni

Protes dari ultras Milan ternyata tidak berhenti setelah pertandingan usai. Saat Milan tertinggal 3-0 hanya dalam 52 menit, sebagian besar pendukung di Curva Sud memilih meninggalkan stadion sebagai bentuk kekecewaan.

Beberapa ultras yang masih bertahan di tribune meneriakkan nama legenda klub, Paolo Maldini. Mereka juga sempat menunggu para pemain di luar stadion, meski akhirnya tidak diizinkan bertemu skuad Milan.

Direktur olahraga Milan, Igli Tare, mengaku memahami kemarahan para penggemar. Ia menilai demonstrasi yang dilakukan suporter merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi klub.

Tare juga menyoroti dampak psikologis yang kini dirasakan tim di tengah tekanan besar dari luar lapangan. “Para penggemar berhak untuk berdemonstrasi dan mengekspresikan keyakinan mereka. Saya melihatnya lebih sebagai masalah psikologis bagi tim, yang telah kehilangan sebagian ketenangan yang dimilikinya dalam beberapa bulan sebelumnya, tetapi yang terpenting sejak kami tersingkir dari persaingan untuk posisi pertama, itu telah menguras energi kami,” tuturnya pada DAZN, via Football Italia.

Ia kemudian meminta semua pihak tetap tenang demi menyelamatkan musim Milan. “Hal terpenting sekarang adalah tetap tenang, mampu menerima kritik, tetapi juga bereaksi dan mencapai target kita. Itu akan memberi kita langkah maju menuju masa depan," seru Tare.