Jonathan David Udah Mulai Gacor, Mengapa Juventus Tetap Mencari Penyerang Baru?

Afdholud Dzikry | 27 Januari 2026 10:18
Jonathan David Udah Mulai Gacor, Mengapa Juventus Tetap Mencari Penyerang Baru?
Penyerang Juventus, Jonathan David. (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Bola.net - Jonathan David akhirnya menunjukkan taringnya sebagai bomber tajam di Juventus. Striker Timnas Kanada itu sukses mencetak tiga gol dalam empat penampilan terakhirnya di Serie A.

Tak hanya tajam di depan gawang, ia juga menyumbangkan satu assist dalam periode yang sama. Statistik ini seolah menjadi bukti bahwa David mulai nyaman dengan atmosfer Liga Italia.

Advertisement

Namun, performa gemilang tersebut ternyata belum membuat pelatih Luciano Spalletti tidur nyenyak. Juru taktik berkepala plontos itu secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mendatangkan penyerang baru di bursa transfer Januari.

Pernyataan ini tentu memicu tanda tanya besar di kalangan suporter Bianconeri. Apakah posisi David terancam meski keran golnya sedang mengalir deras?

Ternyata, Spalletti memiliki alasan taktis yang sangat spesifik. Ia tidak mencari pengganti David, melainkan sosok pelengkap yang memiliki atribut fisik berbeda.

1 dari 4 halaman

Mencari Sosok Tembok Seperti Hojlund

Mencari Sosok Tembok Seperti Hojlund

Pemain Juventus, Jonathan David, merayakan gol pertama timnya dalam pertandingan Serie A, Senin (26/1/2026). (c) Marco Alpozzi/LaPresse via AP

Dalam wawancara pasca-pertandingan, Spalletti memberikan pujian khusus kepada bintang Napoli, Rasmus Hojlund. Ia menjadikan Hojlund sebagai tolok ukur tipe penyerang yang saat ini hilang dari skuad Juventus.

Spalletti membutuhkan sosok "monster" fisik yang mampu menahan bola dan berduel dengan bek lawan. Hal ini dinilai krusial untuk variasi serangan Si Nyonya Tua.

"Ada striker seperti Hojlund yang turun ke lini tengah, Anda mengirim bola keras kepada mereka, dan mereka tetap bisa membuatnya bisa dimainkan," jelas Spalletti seperti dikutip dari Football Italia.

"Itu adalah sesuatu yang tidak kami miliki."

Pelatih veteran itu menegaskan bahwa David adalah pencetak gol ulung. Namun, eks striker Lille tersebut memiliki keterbatasan dalam hal duel fisik murni melawan bek tengah Serie A yang terkenal keras.

"David baik-baik saja untuk mencetak gol, tetapi ketika Anda melihat lebih jauh, Anda juga membutuhkan seseorang yang bertarung secara fisik dengan bek tengah," tambahnya.

"Kami tidak membutuhkan striker (hanya) untuk mencetak gol, tetapi untuk pekerjaan semacam itu. David sangat kuat, tetapi dia tidak bisa melakukan pekerjaan kotor seperti itu."

2 dari 4 halaman

Bangkit dari Mimpi Buruk Lecce

Bangkit dari Mimpi Buruk Lecce

Pemain Juventus, Jonathan David, merayakan gol pertama timnya kontra Napoli dalam pertandingan Serie A, Senin (26/1/2026). (c) Marco Alpozzi/LaPresse via AP

Performa apik David belakangan ini sebenarnya merupakan respon positif usai masa-masa sulit. Ia sempat menjadi sasaran kritik pedas media Italia dan sebagian fans setelah gagal mengeksekusi penalti saat ditahan imbang Lecce 1-1.

Namun, dukungan penuh dari pelatih dan rekan setim membantunya bangkit dengan cepat. Tiga gol di tahun baru menjadi pembuktian mentalitas baja pemain berusia 26 tahun tersebut.

Adaptasi David yang semakin matang ini memunculkan spekulasi baru. Apakah kedatangan striker anyar justru akan menghambat proses integrasinya? Jawabannya belum tentu.

3 dari 4 halaman

Simbiosis Mutualisme di Lini Depan

Kehadiran striker bertipe fisik justru bisa menjadi katalis bagi ketajaman David. Dengan adanya pemain yang bertugas menahan bola dan menarik perhatian bek, David akan mendapatkan lebih banyak ruang kosong.

Peran seperti ini sudah sering ia jalankan di Timnas Kanada saat berduet dengan partner di lini depan. Spalletti tampaknya menyadari potensi duet ini, mengingat ia mulai beralih dari formasi 3-4-2-1 ke 4-2-3-1.

Tak heran jika nama-nama yang dikaitkan dengan Juventus belakangan ini memiliki profil fisik yang dominan. Mulai dari Jean-Philippe Mateta, Youssef En-Nesyri, hingga Beto masuk dalam radar transfer.

4 dari 4 halaman

Nasib Vlahovic di Ujung Tanduk

Kebutuhan akan striker baru juga didorong oleh situasi Dusan Vlahovic. Penyerang asal Serbia itu masih berkutat dengan cedera dan diprediksi baru bisa merumput kembali pada pertengahan Februari atau bahkan Maret.

Lebih parah lagi, kontrak Vlahovic akan kedaluwarsa pada Juni mendatang. Hampir dipastikan ia akan meninggalkan Turin dengan status bebas transfer di akhir musim.

Kondisi ini memaksa manajemen Juventus bergerak cepat di sisa waktu bursa transfer Januari. Meski negosiasi terus berjalan, satu hal yang pasti: posisi Jonathan David di starting XI tidak serta-merta hilang meski ada bomber baru yang datang.

LATEST UPDATE